
Pada saat itu Zana memecahkan suatu teka teki yang ada di sekitar tempat tinggal Zana yang baru, Zana telah berhasil mengalahkan monster jahat yang telah menghancurkan tempat kota ini.
Penduduk warga sekitar pergi dari kota tersebut dikarenakan semua dihuni oleh makhluk yang tak kasat mata, itu ada di dalam mimpi tersebut.
Zana pun terbangun dari mimpinya dan benar saja, ia ditinggal sama orangtua dan suaminya.
"Ahh...****!! Kenapa ya Tuhan, aku ditinggalkan begitu saja oleh keluargaku." Batin Zana
Pada saat itulah, Zana mencari senjatanya untuk melawan para monster tersebut. Akhirnya ia pun berhasil menemukan senjata yang berupa pistol amo dan seperangkat peluru yang masih banyak.
Beberapa jam kemudian Zana pun keluar dari rumah kediamannya dan saatnya ia membunuh para Monster yang ada berbagai macam monster ia hadapi mulai dari yang kecil hingga monster terbesar
"Astaga...kenapa tidak ada orang di rumah dan penduduk desa juga tidak ada pada kemana sih, ya kali harus aku yang berjuang untuk melawan semuanya monster sendiri." Gumam Zana
Zana ingin minta pertolongan dengan warga sekitar, sesampainya di depan pintu ada secarik kertas
"Tolong, jika ingin meminta bantuan segeralah, saya dan keluarga saya sudah menyerah atas apa yang terjadi kemarin malam. Saya dan keluarga saya pasrah dan ingin mengakhiri hidup ini maka selamatkan satu kota ini, kami menunggu siapapun itu untuk melawan bos terakhir yang bernama Sakura."
Bergegaslah, Zana menuju ke tempat yang ia tuju yaitu di sebuah taman yang terletak di sebuah dekat dengan rumahnya Daniel. Tapi sebelum masuk ke dalam taman tersebut Zana disuruh untuk menghidupkan tower lagi
"Astaga...kenapa harus begini sih, kemarin aku juga sudah seperti ini." Batin Zana
Beberapa menit kemudian, Zana pun melanjutkan untuk memasangkan baterai untuk menyalakan tower tersebut, tidak disangka sangka ada banyak monster yang belum mati mati juga -_-
"Dasar monster sialan yang selalu datang tiba tiba, aku akan membunuhmu hiyak." batin Zana
Beberapa menit kemudian, setelah membunuh para monster tersebut mati. Lantas Zana melanjutkan perjalanannya menemui bos sakura dan harus membunuh para Monster tersebut
"Astaga...sialan bajingan kenapa harus melawan mereka semuanya sih, ya kan aku nggak bisa gitu untuk membunuh semuanya." Gumam Zana
Semua monster telah di bunuh oleh Zana sang pahlawan, kemudian Zana melanjutkan perjalanan ke sebuah taman di dalam taman tersebut sudah di tunggu oleh Sakura sang ratu iblis tersebut.
"Akhirnya datang juga dirimu hem...dengan sendirian hem...." Ucap Sakura
"Diam ajalah lu kampret...jangan banyak bacotan deh, kalau mau lawan ayo silahkan aku nggak takut kepadamu." tantang Zana
"Nantang amat dah kamu, ayo gaskan...keluarkan semua jurus kamu Zana aku akan menunggu kamu." ucap Sakura
Pada saat mau melawan Ratu Sakura, tiba tiba saja ada secarik kertas yang bertuliskan
"Dear istriku Zana
Maafkan papa ya bunda karena papa sudah menggunakan ilmu hitam dan juga pelet untuk menarik perhatian semua wanita termasuk kamu. Papa menyesal sekali bun, bunda bekerja keras buat menyelamatkan seluruh kota aku akan membantu kamu bunda untuk melawan bos terakhir aku. Sekarang aku pun tersadar bahwa aku menyesal menggunakan ilmu hitam, jadi mohon bunda hancurkan lah persembahan papa kepada Sakura.
Love
Daniel Emanuel."
Tanpa disadari air mata Zana keluar secara tiba tiba seakan akan ia tidak bisa menyadari hal tersebut.
"Aku maafin kamu pa atas kesalahan papa terhadap bunda dan terhadap semua orang, tolong bantuin bunda untuk membunuh Sakura." batin Zana
Zana pun akhirnya bangkit dari kesedihannya dan mencoba untuk melawan Sakura, ia terus menerus menyerang dengan kekuatan yang ia miliki berkali kali ia juga terlempar di banting berulang kali, ia merasakan perutnya sakit tapi seketika hilang, ia berpura pura untuk melahirkan dan saat Sakura datang langsung menusukkan keris kepada Sakura
"Astaga...duh bagaimana ini maafkan aku udah mendorongmu terlalu kuat, alhasil kamu akan melahirkan." Sakura pun panik
Pada saat Sakura mendekati Zana, tiba tiba saja Zana mengeluarkan keris kemudian menusuknya ke bagian jantung Sakura
"Jleb!"
"Jleb!"
Zana menusukkan keris tersebut ke jantung Sakura dan ia mengatakan kepada Sakura
"Haha...kamu telah tertipu Sakura, aku sengaja pura pura melahirkan agar kamu datang kemari supaya aku bisa dapat membunuh kamu tanpa harus banyak bergerak." ketawa Zana
"Selamat tinggal Zana, aku telah tersadar sekarang bahwa kamu pintar juga ya. Aku salut kepadamu na, sekarang kita damai ya aku nggak mau lagi ada pertikaian diantara kita, aku akan pamit kembali ke neraka untuk menghapus semua dosaku. Maafkan aku Zana, dan selamat kamu telah berhasil membunuh saya, nih aku kasihkan sebuah kalung dan juga gelang tenang aja ini tidak aku campurkan dengan hal ilmu hitam. Ini gelang dan kalung bekas kaka kamu si Windha terimalah." Sakura memberikan hadiah
"Baiklah...aku akan terima ini, terima kasih banyak Sakura kamu segeralah bertaubat ya jangan pernah datang kembali di kehidupanku sama Daniel." ucap Zana
Akhirnya pun Sakura berhasil dikalahkan dan penduduk kota tersebut kembali ke kotanya dan menjalankan aktivitas seperti biasanya, Zana pun telah kembali dengan di sambut oleh semua masyarakat kota dan juga disambut oleh Daniel sang suami dan bertanya kepada Zana
"Kamu tidak apa apa kan sayang?" tanya Daniel
"tidak apa apa s-sayang." jawab Zana
Tiba tiba saja Zana pingsan dikarenakan dia kelelahan telah membunuh Sakura, seketika Daniel panik sekali karena Istrinya pingsan bergegaslah Zana dibawa ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
"Tuhan...Daniel sangat khawatir terhadap istri aku tolong sembuhkan Tuhan hanya Tuhan yang dapat menyembuhkan." batin Daniel
Beberapa jam kemudian, dokter pun keluar dan membawa seorang anak
"Permisi, anda suami dan Zana?" tanya Dokter
"Iya dok, saya suaminya ada apa?" tanya Daniel balik
"Jadi gini, selamat pak telah lahir anak bapak seorang laki laki silahkan menggendongnya." jawab dokter
"Tuhan...makasih banyak dokter, istri saya dimana?" tanya Daniel
"Istri bapak, lagi lemas habis melahirkan nanti ia sadar dengan sendirinya." jawab dokter
"Baik dok terimakasih banyak." ucap Daniel
Pada waktu itu Daniel bergegas ke ruangan Zana untuk menunjukkan bahwa dia telah melahirkan seorang bayi ganteng sekali ia memiliki kekuatan yang begitu hebat seperti dirimu Zana.
Terlihat ada banyak alat ditubuh Zana untuk mengetahui detak jantungnya, Daniel sangat mengkhawatirkan Zana ternyata Zana belum juga sadarkan diri dari komanya, Daniel meninggalkan Zana yang masih koma kemudian ia berdoa di salah satu gereja yang ada di samping persisnya masjid
"Oh Tuhan...tolong sembuhkanlah Zana, dan tolong sadarkan ia dari komanya aku tidak kuat lagi jika nanti Zana meninggal dunia. Aku tidak sanggup dan tidak kuat menghadapi dengan sendirinya, tolonglah aku Tuhan. Amin." doa Daniel
Daniel pun menjaga anaknya untuk menjaga bundanya agar segera siuman, begitu romantisnya Daniel terhadap istrinya yang setia menjaga sang istri supaya segera terbangun dari komanya.
Zana melawan ratu iblis dengan usia kandungan sudah memasuki 9 bulan dan yah bentar lagi melahirkan tahu sendirilah orang hamil 9 bulan bawaannya susah untuk bergerak.
TO BE CONTINUED