
Erick mengajak Tantri jalan jalan mengelilingi ibu kota. Berfoto berbagai macam pose aneh mereka lakukan. Saat ini mereka sudah tidak canggung lagi.
Dan akhirnya mereka istirahat duduk sambil minum di salah satu cafe.
Tantri termenung menatap ke arah jendela yang saat itu hujan turun dengan derasnya.
"Lo kenapa kok bengong gitu?"tanya Erick sambil memberikan sepiring redvelvet cake ukuran sedang.
Dengan cepat Tantri melahap cake tersebut.
"Dua sahabat gue lagi patah hati hari ini, dan gue malah asik jalan jalan sama lo".
"Siapa yang patah hati? memang Kenapa?"tany Erick.
Tantri pun menceritakan apa yang terjadi dengan Raisa dan Oky.
"Lo gak usah merasa bersalah gitu, saat ini mereka lagi butuh waktu buat sendiri"jelas Erick.
Tantri terdiam masih melanjutkan melahap cake. Tiba tiba Erick menggenggam tangan Tantri.
Tantri sontak terkejut dengan tingkah Erick. Detak jantung nya tak beraturan.
"Gue suka sama lo..lo mau ya jadi cewek gue?"pinta Erick.
Sumpah demi apa saat ini Tantri senang bercampur bimbang, ia sadar saat ini bukan waktu yang tepat untuk menerima cinta Erick.
"Gue kan udah kasih tahu lo, gue merasa bersalah kalau gue bersenang senang diatas kesedihan sahabat sahabat gue".
"Iya gue ngerti kok, tapi lo juga kan berhak bahagia".
Tantri pun menghela nafas sejenak.
"Gue juga sama suka sama lo, sayang sama lo tapi..." belum sempat Tantri melanjutkan kata kata nya Erick dengan cepat mencium bibir Tantri.
Erick pun kembali ke tempat duduk nya.
"Ya udah gini aja deh, kit backstreet dulu aja sampai suasana kembali tenang"usul Erick.
Tantri pun akhirnya mengangguk setuju dengan usul Erick. Dia pun menggenggam tangan Erick sambil tersenyum.
"Terima kasih ya, lo dah mau ngerti posisi gue".
"Apapun untuk mu akan aku lakukan"ucap Erick.
Tantri pun tetsenyun malu saat ingat Erick yang tadi mencium bibirnya.
*Mulai sekarang aku kamu nih ya?"tanya Erick sedikit menggoda.
*Atau mau aku panggil my lovly abang angkot"ledek Tantri.
Mereka pun tersenyum tanpa melepas genggaman tangan mereka.
Davian yang mengantar Raisa berkeliling tiba tiba berhenti dipinggir jalan dan hendak berteduh. Karena hujan yang semakin deras dan membasahi tubuh mereka.
Davian berlari ke tepi toko yang sudah tutup untuk berteduh namun Raisa tidak mengikutinya. Raisa hanya berdiri mematung di luar. Lantas Davian pun Menghampiri Raisa.
*Ngapain di sini?Nanti kamu sakit"ucap Davian kesal melihat Raisa menyiksa diri nya sendiri.
*Kalau aku berdiri saat hujan aku gak akan kelihatan lagi nangis kak"isak Raisa.
*Tapi kamu bisa sakit Raisa"ucap Davian.
Davian pun menelpon Rizky menyuruhnya mengambil mobil ke rumah nya lalu mengantarkan mobil nya ke tempat dia dan Raisa berada.
Tak beberapa lama Rizky pun sampai.
*Sorry ya Ky, lo balik naik motor gue, gue mau antar dulu Raisa"ucap Davian lalu saling bertukar kunci dengan Rizky.
Rizky pun membantu Raisa masuk ke dalam mobil.
Setelah itu Davian pun menjalankan mobil nya meninggalkan Rizky. Rizky pun berteduh di dekat toko yang sudah tutup.
Sepanjang jalan Raisa tertidur, Davian sesekali memandangi Raisa sambil menyetir mobilnya.
"Apa yang harus aku katakan pada kedua orang tuamu melihat kondisi mu yang seperti ini?".
Akhirnya Davian pun mengantarkan Raisa ke rumah Sinthia. Sinthia yang melihat Raisa basah kuyup langsung mengambil handuk untuk Raisa.
Setelah mengeringkan badan Raisa, Sinthia pun membaringkan Raisa di tempat tidur nya.
Lalu Sinthia kembali menghampiri Davian dan memberikan handuk pada Davian, karena saat itu pun kondisi Davian basah kuyup.
"Sorry ganggu ya Sin, gue bingung mau jawab apa kalau sampai orang tua Raisa bertanya tentang kondisi Raisa"jelas Davian pada Sinthia.
Sinthia pun mengangguk."Gak apa apa kok kak, keputusan kak Davian dah benar, biar nanti gue yang hubungi orang tua Raisa".
"Gue titip Raisa ya Sin, di rumah lo ada kotak P3K kan?"tanya Davian.
"Jangan lupa kasih Raisa obat demam ya"ucap Davian masih merasa cemas.
"Iya kak, gue faham apa yang harus gue lakuin, kak Dav gak usah cemas"ucap Sinthia.
"Ya udah, kalau gitu gue pamit dulu ya..Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam"jawab Sinthia.
Lalu Davian pun pulang.
FLASBACK OFF
Bersambung.......