IMPOSSIBLE

IMPOSSIBLE
Calon Tunanganku



"ada apa sih pa?" tanya seorang gadis yang mengenakan baju tidur hitam polosnya sembari duduk disamping papanya.


"ya ampun nak..gak sopan banget pakaian mu...ada calon tunanganmu ini..."tegur mama.


"calon tunangan?mana? cuman ada kak Gavin disini"balas Al sambil meneliti tiap sudut ruangan


"oh..jadi kamu sudah kenal mas Gavin ini nak?"tanya papa.


"hem.."Al mengangguk. "kakel ku pa" lanjutnya.


"ahh..gitu..bagus deh nak"


"oh ya pa,tadi kata ada calon tunanganku?mana gitu?"


"ah ya papa lupa ngenalin.ini Gavin Elvaro, calon tunanganmu."


"....kak Gavin?ooo.."Al yang semula duduk bersandar bangkit duduk tegap menunujuk Gavin lalu kembali bersandar pada sofa.


belum genap semenit.al kembali duduk tegap.


" ApA?!?!? kak Gavin ini calon tunangan ku? " kaget Al yang baru sadar.lola.


Gavin yang melihatnya hanya menorehkan senyum.


" yang kata papa anak temennya papa itu kak Gavin ini? " tanya Al sekali lagi.


"iya nakk..yaudah sana ! kamu ganti baju dress yang cantik terus dinner sama mas Gavin ini,biar kalian lebih kenal lagi." perintah papa.


al masih terbengong melihat Gavin.


"jangan liat aku terus..aku tau aku ganteng...aku takut nanti jantung kamu sakit gara gara gak kuat liatin aku..." ucap Gavin memecah keterbengongan Al.


Al menutup mulutnya yang tadi sedikit terbuka dan mengedipkan mata paksa lalu menoleh pada papanya.


"loh kan paaa....liat nih..jailnya gak nguatiii" rengek Al.


papa Al hanya terkikik melihat anaknya digoda calon menantunya sendiri.


bukan tanggapan yang diinginkan,Al kembali merengek ke mamanya.namun tanggapan mamanya sama dengan papanya.Al mendengus kesal dan beranjak dari sofa menuju kamarnya menjalankan perintah papanya dengan berat hati.




Gavin yang melihatnya sangat terpana dengan kecantikan Al yang sangat natural, tanpa polesan make up sedikitpun dan rambut yang hanya dikuncir kuda biasa.begitu polosnya malaikat hatinya.belum lagi badan Al yang sangat menggoda dapat membangkitkan jiwa lelaki Gavin seketika.


" loh nak,gak bawa tas?dompet? " tanya mama Al.


" ngapain? toh yang bayarin kak Gavin? aku sih keluar cuma butuh hp.gak kemana mana juga kan?cuma dinner terus pulang?" ucap Al yang sangat blak blakan.


'bener juga sih nih cewe...simple amat ya idupnya..makin sayang deh gue' batin Gavin


" ya ampun nak..gak boleh gitu! sana bawa dompet dulu ! " tegur papa.


Al hanya memancungkan bibirnya.makin bete dengan perkataan mama dan papanya.


'ribet amat....masih untung nurut mau dinner' batin Al.


" yaudah pa,gak papa.bener Al,lagian cuman dinner kok,gak kemana mana."seakan Gavin mendengar isi hati Al.


Gavin melihat jam tangannya.


"emm..saya sama Al berangkat sekarang aja ya pa,ma?sudah jam setengah tujuh.ntar pulang nya kemaleman."pamit Gavin.


"yaudah nak...maaf ya ngrepotin." ucap papa Al.


Gavin hanya mengangguk dan mengisyaratkan Al agar mengikutinya.


sudah masuk mobil,Gavin berpamitan lagi dari dalam mobil.


"iya nakk..jangan malam malam pulangnya..!" ucap mama Al agak meninggikan suaranya.


lalu mobil sport hitam milik Gavin melaju meninggalkan halaman rumah Al.


sedangkan dari loteng, 2 pasang mata menatap kepergian Al dengan penuh tanya.