I Love You My Enemy

I Love You My Enemy
Galau bersama.



Keesokan hari di sekolah..


Di kelas


Oky sedang curhat pada teman teman nya kalau dia dan Jery baru aja putus. Teman teman nya baru pertama kali melihat Oky seperti ini. Biasanya Oky yang paling tegar dan kuat selama ini diantara mereka.


"Sabar ya Ky"ucap Tantri mencoba menghibur.


'Iya, lo kan masih punya kita sahabat sahabat lo"sambung Sinthia sambil mengusap air mata Oky.


Sementara itu Raisa sedang membaca pesan dari Adam.


"Maafin gue dong Ra"


"Lo kenapa sih? Marahnya lama banget".


"Maafin gue yang sudah gak percaya sama lo".


Raisa hanya membaca pesan dari Adam dan tidak membalas.


"Gue maafin aja gitu" pikir Raisa.


Raisa bangkit dari tempat duduk nya lalu berjalan mencari Adam.


"Tadi Adam cedera selesai latihan, sekarang kayak nya lagi di UKS".


Raisa pun berjalan menuju ruang UKS, Kirana yang melihat Raisa sedang berjalan menuju UKS cepat cepat masuk ke dalam ruang UKS.


"Lo kenapa?" tanya Adam.


"Gak tau, kenapa tiba tiba aja kepala ku pusing"ucap Kirana mulai berakting.


Saat itu Adam mencoba berdiri dan bangkit dari tempat tidur. Kirana yang melihat Raisa hendak masuk ke ruang UKS langsung menjatuhkan diri nya dalam pelukan Adam.


Dan pemandangan itu pun dilihat oleh Raisa. Air Mata Raisa pun jatuh, hatinya hancur melihat Adam dan Kirana sedang berpelukan.


Raisa pun berlari meninggalkan Adam dan Kirana, Adam pun terbangun saat melihat Raisa berlari sambil menangis lalu mendorong Kirana.


"Gue beneran pusing Dam"ucap Kirana.


"Lo gak usah akting lagi, seharusnya dari kemarin gue gak percaya dan jauhin lo"bentak Adam kesal.


Sambil memegang bahu nya yang sakit Adam pun berlari mengejar Raisa.


Adam berhasil menggapai tangan Raisa dan langkah Raisa pun terhenti.


"Ini rekayasa Kirana yank...serius gue gak bohong"jelas Adam.


Raisa menghapus air matanya "Kejadian ini terulang lagi kan, saat itu bahkan lo gak percaya dengan kata kata gue bahkan lo lebih percaya sama kata kata dia".


Adam pun terdiam tak mampu untuk berkata kata.


"Mungkin lebih baik kita break dulu dan biarkan tenang dulu"ucap Raisa lagi.


Raisa pun pergi meninggalkan Adam.


...----------------...


Sesampai nya di kelas


Raisa duduk termenung di tempat duduk nya.


Teman teman nya melihat mata Raisa yang sembab sudah tahu siapa yang membuat Raisa menangis.


Suasana kelas pun yang biasanya rame oleh geng Raisa tiba tiba menjadi sepi.


"Lo gak apa apa kan Ra?"tanya Oky.


Raisa menatap Oky "Maafin gue Ky ga bisa hibur lo saat lo sedih".


"Gue ngerti kok"ucap Oky lalu memeluk Raisa.


...----------------...


Saat jam istirahat di kantin.


Saat itu hanya ada Rizky, Joe, Sinthia, Winda dan Tantri yang berada di kantin.


"Gue ikutan galau, dua sahabat gue kayak gini"ucap Sinthia.


"Di kelas juga Adam dan Davian saling bermusuhan lagi"sambung Rizky.


"Ini semua gara gara si pengacau Kirana"umpat Tantri kesal.


"Mana pertandingan final futsal sebentar lagi"sambung Joe.


Mereka pun terdiam dan hanya minum di kantin, tidak seperti biasanya segala di pesan.


...----------------...


Di sisi lain Kirana tersenyum senang melihat Adam dan Raisa saling menjauh.


"Kalau gue gak bisa dapetin Adam lo juga gak boleh jadi pacar nya"ucap Kirana sambil tersenyum licik.


...----------------...


Sepulang sekolah


Raisa diantar oleh Davian, melihat Davian mengantar Raisa, Adam pun cemburu.


Lalu Adam menghentikan motor Davian. "Lo cari kesempatan buat deketin Raisa lagi kan?".


"Siapa suruh lo buat dia nangis, gue relain Raisa sama lo biar dia bahagia".


Raisa yang duduk di belakang Davian hanya diam tanpa memandang Adam.


Davian pun dengan cepat melakukan motor nya meninggalkan Adam.


Bersambung..........