I Love You My Enemy

I Love You My Enemy
Kekesalan Raisa



Saat jam istirahat di kantin Raisa menceritakan kejadian tadi pagi pada sahabatnya Sinthia. " Jadi lo sekarang pacaran dong sama kak Adam?" tanya Sinthia penasaran.


Raisa menatap kesal pada Sinthia dan menggerutu " amit - amit Sin, ogah banget gue jadian sama tuh cowok". Gak terbayangkan dalam otak Raisa kalau dia harus pacaran sama Adam musuh bebuyutannya itu.


" Mending sama kak Davian, selain cool, ganteng, sopan pokoknya perfect banget deh" senyum Raisa sambil membayangkan wajah tampan kakak kelasnya Davian.


Tiba tiba apa yang Raisa hindari dan dibenci justru hadir didepan Raisa. " Hai beib, kamu makan ke kantin kok gak ngajak aku sih" ucap Adam sambil merangkul Raisa. Raisa yang jengah dengan sikap Adam langsung melepaskan rangkulan Adam. " Lo bisa gak bedain mana yang pura pura sama yang beneran?".


" Kalau lo ada disana Sin, lo pasti bakal percaya sama gue,...Raisa memohon bilang suka sama gue" gerutu Adam sambil memandang wajah cantik Raisa. Sinthia hanya diam, dia sudah terbiasa dengan pertengkaran diantara mereka.


Pokoknya gue gak akan lepasin lo beib,..lo milik gue sekarang" ucap Adam sambil tersenyum smirk meninggalkan Raisa dan Sinthia.


"Emang gila ya tuh cowok, kenapa gue harus ketemu dia lagi sih disini" ujar Raisa sambil menggerutu menyesali tindakannya tidak memilih dihukum berdiri didepan tiang bendera saja.


Sinthia yang dari tadi memperhatikan hanya tertawa kecil. Ia tahu kalau saat ini Raisa sedang dikerjain oleh Adam.


" Ra,,kak Adam sebenarnya cakep juga loh" ledek Sinthia.


" Tapi dia itu tengil,suka iseng dan bikin kesel, lo tahu sendiri kan berapa kali gue pacaran putus terus gara gara tuh cowok" ucap Raisa sedikit kesel.


" Awas ya kebencian lo akan berubah jadi cinta, kayak di sinetron sinetron gitu" ledek Sinthia lagi.


" Gak lah sampai kapan pun gue gak akan suka apalagi cinta sama dia" jawab Raisa.


Tiba tiba jantung Raisa berdegup kencang, cowok tampan yang dia harapkan akhirnya datang juga.


" Boleh duduk disini gak ya? didalam penuh"


Kantin saat jam istirahat pasti penuh, apalagi saat ini semua siswa masuk pagi. Karena masa orientasi masih berlangsung dan belum ada pembagian kelas. Di SMA BHAKTI MANDIRI tiap kelas dibagi dua, masuk pagi dan siang.


" Boleh kak, boleh banget " ups Raisa keceplosan.


Davian tersenyum lalu duduk sambil menaruh mangkuk yang berisi bakso makanan favorit nya.


" kamu dah kenal lama sama Adam?" tanya Davian sambil mengaduk bakso nya.


"Kenapa emangnya kak?" sambung Sinthia penasaran.


"Enggak, aneh saja sih, secara Adam biasanya dingin dan cuek sama orang yang baru dia kenal".


"What,....apa nya yang dingin.. tengil kayak gitu" gumam Raisa dalam hati.


"Tapi kak dia dari dulu sama Rai,,,,,,,," belum sempat Sinthia melanjutkan ucapannya Raisa sudah menutup mulut Sinthia dengan kerupuk.


"Banyak cewek yang ngejar ngejar dia tapi Adam selalu cuek dan dingin...tapi dia mepet terus ke kamu loh"


"Cowok tengil kayak gitu masa iya banyak yang suka" gumam Raisa dalam hati.


"Kakak duluan ya, kalian langsung aja masuk ke kelas kalian" lalu Davian pun meninggalkan Raisa dan Sinthia.


Waktu terus berjalan dan tiba saatnya jam pulang, Adam menunggu Raisa dengan motornya.


Raisa yang melihat Adam hendak membalikkan badan namun langkahnya terhenti seketika.


"Bieb......" teriak Adam dengan keras sehingga banyak mata melihat ke arah Raisa.


" Sialan..!! tuh cowok bikin gue malu aja" Raisa pun menghampiri Adam. " Lo mau mati ya? bisik Raisa.


Adam pun ikut berbisik, " Lo mau ikut bareng gue atau gue cium lo didepan banyak orang"


Raisa pun terpaksa ikut motor Adam. Mereka pun melaju dengan cepat. Adam sengaja mengendarai motornya sedikit kencang sehingga Raisa pun dengan terpaksa memeluk pinggang Adam.


Sepanjang jalan Adam terus tersenyum saat Raisa memeluknya. Berbeda dengan Adam, justru Raisa malah cemberut dan kesal.


Hmmmm,,penasaran gak nih guys,,,


gimana nih kelanjutan kisah mereka,,,,,😂