
Hari minggu yang cerah setelah latihan ekskul band, Davian mengajak jalan Raisa.
Sepanjang jalan ia menggenggam tangan Raisa, gadis itu hari ini terlihat sangat cantik dengan dress merah jambu yang Raisa kenakan.
Hari itu mereka berjalan jalan di taman hiburan, mereka sangat bahagia saat itu. Seakan semua masalah hilang seketika.
Mereka pun istirahat di cafe dekat taman hiburan.
Mereka memesan banana split dan cappuccino.
" Kamu senang yank?" tanya Davian.
Raisa mengangguk, " iya, makasih kak aku seneng banget".
Davian senang, akhirnya bisa melihat kembali senyuman dari gadis yang sangat di cintainya itu.
Raisa segera menyantap banana split yang baru saja di antarkan oleh waiter cafe itu.
" Aku senang kamu bahagia yank, kamu bahagia aku juga ikut bahagia".
Jleebb!!! mendengar kata kata itu Raisa merasa ada yang aneh pada Davian. Seperti akan ada perpisahan setelah ini.
" Bagaimana kalau kita putus aja yank?" tanya Davian.
" Kenapa?".
" Aku tahu di hati kamu saat ini udah gak ada aku lagi, aku gak ingin maksa kamu yank".
Tanpa sadar air mata Raisa menetes di pipi nya.
Davian segera mengusap air mata itu dengan ibu jari nya.
" Aku ingin lihat kamu tersenyum dan ceria seperti dulu lagi " jelas Davian.
Tangis Raisa semakin memuncak.
" Tenang saja, aku sama Adam gak akan berantem kok".
Raisa terkejut ternyata selama ini Davian menyadari kalau dia mulai menyukai Adam.
" Tapi kak?".
" Kita kan masih bisa berteman".
Davian menggenggam tangan Raisa lalu mengecupnya.
" Sampai kapan pun aku bakal terus sayang sama kamu, tapi aku gak bisa nahan kamu terus ".
Raisa terdiam dan memandang wajah tampan Davian.
Davian pun menyeruput cappuccino pesanannya. Lalu dia pun bangun dari tempat duduk nya.
" Ayo aku antar kamu pulang " lalu Davian pun mengulurkan tangannya pada Raisa.
...----------------...
Raisa menangis terisak, ada rasa bersalah pada Davian.
Semalaman Raisa tidak bisa memejamkan mata nya.
...----------------...
Keesokan hari nya di sekolah...
Hari ini Raisa berangkat ke sekolah diantar sopir mama nya.
Sesampainya di kelas teman teman Raisa memeluk Raisa, seolah olah memberikan dukungan untuk Raisa.
Raisa berjalan ke kantin sekolah sendirian. Saat ini dia hanya ingin sendiri dan tidak ada yang menemani.
Adam yang melihat Raisa duduk sendirian lalu menghampiri dan menyenggol kaki Raisa.
" Ngapa lo? tumben nih sendiri, kenapa gak sama Davian?".
Adam yang rindu menjahili Raisa mulai mengganggu nya. Adam bertingkah aneh sehingga Raisa bisa tertawa lagi.
Dari kejauhan tampak Davian memperhatikan mereka yang sedang bercanda.
Hari pun terus berlalu setelah Davian memutuskan Raisa. Tapi tidak ada tanda tanda mereka jadian.
" Apa mereka masih saling gengsi?" pikir Davian sambil terus menatap ke arah Adam dan Raisa.
Davian menghampiri Adam yang sedari tadi membolak balik buku catatan nya.
" Lo masih belum nembak Raisa?" tanya Davian.
Adam menghela nafas, " Bingung gue, semua pasti bakal gosipin gue rebut Raisa dari lo".
" Lagian saat gue mau ngomong kayak yang berat gitu bro" jelas Adam.
" Udah gue lepasin Raisa buat lo masih aja gengsi".
Adam pun terdiam memikirkan kata kata Davian.
...----------------...
Di kelas teman teman Raisa pun memberikan saran yang sama.
Raisa mengerutkan kening nya, " Masa gue harus ngomong duluan, gengsi lah ".
" Kalau cinta gak usah gengsi juga' sambung Oky.
" Iya lo gak lihat apa tiap hari Kirana ngikutin Adam terua, yang ada tar Adam di pepet sama dia gimana?" ucap Tantri yang selalu tahu berita terupdate masa kini.
Raisa hanya bisa diam, dia sendiri masih bingung.
Sinthia pun tersenyum seolah ada ide untuk menyatukan dua orang yang saling suka tapi masih mempertahankan ego dan gengsi nya itu.
Bersambung..........