
Di kantin sekolah, di saat Raisa ke perpustakaan sendirian, Sinthia dan teman teman nya dibantu oleh Rizky dan Davian, mereka merencanakan sesuatu untuk menyatukan Adam dan Raisa yang ego dan gengsi nya tinggi.
Tak lama setelah itu mereka dikejutkan oleh Raisa yang baru saja datang dari perpustakaan.
" Kenapa ngeliat gue kayak habis lihat setan?"tanya Raisa heran.
Semua nya hanya tersenyum memandang Raisa. Raisa menatap mereka dengan heran, mereka seperti merencanakan sesuatu.
...----------------...
Waktu terus berjalan setiap hari teman teman Raisa mengompori Raisa, menceritakan kedekatan Adam dan Kirana.
Raisa kesal, Raisa marah, saking kesal nya tanpa sadar ia melempar bola basket ke arah Adam tapi yang kena justru Kirana.
Untungnya Kirana tidak kenapa kenapa.
" Maaf gue gak sengaja" ucap Raisa sambil berlalu pergi meninggalkan Kirana dan Adam.
Adam yang merasa aneh dengan sikap Raisa pun mengikuti dari belakang menuju ruang olah raga.
Ruang olah raga indoor di sekolah memang tidak jauh dari lapangan basket. Saat ini ruangan itu kebetulan sedang sepi.
Adam melihat Raisa menangis terisak sambil membelakangi dirinya.
" Lo kenapa sih akhir akhir ini marah marah terus?" tanya Adam.
Suara itu mengagetkan Raisa, lalu Raisa pun membalikkan badan nya. Raisa meluapkan semua emosi nya pada Adam.
" Kenapa hah?! Gak boleh?" teriak Raisa sarkas.
" Iya, gue tanya lo kenapa jadi kayak gini?" ucap Adam malah balik bertanya.
"Gue jealouse, puas lo" teriak Raisa kesal.
" Lo terus terusan dekat sama cewek itu, lo suka sama dia?".
Belum sempat Raisa melanjutkan kata kata nya Adam dengan cepat mencium bibir Raisa.
Adam yang melihat Raisa terkejut, segera menghentikan ciuman nya.
Namun ternyata Raisa justru menarik lengan Adam dan membalas mencium bibir Adam. Mereka berciuman cukup lama, untung nya suasana saat itu tidak ada satu orang pun di ruangan olah raga tersebut.
" Maka nya kalau cinta bilang cinta gak usah gengsi" sindir Adam.
" Itu elo bukan gue". Mereka pun berpelukan.
" Boleh lagi gak?" tanya Adam.
Raisa mencubit perut Adam,"Awas aja kalau dekat dekat sama cewek lain".
" Mau aahh biar gue di cium lagi" tantang Adam.
Lalu saat hendak berlari, "wahh nantangin dia ".
Adam pun mengejar Raisa, mereka berlarian di ruangan itu. Setelah merasa lelah mereka pun kembali berciuman. Seperti sepasang anak muda yang sudah lama mencintai namun terhalang oleh gengsi dan ego.
Tak lama kemudian mereka pun keluar dati ruangan olahraga. Sesampai nya mereka di luar Adam dan Raisa melepas genggaman tangan masing masing. Ternyata mereka masih enggan mempublikasikan hubungan mereka.
Kirana yang tadi sempat melihat Adam dan Raisa berciuman mesra di ruang olah raga, tampak termenung sendiri di perpustakaan.
...----------------...
Di kelas Raisa senyum senyum sendiri dengan wajah bersemu merah.
" Ada yang lagi bahagia nih" sindir Sinthia seperti sudah menyadari apa yang terjadi pada sahabat nya itu.
Raisa pun menceritakan apa yang terjadi tadi di ruang olah raga kepada sahabat sahabat nya.
Semua teman Raisa ikut bahagia melihat Raisa bahagia. "Lo ciuman sama kak Adam?" Tantri sangat terkejut mendengar cerita Raisa.
" Gue gak tau rasa nya ciuman kayak gimana" sambung Winda yang ternyata belum pernah berpacaran sampai saat ini.
" Ini ciuman pertama lo? Eh, kayak nya sama kak Davian juga udah,"ucap Tantri.
"Bukan yang pertama, sama kak Davian justru gue belum pernah ciuman"jelas Raisa lagi.
Raisa lalu menceritakan saat Adam mengambil ciuman pertama nya. Tapi Raisa tidak menceritakan ciuman dengan Adam saat di tempat camping.
Semua tertawa mendengarkan cerita Raisa.
...----------------...
sementara itu di kelas Adam.
Davian menghampiri Adam, "ada yang lagi senang nih".
Rizky pun tersenyum, "Kucing sama anjing akhir nya jadian juga".
Adam mencibir ke arah Rizky, lalu Adam menatap Davian. "Lo beneran gak apa apa Dav?" tanya Adam merasa bersalah pada sahabat nya itu.
"Gue sama yang lain malah yang rencanain ini semua", jelas Davian.
"Iya Dam, tadi kita sengaja panas panasin Raisa, ternyata Raisa kalau lagi marah menyeramkan" ujar Rizky sambil bergidik ngeri.
"Dulu dia memang galak dan tomboy, sejak suka sama Davian aja dia sedikit lebih lembut.
"Kayak nya emang dari dulu kalian sudah saling suka tapi kepentok sama ego dan gengsi" ucap Rizky lagi.
Adam hanya tertawa kecil mengingat kejadian tadi di ruang olah raga.
Bersambung.......