
Pada keesokan pagi harinya Hitto pun kedapatan apa yang sedang terjadi pada keluarga, dan benar juga keluarganya terjadi apa apa. Keluarga menggunakan sebuah ilmu hitam yang begitu melekat di hatinya.
Hitto mengatakan pada di dalam hatinya begini.
"Tuhan...kenapa aku yang harus selesaikan seperti ini sih hem, apa salah dan dosaku Tuhan," batin Hitto
Seketika itulah Hitto pun mulai merasakan ada gejala gejala yang dimilikinya, ia pun merasakan sebuah adanya kedatangan makhluk tak kasat mata yang bernama bintang, benar saja ia pernah berjumpa dengan anak kecil tersebut lalu Hitto pun bertanya kepada Bintang
"Haii...ada apa kamu datang kemari bintang?" tanya Hitto
"Anu...aku mau sedikit cerita nihh hemm, jadi gini ayahku yang masih hidup melakukan sebuah eksperimen yang dipergunakan dengan cara memasukan obat obatan kepada masyarakat sekitarnya. Masyarakat itu berubah menjadi monster kamu dapat menolong kota ini kan?" tanya Bintang
"Saya siap membantu dan menolong kota ini," jawab Hitto
"Makasih banyak Hitto kamu udah bantuin desa ini,"kata bintang
Beberapa menit kemudian setelah Hitto berada di dalam ruangan bawah tanah ia kembali ke ruangan untuk makan siang, pada saat itulah Daniel ayahnya Hitto datang dan bertanya kepada Hitto
"Kamu habis darimana?" tanya ayah
"A-anu dari kamar yah, habis ngerjain tugas ini mau makan," jawab Hitto
Hitto sempat berbohong karena dia takut sekali kepada ayahnya karena dia telah melanggar peraturan yang sengaja dibuat oleh ayah, ayah membuat peraturan yang sungguh diluar dugaan sekali
Dilarang membawa orang lain ke dalam rumah.
Dilarang berpacaran dengan orang yang berbeda keyakinan
Dilarang memasuki area ruangan bawah tanah
Hitto pun terheran heran atas apa yang dia lihat barusan tadi ada kertas yang berisikan peraturan sangat aneh bagi hitto
"Tuhan...kenapa dah diriku ini hidupnya selalu dirundung masalah, orang orang hidupnya enak tanpa beban. Aku ingin sekali ketemu sama mama tolong ya Tuhan," doa hitto
Pada saat itulah, Hitto pun merasakan sebuah aroma yang begitu membusuk dan ia dikejutkan oleh sebuah mayat manusia yang sudah hancur akibat dibakar hidup hidup
"Astaga...mayat siapa sih ini? Baunya sudah menyengat sekali duh ya Tuhan," ngeluh Hitto
Ada sepotong mayat perempuan dan gadis belia yang tidak diketahui identitasnya, langsung saja Hitto pun pergii dari tempat kejadian tersebut.
Beberapa menit kemudian benar saja mamanya datang dan menemui hitto anak kesayangannya, dan menanyakan kabarnya kepada hitto
"Haii anakku, kamu bagaimana kabarnya?" tanya Zana
"Baik ma, aku bingung menghadapi seperti papa hiks," keluh Hitto
"Udah tenang aja, nantii mama bantuin kamu untuk melawan para hantu tersebut dan mencoba untuk menyadarkan ayah kamu. Tolong ya nak hanya satu satunya harapan kamu untuk membunuh para hantu tersebut," kata Zana
"Huhuu baikk ma, aku akan lakukan itu untuk mama, " kata Zana
Beberapa menit kemudian Hitto pun bergegas untuk mencari sebuah iteam yang masih ada disitu, dan ia menemukan sebuah pistol yang amat berguna buat ia nanti pada saat melawan para monster tersebut.
Akhirnya hitto pun memegang sebuah pistol yang tergeletak di meja bersama para pistol lainnya, hitto pun terkejut heran
"Kenapa ayah menyimpan senjata sebanyak ini buat apa duh ya Tuhan, ampunilah segala perbuatan ayahku Tuhan," ngeluh Hitto
Akhirnya Hitto pun tersadar, oh iya Hitto memiliki kaka ipar yang begitu aduh hay bodynya. Hitto tidak tergoda olehnya namun si Aurelia terus menggoda hitto supaya dia mau bercinta dengan dirinya.
"Hai, tampan. Apa kabar? Mau dong digodain adek." Aurelie mengedipkan matanya berusaha menggoda Hitto. Dengan senyuman yang dibuat-buat dia seolah ingin lelaki yang tengah berada disebelahnya itu tergoda.
Hitto yang merupakan adik iparnya mencoba untuk mengalihkan pandangan. Dia hanya tidak mau menanggapi ucapan kakak iparnya. Tapi demi tuhan, kakak iparnya itu sangat menggoda dan membuat dia menelan Saliva pada akhirnya.
”Glek!"
Kini mata Hitto pun membuka lebar dan
Mengelus daerah kenikmatan kakaknya tersebut dengan penuh hasrat tinggi
Sang Kaka menjadi kenikmatan yang tiada duanya.
Seketika aurelie pun berdiri dan Hitto pun bertanya kepada kakanya tersebut
"Kenapa kaka berhenti? Apakah aku kurang memu askan untuk kaka?" tanya Hitto
"Sttt...mari kita masuk ke dalam kamar kamu saja, lebih mantap disini dilihatin banyak orang malu rasanya," ajak Aurelia
Beberapa menit kemudian mereka pun masuk ke dalam kamar Hitto, seketika langsung saja Aurelie Emanuel pun membuka semua pakaian kini ia tanpa sehelai benang. Hitto yang melihatnya sangat senang sekali.
Saat Hitto akan Mengelus daerah kenikmatan kakaknya tersebut dengan penuh hasrat tinggi, tetapi di stop oleh Kaka iparnya.
"Eits...sebelum itu kamu harus memakai alat pengaman dulu sebelum bercinta denganku," perintah Aurelie kakanya
Seketika Hitto pun langsung saja menuruti apa yang dikatakan oleh kakanya tersebut, ia pun memakai alat pengaman sebelum bercinta dengan kakanya. Beberapa menit kemudian setelah melakukan pemasangan, ia pun
Mera*p daerah kenikmatan kakaknya tersebut dengan penuh hasrat tinggi
Sang Kaka pun merasakan kenikmatan yang hakiki.
Pada saat mereka ada di dalam kamar, sang ayah pun datang mendengar anaknya sedang berc*mbu di dalam kamarnya, sang ayah pun juga merasa ingin juga diperlakukan seperti itu oleh pembantunya yang bernama Tina.
Kebetulan Tina sedang memasang, ia memakai baju seksi yang akhirnya membuat Daniel tergoda dengan lekuk tubuhnya. Daniel ke dapur dan tiba-tiba saja memeluk Tina dari belakang, lama kelamaan tangan Daniel masuk ke atasan milik Tina sang pembantu tersebut, seketika Tina merasa langsung terangsang karena area sensitifnya di pegang oleh Daniel
Hingga, Tina diputar oleh Daniel dan benar saja Daniel membuka baju Tina yang masih tertutup dan melihat ada benda besar bulat yang begitu indah dan ia nampak tidak memakai panty.
"Hem...kamu sengaja ya tidak memakai panty supaya saya bisa pegang benda besar bulat milik kamu ya," goda Daniel
"I - iya mas," Tina nampak malu - malu.
"Bagus sayang," ucap Daniel.
Pria itu memasuki lembah yang menjanjikan berjuta kenikmatan dengan menembus benteng pertahanan yang selama ini tak pernah diruntuhkan oleh siapapun
Tina pun masih saja merasakan sebuah kenikmatan yang hakiki dan dibawa terbang tinggi oleh Daniel
"Sayang, teruslah menyentuh bibirku dan memegang benda besar bulat
Aku sayang sama kamu," ucap Tina.
Beberapa menit kemudian Daniel pun memegang benda besar bulat dan menyentuh bibirnya Tina dengan sangat kenikmatan.
Tina semakin menjadi jadi akibat ulah Daniel.
****************
TO BE CONTINUED