
Keesokan hari nya di sekolah...
Perpustakaan..
Joe yang selalu dikelilingi para cewek tak ada henti memandangi Winda yang sibuk mencari buku. Joe mengagumi kecantikan Winda dengan make up natural nya. Joe makin penasaran dengan sikap cuek Winda, walaupun Joe mencoba agresif mendekati tapi Winda tetap saja cuek dan gak peduli. Padahal kalau cewek lain didekati pasti langsung mepet mepet aja.
"Ke kantin yuk" ajak Joe semakin mendekat kan wajah nya dengan wajah Winda.
Deg deg deg!!!
"Ambulance mana ambulance, jantung gue mau copot nih" batin Winda.
Wajah nya pun memerah, ia mendorong Joe sedikit menjauh dari wajah nya.
" Ayo" Winda pun membelakangi Joe lalu pergi meninggalkan perpustakaan diikuti Joe.
...----------------...
Di kantin..
"Kemarin kita gangguin sopir angkot ganteng banget..jadi pengen naik angkot lagi..."kata kata Tantri terhenti saat Raisa melotot ke arah nya.
"Ups keceplosan gue" ucap Tantri sambil memukul mulut nya.
"Kamu juga ikutan yank?" tanya Adam dan Rizky bersamaan pada pacar mereka.
"Itu si Tantri aja kok" jawab Sinthia singkat.
"Iya, bener cuma Tantri aja yang ngeceng tuh sopir angkot" sambung Oky.
"Jadi gue aja nih tersangka nya..nasib jomblo gini amat" batin Tantri menggerutu.
"Kemarin abang nya cakep banget kayak oppa oppa Korea sih" ucap Tantri sambil cengengesan.
"Nanti pas lo naik angkot lagi tau tau nya opah opah bukan oppa" ledek Raisa.
Semua pun ikut tertawa membuat kantin semakin gaduh dengan tingkah mereka.
Oky memperhatikan Joe dan Winda yang baru datang ke kantin. Nampak Joe sedang mengganggu Winda dengan mengacak ngacak rambut nya.
"Si Joe kayak nya suka deh sama Winda, liat aja tuh" sahut Oky sambil menunjuk ke arah Joe dan Winda.
"Gimana kalau kita comblangin aja mereka" usul Raisa.
"Kayak usaha kita nyatuin dua orang yang gengsian di sini" sindir Tantri.
Adam dan Raisa saling pandang, mereka tahu siapa yang disindir oleh Tantri.
"Kayak nya ada yang nempel terus nih" sindir Rizky.
"Tapi dia nya yang gak mau ditempelin terus, gue dari tadi diusir terus sama dia" sambung Joe yang tanpa henti memandangi Winda.
"Habis nya fans dia juga pada ngekor terus, gue kan jadi risih" timpal Winda mengingat tadi para cewek terus mengikuti mereka.
"Gue nge fans nya sama lo doang" ucap Joe mulai agresif.
Raut muka Winda memerah, dengan cepat Winda menyumpal mulut Joe dengan roti.
"Lo belum makan jadi banyak ngomong" ucap Winda kesal.
Semua tertawa melihat tingkah Joe dan Winda, mereka saling memandang satu sama lain.
...----------------...
Selesai makan di kantin mereka hendak masuk ke kelas masing masing. Joe yang mulai menggoda Winda terus mencoba merangkul Winda walaupun selalu ditepis oleh Winda.
"Lo gak lihat tatapan membunuh dari fans fans lo itu"bisik Winda melihat ke sekeliling yang terus memperhatikan mereka dengan sinis.
Joe Mengecup pipi Winda sambil berbisik,"Selamat di bully". Lalu Joe berlari meninggalkan Winda. Winda pun mengejar Joe,"Awas lo ya".
"Gue harus kuat kayak Raisa" ucap Winda dalam hati.
Raisa dan Adam yang berjalan di belakang mereka tersenyum melihat tingkah Joe dan Winda.
"Kayak nya memang perlu di comblangin nih".
Mereka pun berpisah masuk ke kelas nya masing masing.
Di kelas semua mata tertuju pada Winda yang terus terusan di ganggu oleh Joe.
"Lo kalau kayak gini terus gue pindah tempat duduk nya ya"ancam Winda.
"Maka nya jawab gue dulu, mau jalan gak nanti pulang sekolah".
"Gue pulang naik angkot gak jalan" jawab Winda.
"Ya udah gue antar ya" ucap Joe dengan wajah memelas.
Winda pun mangangguk tanda setuju.
Bersambung...