
Keesokan hari nya di sekolah.
Berita tentang Winda dan Joe sudah jadian dengan cepat tersebar, semua siswi di kelas Winda memusuhinya.
Kecuali sahabat sahabat Winda, karena kebanyakan siswi yang suka sama Joe ada di kelas Winda.
Banyak tatapan sinis ke arah Winda bahkan Winda sering dijahili oleh mereka.
Raisa menemukan Winda yang di kunci di kamar mandi entah oleh siapa mulai geram dan kesal.
Setelah istirahat sebelum jam pelajaran di mulai...
Raisa maju ke depan memukul white board di depan kelas, Sehingga semua siswa di kelas terdiam.
"Mau apa sih dia?"tanya Amira.
"Tau tuh sok berkuasa banget"jawab Jihan.
"Ada yang mau gue omongin sama kalian khusus nya para cewek"
Raisa pun menghela nafas, "Gue gak ngerti jalan fikran kalian setiap ada cewek di kelas kita yang jadian sama cowok inceran lo pada musuhin, lo pada bully, apa salah nya? tanya Raisa kesal.
Semua terdiam mendengar kata kata Raisa.
"Apa jatuh cinta itu salah? lalu kalau itu cowok suka nya sama cewek lain mau lo paksa gitu supaya tuh cowok biar suka sama lo".
"Stok cowok di sekolah ini banyak kelees, jadi gak usah takut jomblo deh sampai harus ngebully anak orang sampai segitu nya".
Joe yang mendengar kata kata Raisa kebingungan, mengapa Raisa seperti itu dan kemana Winda.
"Memang ada apa sih Ra?" tanya Joe.
Joe tidak peka sehingga dia tidak tahu kalau pacar nya di ganggu oleh teman sekelas nya.
"Cewek lo dikerjain sama salah satu anak cewek di kelas kita" jawab Raisa kesal.
"Joe, lo tuh pacar nya Winda tapi gak peka banget sih"
Joe bangkit dari tempat duduk nya.
"Siapa yang berani ganggu Winda?".
Tak ada satu pun yang menjawab. Joe pun meninggalkan kelas untuk mencari Winda.
Winda menangis di koridor dekat toilet ditemani oleh Oky.
Joe yang berlarian menghampiri Winda yang sedang menangis. Oky pun langsung pergi ke kelas setelah Joe datang.
."Maafin aku yang gak bisa jaga kamu, aku beneran gak tahu kalau mereka sampai jahatin kamu".
"In yang gue takutin kalau gue jadi pacar lo" Winda pun bangkit dari tempat duduk nya lalu pergi meninggalkan Joe.
...----------------...
Pulang sekolah saat latihan futsal.
Davian memperhatikan Joe yang dari tadi tidak fokus saat latihan meminta Joe untuk istirahat sejenak.
"Lo kenapa sih? lo gak fokus banget tadi" ucap Davian.
"Gue jadi cowok gak peka banget, cewek gue dijahatin orang aja gue gak tahu" ucap Joe lirih dan penuh dengan penyesalan.
"Maksud lo?" tanya Rizky.
" Winda seharian ini dibully sama cewek yang suka ngejar ngejar gue" jawab Joe.
"Sinthia juga dulu gitu, tapi gak sampai dibully sih, keburu ketahuan sama gue" sambung Rizky.
"Bahkan Raisa yang galak pun pernah mengalami waktu pertama jadian sama gue" kata Adam sambil meneguk minumannya.
"Gak ngerti gue juga sama cewek cewek di sini yang pada sadis kayak gitu".
...----------------...
Hari demi hari berlalu, Winda masih menjauh dan menjaga jarak dengan Joe bahkan tempat duduk pun pindah dengan Oky.
Sampai akhirnya saat turnamen futsal berlangsung.
Semua anggota tim futsal sedang bersiap, begitu juga dengan tim cheerleaders.
Di ruang ganti tim cheers..
"Lo baikan dong sama Joe, sejak dijauhin sama lo dia latihan gak pernah fokus".
" Iya, nanti kalau kita kalah gimana? masa kita sebagai tuan rumah kalah".
Winda terdiam mendengar kata kata sahabat sahabat nya.
Pertandingan pun di mulai dengan diawali penampilan dari tim cheerleaders.
Babak pertama Tim SMA BHAKTI MANDIRI vs SMA PELITA BANGSA.
Diawal pertandingan SMA BHAKTI MANDIRI kalah beberapa poin dari SMA PELITA BANGSA.
Saat itu Joe melakukan kesalahan, Winda yang memperhatikan Joe pun mulai cemas.
"Ayo dong Win, buang gengsi lo itu" ucap Tantri kesal.
Winda bingung tidak tahu harus melakukan apa. Dia hanya mondar mandir. Langkah nya pun terhenti saat melihat Joe terjatuh.
"Joe bangun Joe" teriak Winda.
"I love you Joe...kita harus menang" teriak Winda lagi. Seolah dia sudah tidak peduli lagi dengan para siswi yang memperhatikan nya dengan tatapan sinis.
Joe pun tersenyum bahagia " I love you too".
Semangat Joe pun bangkit kembali, dia bahkan berhasil mencetak gol beberapa kali.
" Daebak!! the power of love" ucap Tantri sambil mengacungkan jempol ke arah Winda.
Winda hanya tersenyum, tim cheerleaders terus bersorak demi mendukung tim futsal sekolah.
Bersambung.....