
Sesampainya di rumah, Raisa langsung masuk ke kamar, Lalu merebahkan diri di atas tempat tidur empuk nya. Ia termenung sesaat menginggat kenangan bersama Adam saat momen mereka berciuman. Kenapa baru sekarang dia menyadari kalau ternyata Adam lah yang dia sukai.
Namun Raisa pun tidak mungkin menyakiti Davian yang sangat menyayangi nya.
Di sisi lain di rumah Davian, Davian pun termenung. Ia memikirkan ada apa dengan Raisa? Apa Davian melakukan kesalahan? Davian teringat kejadian saat Adam menyelamatkan Raisa. Wajah Adam terlihat begitu cemas saat Raisa menghilang.
" Apa mereka memiliki perasaan yang sama? batin Davian.
Davian sangat menyayangi Raisa dia tidak ingin Raisa di rebut siapapun.
Di rumah Adam pun merasakan hal yang sama. Ia pun merasakan kalau Raisa pun memiliki perasaan yang sama. Namun Adam mencoba menepis pikirannya itu. Mana mungkin dia tega merebut Raisa dari sahabatnya Davian.
...----------------...
Keesokan harinya di sekolah.....
Raisa tidak masuk sekolah karena kaki nya masih sulit berjalan. Adam pun menghampiri Davian yang baru saja keluar dari kelas Raisa. Davian baru saja menitipkan surat keterangan saki Raisa pada teman temannya.
"Gimana keadaan Raisa, Dav?" tanya Adam.
Davian yang menyadari akan sikap Adam yang terlalu perhatian pada pacar nya merasa sedikit kesal.
"Lo gak usah khawatir, Raisa cewek gue, ada gue yang akan selalu jaga dia"jawab Davian lalu meninggalkan Adam.
Adam terdiam, dia terkejut dengan sikap Davian yang bersikap dingin pada nya.
...---------------...
Saat jam pelajaran dimulai...
Di kelas Adam, Rizky merasakan ada suasana horor antara Adam dan Davian. Mereka dari tadi hanya diam diam an tidak saling bicara.
" Nanti saat istirahat kita main basket..ok ok" Rizky menatap ke arah Davian dan Adam secara bergantian.
"Ok....tapi one by one"
"Maksudnya?" tanya Rizky kaget mendengar kata kata Adam.
" Gue satu lawan satu dengan lo" ucap Davian sambil menunjuk ke arah Adam.
Rizky merasakan aura panas, melihat dua sahabat nya seperti itu.
" Kalau lo kalah jauhin cewek gue" sambung Davian.
Bel pun berbunyi menandakan waktunya istirahat.
Davian pun segera pergi meninggalkan Rizky dan Adam.
" Dia tahu perasaan lo ke Raisa?" tanya Rizky khawatir. Rizky mengkhawatirkan persahabatan mereka.
" Entah lah, gak tau juga gue"
Adam dan Rizky pun bersiap menuju lapangan basket, karena Davian sudah menunggu disana.
...----------------...
Semua siswa menyaksikan pertandingan one by one antara Davian dan Adam. Teman teman Raisa pun kebingungan dengan sikap Davian dan Adam.
Tatapan mereka seperti musuh yang akan saling membunuh.
Rizky yang menjadi wasit, dan pertandingan pun dmulai.
Sinthia yang menyadari alasan kenapa mereka menjadi seperti itu pun merasa cemas.
Waktu pun terus berlalu kantin yang biasanya ramai pun menjadi sepi.
Karena saat ini semua siswa sedang menyaksikan pertandingan basket antara Davian dan Adam.
Tanpa terasa pertandingan pun selesai dengan Adam sebagai pemenangnya.
"Gue akan tetap jauhin Raisa cewek lo, lo gak usah khawatir"bisik Adam.
Davian pun merasa kesal karena sudah kalah dari Adam.
...---------------...
...-...
Sepulang sekolah Davian pun menjenguk Raisa, yang juga diikuti teman teman Raisa yang sangat merindukan Raisa.
Raisa yang masih sulit berjalan pun dibantu Davian menuju ruang tamu.
Sementara mama Raisa di dapur sedang sibuk membuatkan camilan.
" Ra, kita kangen banget"peluk Tantri.
" Baru juga sehari gak ketemu sama gue"ucap Raisa sambil tersenyum.
Davian yang sudah akrab dengan mama Raisa membantu mama Raisa menyiapkan camilan. Davian pun datang sambil membawa minuman dan cemilan untuk teman teman Raisa.
"Waahh...calon mantu yang baik" tangan Rizky dengan cepat mengambil cemilan yang disajikan oleh Davian.
Mama Raisa datang menghampiri, " Nak Davian maaf ya jadi ngerpotin"
"Engak kok tante"ucap Davian sambil tersenyum.
"Terimakasih tante" ucap teman teman Raisa bersamaan.
"Silahkan dinikmati, jangan malu malu ya" mama Raisa pun kembali masuk ke dalam.
Davian pun duduk di samping Raisa, dia terus saja memegang tangan Raisa, sambil kepalanya di senderkan ke bahu Raisa. Dia pun merindukan Raisa seharian ini, dan Raisa pun tersenyum melihat tingkah Davian.
Raisa, Davian dan teman teman pun berbincang sangat lama, sampai tak terasa waktu pun mulai menjelang malam.
Davian, Rizky dan teman teman Raisa pun pamit pulang pada Raisa dan mama Raisa.
Bersambung.............