
sejak saat itu teman teman Winda terus mencoba mendekatkan Winda dengan Joe.
"Lo mau ikut latihan cheers juga?" tanya Winda kesal sambil memandang ke arah Joe yang dari tadi terus mengikuti nya.
"Gue cuma mau nonton kok, lagian Adam sama Rizky juga ada masa gue gak boleh ikutan nonton" ucap Joe sambil memohon dengan wajah memelas.
Setelah mengizinkan Joe masuk mereka pun mulai latihan cheers di aula sekolah.
Joe terus memandang ke arah Winda," Kenapa lo susah banget ditaklukin sih? padahal gue bakal serius kalo jadian sama lo" batin Joe.
Lamunan Joe terhenti saat Rizky menepuk pundak nya.
"Kenapa gak lo tembak aja sih?" saran Rizky.
" Gue deketin aja dia cuek gak ada respon"ucap Joe seakan sedikit putus asa.
"Winda belum pernah pacaran maka nya dia suka gugup kalau dekat dengan cowok"jawab Adam.
...----------------...
Pulang sekolah
Joe masih menemani Winda di perpustakaan hingga sore hari. Tanpa mereka sadari pintu perpustakaan sudah di kunci.
Joe mencoba membuka pintu tersebut namun tidak bisa.
"Tolong...tolong, kami terkurung di dalam"teriak Joe dan Winda dari dalam.
Namun usaha mereka sia sia, tak ada satu pun yang menolong mereka. Hari pun sudah malam dan mereka terdiam lemas.
"Gue takut" Winda menangis sambil duduk memeluk lutut nya.
"Ada gue tenang aja"ucap Joe sambil mendekati Winda.
"Lo jangan cari kesempatan ya" ancam Winda.
"Lo tuh ya, dalam keadaan kayak gini aja masih galak"timpal Joe.
Tak lama kemudian lampu perpustakaan pun sudah dimatikan. Winda menjerit lalu dia spontan memeluk Joe.
"Kayak nya elo deh yang cari kesempatan"
"Gue bener bener takut" ucap Winda sambil gemetar.
Joe menggenggam tangan Winda, tak tahan melihat Winda seperti itu Joe pun mengeluarkan ponsel nya.
"Buka"
Tak lama kemudian pintu terbuka Winda melihat teman teman nya ada di depan pintu. Winda pun bangun dari duduk nya.
Ia baru sadar kalau ternyata dikerjai oleh teman teman nya. "Jadi ini kerjaan kalian?".
"Kita bisa jelasin kok Win" sambung Raisa.
Winda memandang ke arah Joe yang dari tadi menunduk dan merasa bersalah. "Gue benci sama lo".
Winda pun berlari meninggalkan teman teman nya.
"Gimana nih kita gagal" sahut Tantri.
...----------------...
Di depan gerbang sekolah Joe menarik tangan Winda.
"Maafin gue Win, gue lakukan itu semua karena gue suka sama lo".
"Tapi bukan gini cara nya" jawab Winda dengan wajah emosi.
"Lagian lo tiap diajak ngomong serius selalu menghindar dari gue".
"Secepat itu lo suka sama gue?" tanya Winda.
"Gue mesti buktikan pake apa biar lo percaya? Joe sudah kebingungan, entah apa yang harus dia lakukan lagi. Sehingga akhirnya Joe mencium bibir Winda dengan paksa.
Winda mendorong Joe kesal " Lo gak usah buktiin dengan ciuman".
" Maaf Win, gue udah bingung gimana cara nya biar lo percaya".
Winda terdiam, "Ok gue mau jadi pacar lo, tapi lo gak boleh banyak ngatur gue".
"Ok sayang" jawab Joe senyum bahagia.
"Jangan terus ngikutin gue mulu, gue gak suka fans lo pada ngikutin juga".
"Iya iya sayang" wajah Joe semakin mendekat namun keburu di tepis oleh Winda.
"Mau apa lagi?" tanya Winda.
"Kiss"
"Kan tadi udah, lo udah maksa cium gue"ucap Winda ketus.
"Iih, itu kan gak dihayati sayang" rengek Joe.
Saat mereka sudah berdekatan dan hendak berciuman terpaksa harus terhenti saat mendengar suara teman teman nya.
"Hayo mau ngapain malam malam gini?"sindir Adam.
Joe menggaruk garuk kepala nya seolah kebingungan menjawab pertanyaan mereka.
"Dia kan dah jadi cewek gue sekarang"ucap Joe gugup.
Mendengar kata kata dari Joe itu
mereka berteriak,"Wah ternyata kita berhasil!!!".
Joe memeluk Winda lalu mengecup kening nya.
Karena hari sudah semakin gelap mereka pun segera pulang dengan hati yang bahagia.
Bersambung...