I Love You My Enemy

I Love You My Enemy
Suprise untuk Raisa



Setelah mendengar ancaman Adam, sudah tidak ada lagi yang bergosip tentang mereka.


Adam yang marah menghampiri Kirana yang sudah bangun dari pingsan pura pura nya.


"Kenapa lo jadi jahat kayak gini? tanya Adam.


Kirana pun menangis histeris, "Karena gue suka sama lo, dan gue gak suka lo sama dia" jawab Kirana.


"Gue kan udah bilang kalau kita hanya berteman".


"Iya, tapi kebaikan lo sama gue justru bikin gue berharap lebih dari sekedar teman"ucap Kirana.


"Gue gak mau ini terulang lagi, jangan pernah lo ganggu Raisa" ucap Adam tegas.


Adam pun meninggalkan Kirana yang masih nangis di ruang UKS.


...----------------...


Sepulang sekolah....


sahabat sahabat Raisa berkumpul di cafe dekat sekolah mereka sedang merundingkan rencana surprise buat Raisa.


Dalam beberapa hari ke depan Raisa akan berulang tahun. Walaupun Davian sudah putus dengan Raisa, namun ia masih tetap ikut kumpul bareng teman teman Raisa.


Karena Davian dan Rizky sudah nyaman dengan persahabatan mereka yang setia kawan.


"Gimana kalau di rumah Raisa? Jadi mama Raisa juga bisa ikut bantu?" usul Tantri.


"Gak mau ahh...bokap nya Raisa serem tau, lagian kalau tau ulang tahun Raisa di rayain sama kita takut nya bokap nya gak setuju" sambung Sinthia.


"Raisa gak mau ulang tahun nya di rayain gede gedean walaupun bokap nya mampu juga dia tetap gak suka".


"Tapi kayak nya suprise kecil kecilan gak apa apa kali ya".


Sinthia pun berniat menghubungi Adam hendak mangajak Adam untuk berdiskusi.


"Kak Adam lagi sama Raisa gak?" kalo lagi sama Raisa menjauh dikit ada yang mau aku omongin".


Adam pun menjauh dari Raisa,"Apaan?"


"Ke cafe Flamboyan dong, kita mau rundingin surprise buat Raisa".


"Gue sudah punya rencana sendiri buat berdua, udah dulu ya Raisa sudah mulai curiga" Adam pun memutuskan sambungan telepon nya.


Tampak wajah Sinthia sangat kecewa,"Kak Adam sudah punya rencana sendiri".


Davian memberi saran,"Gimana kalau surprise nya di kantin saja".


semua tersenyum menyetujui, sepertinya memang kantin tempat yang bagus. Tidak terlalu ramai dan tidak juga terlalu mewah.


...----------------...


Beberapa hari kemudian tiba saat nya ulang tahun Raisa.


seharian itu teman teman Raisa menjauhi Raisa. Raisa kesal, bahkan Raisa juga bingung apa salah nya hingga teman teman nya menjauhi dia seperti itu.


Raisa pun mencari Adam, namun tetap tidak menemukan Adam di mana pun. Handphone Adam pun tidak bisa dihubungi. Ada yang aneh dengan teman teman Raisa hari ini.


Raisa tidak ingat sama sekali kalau hari ini dia ulang tahun. Karena Raisa memang type anak yang tidak suka kalau ulang tahun nya di rayakan makanya dia lupa.


Saat pulang sekolah Johan memberikan sebuah kartu kepada Raisa. Lalu pergi tanpa berkata apapun pada Raisa.


Raisa membuka kartu itu lalu membaca isi nya.


***Gue tunggu lo di kantin


"Ngapain juga kak Davian ngajak ketemuan di kantin?" ucap Raisa dalam hati.


Tanpa berfikir panjang Raisa pun berjalan menuju ke kantin. Dia semakin aneh kenapa tidak ada seorang pun yang ada di kantin saat ini. Dia melihat banyak tulisan aneh di kantin.


"Apa besok ada acara disini?"


Duuuaaaarrrr!!! Terdengar suara balon meletus.


Sahabat sahabat Raisa pun menghampiri nya, sementara Sinthia membawa kue ulang tahun dengan lilin yang sudah menyala.


"Happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you....." serentak semua bernyanyi untuk Raisa.


"Selamat ulang tahun Raisa"


Tanpa menunggu aba aba pun Raisa langsung meniup lilin yang dari tadi tertiup angin.


Semua pun bertepuk tangan dilanjutkan banyak confeitti berjatuhan dari atas.


Raisa merasa senang dengan kejutan yang diberikan oleh teman teman nya. Raisa tidak menyangka akan mendapatkan kejutan ulang tahun dari teman teman yang sangat menyayangi nya.


"Terimakasih teman teman".


Raisa memandang kesana kemari mencari Adam yang tidak ada diantara mereka.


Raisa hanya terdiam,"Gue fikir kalian marah sama gue".


Semua tertawa mendengar apa yang dikatakan Raisa.


Mereka pun langsung mengerjai Raisa dengan krim kue. Sehingga baju Raisa pun kotor semua, Davian memberikan paper bag pada Raisa.


"Ini kado dari kita" ucap Davian.


"Baju lo kan kotor, udah pake itu aja pulang nya"usul Winda.


Raisa pun membersihkan diri, lalu mengganti pakaian di toilet. Teman teman Raisa hanya menunggu di luar toilet.


Setelah mengganti pakaian Raisa dan teman teman nya pun berjalan menuju ke tempat parkir mobil.


"Rambut lo harus dikeringin".


Tantri pun mengeluarkan hair dryer dari dalam tas nya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil Davian, "Lo mau sekolah apa mau show" sindir Raisa melihat alat make up Tantri yang sangat lengkap.


Tantri hanya tertawa kecil, lalu mereka pun me make over Raisa.


"Gue kan cuma mau pulang ke rumah, ngapain juga harus dandan kayak gini" ucap Raisa kebingungan.


"Ada kejutan lagi dari kita"sambung Oky. Setelah selesai mereka pun meninggalkan Raisa sendiri.


"Have fun ya Raisa".


Davian pun masuk dalam mobil, ia melihat Raisa yang duduk di jok belakang sangat cantik.


"Lo cantik banget Raisa, nyesel gue mutusin lo" goda Davian.


Raisa hanya tersenyum wajahnya memerah karena malu.


Tak lama kemudian mereka pun pergi meninggalkan sekolah.


Bersambung..........