
Maaf ya sahabat semua baru bisa up lagi, maklum kesibukan RL sangat padat, semoga kedepannya InsyaAllah akan diusahakan up tiap hari.
...ΩΩΩΩ...
Hari pun berganti, namun hubungan antara Adam dan Raisa masih tetap sama dan belum ada perubahan.
Setiap pergi dan pulang sekolah Davian yang selalu setia menemani Raisa dan antar jemput Raisa.
Saat di koridor sekolah Raisa berpapasan dengan Adam.
Raisa yang masih diliputi rasa kecewa pada Adam masih selalu menghindar saat berpapasan di sekolah.
"Ra, tunggu dulu gue mau bicara"kejar Adam saat Raisa berusaha menghindari Adam.
"Pliis kasih gue waktu buat bicara Ra"ucap Adam lagi.
Raisa menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan dan berhadapan dengan Adam.
"Kan sudah gue bilang kalau gue butuh waktu untuk sendiri".
"Gue kecewa banget sama lo yang lebih percaya omongan dia dari pada gue"ucap Raisa sambil terisak.
"Gue ngerti Ra, gue yang salah termakan omongan Kirana dan gue minta maaf"jelas Adam.
"Pliis Ra, gue mohon maafin gue"ucap Adam sambil memelas.
Raisa melihat tidak adanya kebohongan dari sorot mata Adam merasa iba, tapi Raisa masih belum bisa menerima sikap Adam saat bersama Kirana.
"Ra, gue cinta sama lo, gue kangen banget sama lo".
"Gue juga sayang sama lo Dam, tapi gue juga kecewa sama lo"jawab Raisa.
Tanpa berkata lagi Raisa pun terus melangkah menuju kelas. Sementara Adam semakin frustasi karena gagal membujuk Raisa.
Dari kejauhan Davian hanya melihat saat Adam berbicara dengan Raisa.
...----------------...
Di kelas Raisa.
"Kenapa wajah lo ditekuk gitu?"tanya Sinthia.
"Iya Ra, masih pagi dah kusut aja tuh muka"ledek Oky.
Sementara Tantri dan Winda hanya tertawa mendengar celotehan Sinthia dan Oky.
"Tadi di koridor gue ketemu sama Adam dan dia minta maaf sama gue"jelas Raisa pada sahabat sahabat nya.
"Terus lo maafin kak Adam gak?tanya Winda.
Raisa hanya menggelengkan kepala.
"Astaga Raisa Nabila Putri, gue kira lo udah maafin kak Adam dan lo baikan lagi sama kak Adam"sambung Tantri.
Raisa hanya terdiam dan menundukkan kepalanya di meja.
Tak berselang lama pelajaran pun dimulai.
...----------------...
Saat istirahat di kantin sekolah.
Raisa dan sahabat sahabat nya sedang berkumpul di kantin sambil bercanda.
Sementara Davian, Rizky, dan Joe sedang memesan makanan.
"Nih makanan lo Ra"ucap Davian.
"Makasih kak"balas Raisa sambil tersenyum.
Lalu mereka pun menikmati makanan dengan sambil tertawa dan bercanda.
Sementara Adam yang menyaksikan kedekatan Raisa dan Davian kesal dan cemburu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun.
Adam tidak ingin membuat Raisa semakin jauh dari diri nya.
...----------------...
Saat pulang sekolah.
Di depan gerbang sekolah tampak cowok tampan masih setia menunggu sang pujaan hati sambil duduk di motor sport miliknya.
Yuups..dia Erick yang sedang menunggu Tantri, sambil memainkan handphonnya Erick sesekali tersenyum melihat foto foto saat bersama Tantri.
"Ehemm, kok senyum senyum sendiri"ucap Tantri membuat Erick kaget.
"Lo tuh ya datang datang bikin gue kaget aja"balas Erick pura pura cemberut.
"Lagian asik banget liatin hape sambil senyum senyum sendiri".
"Jangan cemburu dong, gue lagi lihat foto saat kita jalan jalan waktu itu"jelas Erick.
Oohh...aku kira lagi lihatan cewek cantik".
"Iya, gue lagi lihatin cewek cantik yang sekarang ada di depan gue"balas Erick sambil mencubit hidung Tantri dengan gemas.
Seketika wajah Tantri bersemu merah.
"Kita pulang yok"ajak Tantri sambil tersenyum malu.
Lalu Erick dengan sabar memasangkan helm pada Tantri.
mereka pun pun segera berlalu.
sementara Davian bersama Raisa pun bersiap hendak pulang tapi Adam berusaha mencegat mereka.
"Biar Raisa gue yang antar"ucap Adam tiba tiba.
Raisa hanya diam tidak menanggapi ucapan Adam sama sekali.
"Gimana Ra, lo mau pulang bareng gue apa dia? tanya Davian.
"Gue pulang bareng kak Dav aja"jawab Raisa.
"Sorry Dam, gue gak bisa maksa tapi Raisa yang mau pulang bareng gue".
Tanpa berkata kata lagi Raisa pun langsung masuk ke dalam mobil Davian, lalu Davian pun melajukan mobilnya meninggalkan Adam yang masih terdiam.
Semenjak kejadian Raisa demam karena kehujanan Davian selalu antar jemput Raisa menggunakan mobil.
Adam yang merasa masih diacuhkan oleh Raisa hanya bisa pasrah untuk sementara sampai suasana hati Raisa kembali tenang.
"Semoga saja hubungan kalian semakin jauh"ucap Kirana dengan senyum smirknya.
Ya..dari kejauhan Kirana tampak menyaksikan saat Raisa menolak ajakan Adam.
Bersambung.........