ERLANGGA

ERLANGGA
Nona Bar-Bar #1



Mayang masuk keruangan Alexa dengan terburu- buru, ia benar- benar khawatir karena suara Alexa terdengar sangat marah saat menelponnya tadi.


"Tuk,,,tuk,,,!" Mayang mengutuk pintu ruang kerja Alexa.


Karena tidak ada jawaban dari dalam, Mayang akhirnya langsung masuk dan sepasang mata langsung menyambut kedatangannya.


"Hei,,,! Alexa,,,?"Sapa Mayang.


"Good morning,,,!".


"Nggak usah basa- basi, sini loe,,,!" Alexa menyuruh Mayang mendekat.


"Ini apa,,,,?" Alexa melempar sebuah map dihadapan Mayang.


"Ini kerjaan siapa,,,,? Kamu tidak bisa mengawasi pekerjaan bawahan kamu ya,,,!".


Mayang melirik map yang berada dihadapannya, ia mulai gelisah.


"Aduh,,, bisa gawat nie,,,! Kenapa loe nggak dengerin ucapan gue sih Des,,,!".


"Lex,,,! Kita bicarakan masalah ini baik- baik ya,,! Loe nggak usah emosi dulu. Loe tenang ya,,,!".


"Tenang,,,! Loe nyuruh gue tenang setelah melakukan kesalahan seperti ini,,,! Loe waras nggak sih May,,,? Gue lagi kesal tahu nggak sih loe,,,?" Alexa mengacak- acak rambutnya.


"Kenapa isi kontrak ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya,,,? Kamu tahu ini klien penting,,,? Loe ngawasi bawahan loe nggak sih,,,?".


"Sorry Lex,,,! Gue nggak tahu kalau isi kontraknya bakal berbeda dari kesepakatan kita. Gue akui itu kesalahan gue. Gue nggak memeriksa isinya lagi dan langsung mengirimkannya kepada klien. Sorry Lex,,,,! Gue minta maaf,,,!" Jawab Mayang.


"Loe pikir dengan ucapan sorry semuanya bakal selesai,,,?" Alexa berdiri.


"Siapa yang membuat kontrak ini,,,? Gue harus memberikan hadiah istimewa untuknya".


"Alexa,,, tunggu dulu Lex,,,! Loe tenang dulu,,!" Mayang berusaha menahan Alexa untuk tidak keluar.


"Loe nggak usah keluar, biar gue yang urus masalah ini".


"Loe sudah gagal mengawasi bawahan loe,,,!".


Alexa merupakan seorang CEO di sebuah perusahan yang bergerak di bidang Fashion bernama " The Lexxa Royyal" dimana perusahaannya menaungi beberapa disainer- desainer muda dan berbakat dari berbagai segi mode mulai dari fashion pakaian ( pria, wanita dan anak- anak), sepatu, jaket bahkan aksesoris, semuanya berada dibawah naungan The Lexxa Royyal.


Jadi ia bertanggung jawab penuh akan produk- produk rancangan dari disainer- disainernya tersebut.


Alexa berjalan dengan cepat dan wajah dingin yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi segan dan takut. Mayang mengikutinya dari belakang dengan perasaan cemas.


Alexa terus berjalan hingga sampai diruangan karyawan dan langsung menuju kesebuah meja sambil melemparkan sebuah map diatasnya.


"Apa ini,,,?" Tanya Alexa sambil mengeretakkan giginya.


Dessi terkejut melihat wajah Alexa yang marah.


"Ada apa nona,,,?" Tanya Dessi.


"Ada apa nona,,,? Kamu masih berani tanya ada apa,,,? Kamu nggak sadar kalau kamu sudah melakukan kesalahan yang besar. Sangat besar,,,! Kamu sadar nggak sih,,,,?" Ucap Alexa kesal.


Dessi mengambil map yang dilempar Alexa tadi dan ia terkejut ternyata itu adalah kontrak kerja yang pernah ia buat. Dia tidak tahu ada masalah apa, namun kalau nona Alexa datang menemuinya secara langsung sudah pasti ia telah melakukan sebuah kesalahan besar.


"Maaf nona Alexa,,,! Saya minta maaf. Saya sadar kalau saya sudah melakukan kesalahan besar. Saya minta maaf. Saya janji akan menyelesaikan masalah ini sekarang juga" Ucap Dessi terbata- bata.


"Nggak perlu,,,! Gue udah nyelesaiin sendiri"


Alexa menatap Dessi tajam.


"Kerjaan kamu apa sih,,,? Masa urus masalah begini aja nggak becus. Kamu udah bosen kerja disini,,,?".


"Tidak nona,,,! Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya minta maaf nona, saya salah, saya tidak teliti dalam membuat surat kontrak tersebut" Dessi menunduk tidak berani menatap Alexa.


"Kamu tahu nggak,,, Gara- gara kamu yang ceroboh tidak teliti membuat kontrak ini, Gue hampir kehilangan klien ini tahu nggak,,,? Perusahaan ini hampir kehilangan klien penting,,,!" Suara Alexa penuh penekanan.


"Kamu tahukan, gue tidak pernah mentoleri kesalahan sekecil apapun. Dan kamu telah berani membuat kesalahan yang begitu besar".


Mayang mendekati Alexa.


"Sudah Lex,,,! Cukup,,,!".


Alexa tidak bergeming.


"Maafkan saya nona Alexa,,,! Saya benar- benar minta maaf. Saya telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Saya janji tidak akan pernah mengulanginya lagi" Ucap Dessi.


Alexa menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Dessi.


"Ini peringatan keras buat Kamu, kalau kamu melakukan kesalahan seperti ini lagi, kamu bisa langsung angkat kaki dari kantor ini. Kamu mengerti,,,!".


"Iya nona, saya mengerti,,,! Saya akan melakukan yang terbaik" Ucap Dessi.


"Mulai besok dan sampai satu bulan kedepan kamu bertugas sebagai asisten mereka semua" Alexa menunjuk keseluruh ruangan.


"Kamu mengerti,,,?".


"Iya saya mengerti nona Alexa" Jawab Dessi pelan.


"Apa, kamu bilang apa,,,?" Alexa pura- pura tidak mendengar.


"Kamu mengerti,,,?" Alexa berteriak.


Teriakan Alexa terdengar keseluruh ruangan hingga membuat para karyawan lain ikut ketakutan.


"Iya nona Alexa. Saya mengerti,,,?" Jawab Dessi dengan tegas.


"Alexa,,,! Sudah cukup,,,! Kamu sadar nggak sih, kamu membuat para karyawan ketakutan,,,!" Bisik Mayang.


"Biarkan saja,,,! Memang itu yang aku inginkan" Alexa tersenyum sinis.


Alexa melempar pandangan keseluruh ruangan sambil menatap karyawannya satu persatu.


"Kalian semua dengar baik- baik ya,,,!" Alexa menunjuk kesemua karyawannya.


"Kalian bekerja disini bukan sebagai pekerja suka rela, kalian semua digaji dengan bayaran yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari perusahaan sejenis ini. Maka dari itu kalian jangan main- main,,,"!.


Alexa memukul meja hingga membuat para karyawan terkejut bahkan ada yang ketakutan.


"Kalian harus melakukan semua tugas dan kewajiban kalian dengan sempurna. Ingat,,, dengan sem-pur-na tanpa cela sedikitpun. Kalian tahukan aku tidak menyukai kalau ada kesalahan apapun dan tidak akan pernah mentoleri siapapun yang membuat kesalahan sekecil apapun. Kalian mengerti,,,?".


"Iya kami mengerti nona Alexa,,,!" Jawab para karyawan bersamaan dengan suara yang tegas.


"Bagus,,,! Aku suka semangat kalian".


Alexa tersenyum.


"Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian.


Alexa melangkah keluar meninggalkan para karyawannya yang masih ketakutan.


"Ah,,, Jantungku hampir saja copot" Seorang karyawan mengusap dadanya.


"Aku kebelet pipi,,,!" Seorang karyawan lari kekamar mandi.


"Wah,,,! Nona Alexa memang luar biasa. Dibalik wajahnya yang cantik dan anggun, ternyata ia juga memiliki sifat Bar- bar". Ucap salah satu karyawan.


"Iya benar. Cantik sih cantik tapi bar- bar begitu. Aku kok jadi merinding ya,,,?" Ucap karyawan lain.


"Nona Alexa harus ganti nama deh jadi Nona Bar- Bar, Hehehehe,,,!".


"Iya kamu benar,,,!".


"Iya benar,,,!".


Mereka semua sepakat dengan julukan nona Alexa yang baru yaitu Nona Bar- Bar.


Alexa masuk kedalam kantor dan langsung menjatuhkan tubuhnya keatas sofa empuk kesayangannya.


"Pagi- pagi sudah membuat suasana hati gue menjadi kesal" Oceh Alexa.


Mayang masuk kedalam kantor Alexa dan mendekatinya.


"Lexa,,,!" Panggil Mayang.


"Eemmm,,,!" Balas Alexa sambil memejamkan matanya.


"Apa loe nggak keterlaluan tadi,,,!" Ucap Mayang.


"Loe bisa kan ngomong baik- baik sama mereka, nggak perlu teriak- teriak begitu. Mereka pasti tahu kok tugas dan kewajiban mereka masing- masing".


Alexa membuka mata dan bangkit kemudian menatap Mayang.


"Kenapa,,, Loe keberatan,,,! Loe nggak suka,,,!".


"Bukan begitu Lex,,,! Maksud gue, loe kasih tahu sama mereka dengan suara yang lebih lembut dan sopan" Jawab Mayang.


"Apa,,,,! Lembut,,,! Hah,,,!" Alexa tertawa.


"Gue harus ngomong selembut apa lagi sih May,,,! Harus mendayu- dayu,,,! atau harus selembut putri- putri keraton,,,,! Gitu maksud loe,,,!".


"Ya nggak begitu juga kali Lex,,,! Setidaknya loe nggak perlu berteriak dihadapan mereka. Mereka sudah bekerja sebaik mungkin bahkan sangat baik" Jelas Mayang.


"Dengar ya May, gue nggak bisa lemah lembut kalau sudah berhubungan dengan pekerjaan. Dan loe tahu itu kan,,,!"


Dan satu hal lagi, jangan pikir karena loe sahabat gue jadi loe bisa bebas dari hukuman. Loe tetap mendapatkan sebuah peringatan karena telah melakukan kelalaian".


"Iya gue tahu,,,! Loe cuma anggap gue sahabat loe hanya pada saat loe butuh teman curhat doang kan,,,! Sisanya gue sama aja kayak karyawan loe lainnya" Ucap Mayang.


"Heh,,, Bagus kalau loe tahu,,,!" Alexa tersenyum.


Suasana hening.


Mayang bangkit ingin keluar dari ruang kerja Alexa namun ia mendengar Alexa menghela nafas panjang. Mayang tahu Alexa sedang punya masalah.


"Loe kenapa,,,? Ada masalah,,,?" Mayang kembali duduk dan menatap Alexa.


"Masalah apa lagi,,,? Masalah dengan klien,,,? Keluarga loe,,,? Atau masalah dengan Nikolas,,,?".


Alexa berdesah mendengar nama Nikolas disebut dan Mayang mengetahui hal itu.


"Ada apa lagi dengan Niko,,,? Dia berulah lagi,,,?" Tanya Mayang.


Alexa menatap Mayang.


"Gue putus dengan Niko,,,!".


"Putus,,,!"


Bersambung,,,!!!