
Raisa pamit pada Davian ingin sendiri. Lalu dia berjalan sendirian malam itu. Karena Raisa merasa kesal pada Adam dan Kirana, tanpa Raisa sadari dia sudah berjalan terlalu jauh. Raisa tersadar kalau dirinya tersesat.
Karena merasa takut sendiri di malam yang pekat Raisa tidak melihat jalan, lalu Raisa pun terperosok jatuh ke tebing, tebing tersebut tidak terlalu tinggi namun membuat kaki Raisa terkilir dan sulit untuk berdiri.
Raisa pun berteriak minta tolong namun tidak ada satu pun yang mendengar suaranya. Lalu Raisa pun menangis.
Di tempat perkemahan terjadi kepanikan, semua sibuk mencari keberadaan Raisa. Davian dan Adam tampak panik saat mengetahui Raisa tidak ada di tenda.
Semua panitia berpencar di sekeliling perkemahan mencari keberadaan Raisa di bantu siswa cowok.
Sementara siswa cewek tetap berada di tenda masing masing.
Raisa, dimana kamu?" teriak Davian dan Adam.
Panitia pun akhirnya mulai mencari Raisa lebih jauh lagi.
Raisa yang ketakutan sendiri di dalam gelap hanya bisa menangis bahkan dia pun lupa tidak membawa handphone nya. Tidak lama kemudian Raisa mendengar suara yang menghampiri nya, Raisa pun semakin takut.
" Toloooonnggg!!" teriak Raisa.
Ternyata Adam yang menghampiri nya, bahkan lengan Adam terluka tergores ranting pohon saat turun dari atas tebing.
" Ngapain sih lo malam malam keluar sendirian....kan bah..." belum sempat Adam melanjutkan kata kata nya Raisa malah memeluknya.
" Gue takut.....kenapa lo malah marahin gue sih" ucap Raisa sambil menangis tersedu.
Adam menghapus air mata Raisa, tanpa sadar Adam pun mencium bibir Raisa. Namun kali ini Raisa membalas ciuman Adam.
Rasa hangat membuat Raisa melupakan kekesalan nya pada Adam. Adam menghentikan ciuman nya itu, dia lupa kalau Raisa sekarang sudah menjadi pacar Davian sahabatnya.
" Kaki gue terkilir, sakit banget, gue gak bisa bangun " rengek Raisa.
Adam pun membungkuk, " lo naik ke punggung gue ".
Dengan bersusah payah akhirnya Raisa naik ke punggung Adam.
Dengan bersusah payah pula Adam pun berusaha menaiki tebing.
Untungnya tebing itu tidak terlalu tinggi, sehingg Adam pun tidak terlalu susah untuk menaiki tebing tersebut walau sambil menggendong Raisa.
Sementara itu di tempat perkemahan...
" Lo kemana sih Ra," ucap Sinthia khawatir dan cemas.
Semua sahabat Raisa sangat panik dan khawatir dengan Raisa yang masih belum juga diketemukan.
Raisa yang di gendong Adam melihat tangan Adam terluka dan mengeluarkan darah.
" Tangan lo terluka dan berdarah" ucap Raisa.
Adam tidak menghiraukan perkataan Raisa, dia terus saja berjalan sambil menggendong Raisa menuju ke perkemahan.
Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Davian dan Rizky, lalu Adam pun memberikan Raisa pada Davian.
" Cepat bawa ke tenda....ada P3K, kaki nya terkilir".....Adam pun pergi mennggalkan mereka.
Davian pun berjalan menuju ke perkemahan sambil menggendong Raisa yang diikuti oleh Rizky.
...----------------...
Sesampainya mereka di perkemahan Davian langsung membawa Raisa ke tenda kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Sahabat sahabat Raisa pun datang menemui Raisa.
" Ra, lo kemana aja sih? " gue khawatir banget nih" ucap Sinthia sambil menangis.
Teman teman Raisa pun merasa lega melihat Raisa keadaan baik baik saja.
Davian yang begitu cemas dan khawatir terus saja menggenggam tangan Raisa. Raisa pun akhirnya tertidur di tenda kesehatan.
Tenda dibagian kesehatan cukup besar dan ada tempat tidur juga, karena sebagian panitia pun tidur disana.
Semalaman Davian menjaga Raisa, Davian sampai tidak tidur karena sangat mengkhawatirkan kondisi Raisa.
Adam datang ke tenda kesehatan dan menghampiri Davian lalu memberikan minuman pada Davian.
...----------------...
" Thank you bro lo dah nolongin cewek gue" ucap Davian.
Adam pun menggangguk. Ada rasa bersalah pada Davian karena tadi mencium Raisa.
Bukan maksud Adam mencuri kesempatan tapi karena rasa paniknya Adam saat itu dan melihat Raisa yang menangis, membuat Adam tidak bisa menahan rasa sayangnya pada Raisa.
Adam dan Davian pun menjaga Raisa semalaman sambil berbincang bincang.
Sudah lama semenjak Davian dan Raisa pacaran Adam menjauhi Davian.
Bersambung..........