
Kriiinnggg!!!,,dering alarm berbunyi tangan Raisa mengambil jam bekernya lalu melempar nya entah kemana. Tiba tiba mama Raisa masuk ke kamar dan membangunkan Raisa.
"Raisa ayo bangun,,ini sudah siang,,hari ini pertama kamu masuk sekolah" kata mama sambil membuka jendela kamar Raisa.
Raisa bangun dan terkejut, jam berapa sekarang ma?"
Mama Raisa menghampiri Raisa sambil membawa jam yg dilempar Raisa tadi lalu menjawab " setengah tujuh Raisa sayang "
" Waduh gawat aku telat nih ma" gerutu Raisa sambil berlari ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Raisa sudah siap pergi ke sekolah. Karena sudah telat Raisa pun minta di ntar naik motor karena takut terjebak macet. Sampainya di sekolah benar saja pintu gerbang sudah ditutup.
Raisa memohon masuk pada kakak kelas yang ada di depan pintu. kakak kelas itu terlihat cantik tapi sangat jutek. kakak kelas itu mengizinkan Raisa masuk asal kan Raisa menyatakan cinta nya pada kakak kelasnya yang sedang duduk diujung lorong sekolah.
"Cuma bodong bo'ongan kan kak?" Raisa menghela nafasnya " oke "
Raisa berlari menghampiri kakak kelas yang ditunjuk tadi, ada perasaan tidak enak dan malu bercampur dalam hati Raisa. Tapi daripada harus mendapat hukuman panas panasan gak apa lah. Kan cuma permainan ospek saja, gumam Raisa dalam hati.
Tanpa memandang wajah kakak kelas yang akan dia tembak Raisa asal ucap saja.
" Saya Raisa, saya suka sama kakak " ucap Raisa sambil menutup matanya karena malu.
Kakak kelasnya itu malah tersenyum senyum licik. " Oke,,,, sekarang elo milik gue ya Raisa Nabila Putri "
" Elo?" bencana apa yang akan menimpa Raisa sehingga Raisa tercengang melihat nya.
Adam musuh bebuyutan Raisa saat SMP dan Raisa sangat membenci Adam. Karena Adam selalu mengganggunya bahkan mereka seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur di sekolah dulu.
" Jadi lo mau gue panggil beib atau,,,,," kata - Kata adam terpotong oleh Raisa.
"Elo jangan GR dulu ya, gue disuruh sama kakak kelas yang disana,,,kalo gue nolak gue bakalan dihukum panas - panasan didepan tiang bendera." bentak Raisa. "Dan kalo gue tahu kalo itu lo mending gue berjemur didepan tiang bendera daripada berhadapan dengan cowok modelan lo" Raisa pun berlari menuju ke kelasnya.
" Inceran lo ya " Adam terkejut mendengar ucapan Keysa kakak kelas yang tadi ngerjain Raisa. Adam tersenyum Keysa gak tahu aja kalau Raisa adalah inceran dia dari dulu. Bisa dibilang Raisa adalah cinta pertama Adam. Hanya saja Adam gengsi untuk mengungkapkan perasaannya itu pada Raisa. Sudah terbayang dwngan jelas wajah jutek Raisa saat menolaknta nanti. Jadi yang bisa Adam lakukan adalah mengganggu dan menjahilinya.
Di kelas Raisa terpana oleh ketampanan kakak kelasnya Davian yang sedang menjelaskan barang apa saja yang harus dibawa besok. Karena masih masa ospek maka kakak kelas lah yang membimbing siswa baru, sedangkan guru - guru hanya mengawasi saja.
Lamunan Raisa buyar saat melihat wajah menyebalkan Adam. " Kenapa gue mesti ketemu dengan dia lagi sih di sekolah ini " gumam Raisa dalam hati.
" Hei, itu kan kak Adam, dia sekolah disini juga?" ucap Sinthia yang dari tadi duduk disebelah Raisa sambil menunjuk kearah Adam.
"Mimpi apa gue semalam, apes banget hari ini" gerutu Raisa. " Nanti gue ceritain sama elo, ada kejadian ngeselin dan nyebelin tadi pagi "
Sinthia hanya mengangguk, Sinthia adalah sahabat Raisa saat SMP, dan dia juga tahu kalo Raisa dan Adam tidak pernah akur.
Bersambung,,,,,,