I Love You My Enemy

I Love You My Enemy
Harus kah aku mengalah?



Setelah teman teman Raisa pulang, Raisa pun masuk ke dalam rumah nya dibantu sang mama.


Namun baru saja beberapa langkah terdengar suara motor di halaman rumah Raisa. Ternyata Davian kembali lagi ke rumah Raisa.


"Loh nak Davian kok kembali lagi? Tanya mama Raisa.


" Maaf tante, ada yang harus saya bicarakan dengan Raisa sebentar" jawab Davian.


" Oh begitu, silahkan saja, tante ke dalam dulu ya kalau begitu" lalu mama Raisa pun berlalu meninggalkan Raisa dan Davian.


Lalu Davian membantu Raisa duduk di teras depan rumah nya.


" Apa yang akan kak Davian bicarakan?" tanya Raisa.


" Kamu gak mau jujur ke aku yank".


" Jujur kenapa?".


" Aku bisa merasakan kalau ada yang aneh dengan diri kamu ".


Raisa hanya terdiam. Davian pun duduk disamping nya. Davian merangkul Raisa menaruh kepala Raisa dibahunya sebagai sandaran.


"Aku gak mau lihat kamu nangis lagi, kalau ada apa apa bilang aja".


Sebenarnya Davian berkata seperti itu memberikan kesempatan pada Raisa untuk mengatakan yang sebenarnya.


Namun disisi lain bukan maksud Raisa tidak bicara jujur, dia tidak ingin merusak persahabatan antara Davian dan Adam.


Davian pun menggenggam tangan Raisa, Davian pun memiringkan kepalanya sehingga berhadapan dengan Raisa. Davian hendak mencium Raisa namun Raisa berusaha menghindar dan berdiri dari duduknya.


Davian pun ikut berdiri, "sini aku bantu yank".


Davian memeluk Raisa dari belakang, lalu mencium rambut Raisa.


Raisa pun membalikkan badan nya dan memeluk Davian, " maafkan aku kak"ucap Raisa lirih.


Davian mengusap pipi Raisa, " maaf kenapa sayang?"


Raisa tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya.


Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah, tak lama Davian pun pamit pulang.


...----------------...


Malam nya di rumah, Davian termenung mengingat perubahan pada diri Raisa yang jarang tersenyum. Seakan dia tak bahagia saat ini, sehingga Raisa sering menangis.


Davian sangat menyayangi Raisa sehingga dia pun tak tega melihat Raisa sering bersedih dan menangis.


...----------------...


Hari demi hari pun berlalu, Raisa sudah sehat kembali dan masuk sekolah seperti biasa.


Semua sahabat nya memeluk Raisa, mereka semua sangat merindukan Raisa. Rizky yang melihat Sinthia terus memeluk Raisa pun iri.


" Kamu gak pernah peluk aku kayak gitu" protes Rizky.


Sinthia pun menjulurkan sedikit lidah nya, semua tertawa meledek Rizky.


" Dav, lo tahu gak the power of girl?"


" Apaan tuh?" tanya Davian pada Rizky.


"Ya ini para cewek kalau sudah kumpul kita gak ada artinya"


"Kita? Lo aja, gue mah dukung cewek gue". Davian pun tertawa kecil.


Bel pun berbunyi semua siswa masuk ke kelas masing masing.


...----------------...


Saat jam istirahat di kantin....


Adam dan Kirana sudah duduk di sana sambil menyantap makanan mereka.


"Dam, orang orang nyangka kita pacaran", sambung Kirana seraya menatap Adam.


Dengan cuek nya Adam menjawab "biarin aja".


"Perasaan lo ke gue gimana Dam? tanya Kirana.


" Temen doang" jawab Adam singkat.


Jlebb!!! Kok nyesek ya. Kirana pun hanya bisa tersenyum getir.


Tak lama Raisa dan genk nya datang ke kantin, yang diikuti oleh Davian dan Rizky.


Davian dan Rizky pun menghampiri Adam dan Kirana, Raisa dan teman teman nya pun mengikuti.


"Kita gabung disini aja ya?" tanya Davian.


Adam bangkit dari duduk nya "Gue udah selesai makan nya, gue duluan ya".


Adam pun meninggalkan mereka tanpa memandang Raisa sedikit pun, Kirana pun mengikuti Adam.


Melihat tingkah Adam seperti itu Davian ingat akan ancamannya. Davian merasa bersalah karena sekarang hubungan persahabatan mereka menjadi renggang.


Mereka pun memesan makanan lalu duduk kembali.


" Si Kirana ngekorin Adam mulu, apa mereka pacaran?" tanya Rizky sambil menatap Davian.


Davian menggelengkan kepala nya "kagak tahu juga gue"


...----------------...


Pulang sekolah...


Rizky dan Davian menunggu pacar mereka di parkiran. Kelas Raisa dan Sinthia sedikit terlambat karena ada pelajaran tambahan.


"Riz, lo tahu kalau Adam suka sama cewek gue?" tanya Davian.


Rizky pun mengangguk,"dia naksir cewek lo sudah lama banget dari SMP".


Davian terkejut mendengar penjelasan Rizky.


"Dia gengsi nembak Raisa, yang bisa dia lakukan hanya menjahili Raisa.


"Gengsi gimana maksud lo" tanya Davian lagi.


"Adam takut cinta nya ditolak sama Raisa" jelas Rizky lagi.


"Gue ngerasa Raisa mulai suka sama Adam, hati dan perasaan nya sudah gak ada buat gue".


Rizky pun terdiam, ia menyadari maksud dari kata kata Davian.


"Adam gak mau merusak persahabatan kita bro, makanya dia lebih baik mengalah demi lo, jadi baikan saja lah sama Adam" saran Rizky.


Davian tertegun sejenak,"apa gue mundur aja" batin Davia.


Bersambung........