
Setelah selesai nongkrong di cafe mereka pun pulang. Oky akhir nya pulang sendiri karena Tantri dijemput oleh Erick. Oky pun berjalan sendiri menuju gang rumah nya. Oky dikejutkan dengan sosok yang sudah tidak asing lagi yang sedang berdiri di depan rumah nya.
yuups..!! dia Dimas yang sedang berdiri di depan rumah Oky dan melambaikan tangan nya pada Oky.
Dengan cepat Oky menghampiri Dimas, lalu Dimas pun tersenyum pada Oky dengan senyum nya yang sangat menawan.
"Lo nungguin siapa? bokap gue sedang gak ada di rumah?"tanya Oky.
"Rumah gue di kunci, sementara gue gak bawa kunci cadangan"jelas Dimas.
"Boleh gak gue nunggu di sini? di luar juga gak masalah"ucap Dimas tanpa basa basi lagi.
Oky pun melangkah menuju rumah nya, lalu membuk pintu rumah nya.
"Ayo masuk, ngapain lo nunggu di luar"ajak Oky ramah.
"Tapi di rumah lo gak ada siapa siapa"sambung Dimas.
"Emang lo sama gue mau ngapain? gak akan ngelakuin yang aneh aneh juga kan?"ucap Oky sambil tertawa kecil.
Lalu Oky pun masuk ke dalam rumah nya diikuti oleh Dimas.
"Duduk dulu deh, gue bikinin minum dulu"ucap Oky sambil berlalu menuju dapur.
Dimas pun duduk di sofa ruang tamu, dia melihat lihat sekeliling rumah Oky. Tak lama kemudian Oky datang sambil membawa minuman dan cemilan untuk Dimas.
Lalu mereka pun berbincang cukup lama.
*Cowok lo gak akan marah kalau gue main ke rumah pacar nya?"tanya Dimas penasaran.
"Gue baru aja putus sama pacar gue"jawab Oky seolah dia tidak ingin mengingat Jery.
Dimas pun mengangguk "Sorry gue gak tahu, soalnya lo itu kan cantik jadi mana mungkin jomblo".
Sontak wajah Oky pun memerah mendengar ucapan Dimas. "Lo sekolah dimana? gue gak pernah ketemu lo di sekolah gue".
"Gue sudah kuliah, dekat sama sekolah lo kok kampus nya, kalau mau besok kita berangkat bareng aja"ajak Dimas.
"Gak usah, gue bisa sendiri, gue gak mau ngerepotin lo"jawab Oky.
"Gak ngerepotin juga kok, kan kita se arah"sambung Dimas lagi.
Oky pun terdiam, mereka masih terus berbincang bincang sampai orang tua Dimas pulang. Oky dan Dimas cepat akrab padahal baru hari ini mereka bertemu dan kenalan.
...----------------...
Keesokan harinya di sekolah.
Tantri dan Sinthia melihat Oky diantar oleh cowok tampan dengan motor sport nya.
Mereka penasaran siapa cowok yang bersama Oky namun sebelum Tantri dan Sinthia sampai Dimas sudah pergi.
Melihat wajah kedua sahabatnya seperti itu Oky sudah bisa menebak kalau kedua sahabat nya melihat Dimas tadi.
"Tetangga gue itu..gak usah kepo deh"jelas Oky.
"Mau gue laporin ke Erick"ancam Oky.
Tantri tersenyum sambil merangkul kedua sahabatnya. Mereka berjalan melewati koridor sekolah yang saat itu sudah ramai oleh siswa yang hilir mudik.
Sesampainya di kelas.
Raisa sudah duduk di bangku nya ditemani oleh Davian.
"Aku gak apa apa kok kak..udah kakak ke kelas aja"ucap Raisa lirih.
"Serius?kalau ada apa apa kirim pesan aja ke gue ya".
"Iya kak"jawab Raisa.
Davian pun meninggalkan Raisa, dia sempat bertemu Sinthia, Tantri dan Oky."Titip Raisa ya".
Mereka pun mengangguk dan akhirnya Davian meninggalkan kelas Raisa.
"Kak Davian perhatian banget sama lo"sahut Sinthia.
"Bahkan dia jadi posesif sejak gue demam kemarin"Raisa menjambak rambutnya bingung.
"Dia begitu karena masih sayang banget sama lo"sambung Tantri.
"Andai ada lagi cowok kayak kak Davian di dunia ini"Oky mulai iri.
"Entah kenapa waktu lo pacaran sama kak Davian suasana lebih adem dari pada sama Adam".
Raisa terdiam, dia hanya membenamkan wajah nya di meja.
Winda yang baru saja sampai kelas langsung menghampiri melihat wajah serius sahabat sahabatnya.
"Ada apa sih kok gue gak diajak?"
"Lo setuju gak kalau Raisa balikan lagi sama kak Davian"saran Tantri.
Winda memberikan roti dan jus kemasan yang dari tadi dia pegang.
"Lupa gue, tadi kak Dav nitipin ini buat lo".
Raisa pun mengambil roti dan minuman tersebut.
"Tadi ketemu di koridor kelas, dia ngos ngosan kayak habis lari".
"Iya, dia tadi habis dari sini nemenin dulu Raisa".
"Oohh...so sweet banget kak Davian".
Raisa hanya bisa terdiam, dia merasa bersalah melihat sikap Davian yang sangat menyayangi nya dengan tulus. Namun di sisi lain dia juga mencintai Adam, walaupun Davian mengetahui kalau Raisa mencintai Adam tapi Davian masih menyayangi nya dengan sangat tulus.
Bersambung...........