I Love You My Enemy

I Love You My Enemy
FLASHBACK OFF SAAT SMP



Adam berlari di koridor kelas sambil membawa sepatu kets warna putih. Raisa mengejar Adam tanpa menggunakan sepatu.


ternyata sepatu itu milik Raisa yang diambil Adam saat Raisa ganti baju usai pelajaran olah raga.


" Adaaaammmm?" teriak Raisa kesal.


Adam yang dengan polosnya hanya berlari tertawa, menertawakan Raisa.


Untungnya saat itu kelas sudah di mulai, sehingga koridor kelas kosong, jadi Raisa tak begitu malu berlari tanpa alas kaki.


" Sialan!!! awas kalau kena gue tabok lo", umpat Raisa.


Raisa yang notabene juara lari dapat mengejar Adam.


Adam yang melihat Raisa semakin mendekat segera menyimpan sepatu kets milik Raisa di lantai koridor.


Dia melihat wajah Raisa yang memerah karena marah langsung kabur meninggalkan Raisa.


Raisa mendapatkan kembali sepatunya, lalu memakainya kembali dan dia pun bergegas masuk kelas karena guru mata pelajaran selanjutnya masuk.


" Tunggu saja pembalasan dari gue " gerutu Raisa dalam hati.


Saat bubar jam sekolah......


Ditempat parkir Raisa menghampiri sepeda motor milik Adam. Tampak suasana di parkiran masih sepi karena hanya Raisa yang keluar duluan, siswa lain masih terdiam di kelas mendengarkan pengumuman untuk kelulusan kakak kelas nanti.


Dengan cepat Raisa menusuk ban motor Adam dengan paku, sehingga ban motor Adam kempes.


" ****** lo pulang ngesot " Raisa tertawa lalu berlari keluar gerbang sekolah, ternyata siswa lain pun banyak yang sudah keluar kelas.


Adam yang baru saja sampai parkiran dibuat kesal melihat ban sepeda motor nya kempes. Dan dia pun sudah mengetahui ulah siapa.


Dari kejauhan tampak senyum kemenangan dari Raisa.


Begitulah keseharian mereka saat SMP, Adam selalu mengganggu Raisa. Dan Raisa pun selalu membalas Adam. mereka sudah seperti kucing dan anjing.


Setiap bertemu selalu bertengkar dan ribut, ada saja masalah antara mereka. Entah Adam yang mulai atau pun Raisa, mereka berdua sama saja.


Sore itu di lapangan basket.......


Pemandangan yang begitu aneh di sore itu, Nampak Adam dan Raisa sedang bermain basket berdua. Mereka menghabiskan waktu dan energi berjam jam sampai matahari hampir tenggelam.


" Kok cowok cowok pada mau ya sama cewek tomboy kayak lo," ledek Adam.


" Lo gak lihat gue ini cantik, baik hati, lagian gue gak macarin anak sekolahan sini." jawab Raisa.


" Iya lo cantik.....apalagi saat ini" gumam Adam dalam hati sambil memandang Raisa walaupun berkeringat dengan rambut di kucir masih tetap terlihat cantik.


" Pada buta kayaknya, lo gak ada cantik cantik nya juga, jelek gitu," ejek Adam berdiri meninggalkan Raisa.


" Tunggu gue... gue nebeng " Raisa pun berlari mengikuti Adam.


Dengan cepat Adam memegang tangan Raisa dan mempererat pelukan Raisa padanya. Adam pun menjalankan sepeda motornya pelan pelan karena takut Raisa terjatuh.


Sesampainya di rumah Raisa, Adam membangunkan Raisa, " bangun wooyy, dah sampai nih," teriak Adam.


Raisa terbangun, " Lo gak ada manis manis nya sih bangunin gue, " umpat Raisa.


Adam hanya tersenyum kecil, Raisa lalu memberikan helm pada Adam dan berlalu begitu saja masuk dalam rumah.


Adam pun pergi,..........


...--------------...


Keesokan hari nya...........


Sementara di lapangan pagi itu Adam dan teman temannya sedang bermain basket. Sementara Raisa dengan wajah pucatnya duduk dipinggir lapangan sambil membaca buku.


Dari lapangan Adam memperhatikan Raisa, ada apa dengan dia kok wajahnya tampak pucat, apakah dia sakit? gumam Adam dalam hati.


Lalu Raisa pun berdiri dari duduknya namun tiba tiba saja Raisa terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Sinthia yang melihat Raisa jatuh pun berlari menghampiri Raisa dan berteriak minta tolong.


Ra, lo kenapa sih?" ucap Sinthia dengan paniknya.


Adam yang sedang bermain basket kaget saat mendengar Sinthia teriak minta tolong pun langsung berlari menghampiri dan melihat ternyata yang pingsan adalah Raisa.


Tanpa berfikir lagi Adam pun segera menggendong Raisa menuju ruangan UKS. Semua siswa memandang heran ke arah Adam, mereka yang tau kalau setiap hari Adam dan Raisa selalu ribut tapi kali ini Adam begitu perhatian pada Raisa.


Lalu Adam membaringkan Raisa ditempat tidur dan menyelimutinya. Tampak raut kepanikan pada wajah Adam melihat Raisa yang tidak sadarkan diri tersebut.


Lalu perawat sekolah pun mulai memeriksa Raisa, sementara Adam pun keluar dari ruangan UKS.


Shintia yang menunggu Raisa hingga Raisa sadar pun memperhatikan Adam yang terlihat cemas diluar ruang UKS, dan saat Raisa siuman baru lah Adam pergi.


" Ra, lo kenapa sih,? kalo lo sakit mendingan gak usah sekolah deh," kata Sinthia.


Raisa hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sinthia.


" Lo tahu siapa yang bawa lo kemari?" tanya Shintia.


Raisa hanya menggelengkan kepalanya karena lemas.


" Adam......dia kelihatan cemas banget saat lihat lo pingsan". ucap Sinthia lagi.


" Gak mungkin......" balas Raisa.


Bersambung,............