ERLANGGA

ERLANGGA
Tidak Suka



Alexa turun dari Taxi dan berjalan menuju kedalam bengkel Sofian Otomotif. Suasana bengkel terlihat sangat sepi, tidak ada seorangpun yang melakukan aktifitas dibengkel itu. Alexa memandangi kesekeliling namun tidak menemukan siapapun disana.


"Aneh,,,! Kok sepi banget ya,,,!".


Alexa berhenti, ia ragu untuk terus melangkah.


"Kemana perginya orang- orang bengkel ini,,,,? Kenapa tidak ada seorangpun disini,,,?".


Alexa melihat mobilnya yang masih terparkir ditempatnya.


"Apa aku bawa aja ya mobil ini,,,! Besok aku kembali lagi untuk melunasi biaya perbaikannya,,,?".


Alexa mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya.


"Kuncinya juga ada sama gue. Apa gue bawa pergi aja ya,,,?" Alexa ragu- ragu.


"Ah tidak- tidak,,,! Aku tidak bisa melakukan itu".


"Mereka pergi kemana ya,,,!".


Alexa memutuskan untuk mencari para pegawai bengkel kesegala arah namun ia benar- benar tidak mengetahui keberadaan mereka. Alexa akhirnya melangkah menuju kantor mungkin ia akan bertemu dengan seseorang didalam sana.


Alexa masuk kedalam kantor dan melihat Erlangga sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Hai,,,!" Sapa Alexa kepada Erlangga.


Erlangga kaget dan melirik kearah suara.


"Alexa,,,!".


"Hai,,,! Aku nganggu ya,,,!" Alexa mendekati Erlangga.


"Ada apa,,,? Untuk apa kamu datang kesini lagi,,,?" Tanya Erlangga.


"Ya,,,! Pertanyaan apa itu,,,! Kenapa aku datang kesini lagi,,,? Hah,,,! Memangnya tidak boleh kalau aku datang kesini lagi,,,? Masalah buat kamu,,,!" Alexa kecewa mendengar pertanyaan konyol itu.


"Menurut kamu untuk apa aku bolak- balik datang kebengkel ini,,,?" Alexa menunjukkan kunci mobilnya.


"Untuk ini, tahu,,,!".


Erlangga mengangguk mengerti.


"Ok,,,! Sekarang kamu bisa membawa mobil kamu pulang".


"Aku memang akan membawa mobil ini pulang sekarang. Lagipula aku sudah terlalu lama meninggalkan mobilku disini" Ucap Alexa.


"Tapi,,,! Bagaimana dengan biayanya,,,?".


"Kamu belum menyelesaikannya dengan Panji,,,?".


Alexa menggelengkan kepalanya.


"Belum,,,! Waktu itukan nggak sempat karena kamu buru- buru pergi".


Erlangga ingat kejadian tempo hari.


"Ok,,,! Tunggu sebentar,,,!".


Erlangga mengambil sebuah buku untuk melihat catatan yang telah ia tulis sebelumnya.


"Ini rincian biaya perbaikan dan perawatan mobil kamu".


Alexa mengambil catatan itu.


"Apa,,,! Ini nggak salah,,,! Kamu nggak salah hitungkan,,,?".


Alexa sedikit terkejut karena biaya perbaikan mobilnya jauh lebih murah dari bengkel langganannya.


"Kenapa,,,? Ada masalah,,,? Aku sudah menghitungnya dengan baik. Jadi tidak mungkin ada kesalahan".


"Serius,,,!" Alexa tertawa kecil.


"Wah,,,! Aku harus sering- sering mampir kebengkel ini nih".


Alexa mengeluarkan uang dari tasnya dan langsung menyerahkannya kepada Erlangga.


"Ini,,,!".


Erlangga menerima uang yang diberikan oleh Alexa dan menghitungnya. Erlangga menghitung berulang kali karena merasa uang yang diberikan oleh Alexa lebih dari biaya sebenarnya.


"Ini kelebihan".


Erlangga mengembalikan uang lebih kepada Alexa


"Kamu ambil kembali. Aku hanya akan mengambil hakku saja".


"Kenapa dikembalikan,,,? Aku memang segaja memberikan lebih untuk kamu".


"Tidak perlu. Kamu tidak perlu memberikan uang lebih kepada kami. Kami bekerja sesuai prosedur dan tidak menerima tip".


"Kenapa,,,? Inikah bukan hal yang dilarang. Pelanggan boleh memberikan uang tip kepada pemberi jasakan,,,? Anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih dari aku".


"Tapi itu tidak berlaku bagi kami" Jawab Erlangga tegas.


"Kamu itu kenapa sih,,,? Ketus banget sama aku. Akukan cuma bertanya, nggak perlu dijawab dengan jawaban seketus itu juga kali" Ucap Alexa kesal.


"Kamu nggak suka sama aku,,,?".


Erlangga tidak ingin menjawab pertanyaan yang berikan oleh Alexa. Baginya hal itu tidak perlu untuk diberi penjelasan. Erlangga memalingkan wajahnya dari Alexa.


"Hai,,,!".


"Apa,,,! Kamu mau apa,,,?" Erlangga juga mulai terlihat kesal dengan semua pertanyaan Alexa.


"Kamu mengabaikan aku lagi,,,? Jadi kamu benar- benar tidak suka sama aku,,,?".


Erlangga menarik nafas kemudian membuangnya perlahan.


"Sebenarnya jawaban apa yang mau kamu dengar,,,? Apa kamu mengharapkan jawaban lain,,,?".


"Ya, setidaknya kamu bisa jawab 'Iya' atau 'Tidak'. Jawab iya kalau kamu suka, jawab tidak kalau kamu nggak suka. Gampangkan. Apa susahnya sih,,,!".


"Tidak,,,!" Erlangga menjawab asal- asalan.


"Tidak,,,! Kenapa,,,? Kenapa kamu tidak suka. Apa yang kamu tidak suka dari aku,,,? Apa aku kurang cantik, kurang seksi,,,?" Alexa terus mengoceh hingga membuat Erlangga semakin kesal.


"Hei,,,!" Erlangga menatap Alexa tajam.


"Kamu bisa pergi sekarang apa nggak,,,? Aku masih punya banyak pekerjaan dan aku tidak punya waktu untuk mendengar ocehan yang tidak berguna dari kamu. Aku sibuk,,,! Jadi aku minta kamu lebih baik pergi sekarang".


Alexa kaget melihat wajah Erlangga yang merah padam karena marah, ia memutuskan untuk tidak ingin melanjutkan pembicaraannya lagi.


"Apa ini,,,! Wajahnya terlihat sangat marah. Aku tidak mungkin terus menggodanya sekarang, ia pasti akan bertambah marah.


Erlangga lain kali kita sambung lagi ya,,,,!".


Alexa tersenyum kecil.


"Baiklah, kalau kamu memang tidak suka aku ada disini maka aku akan pergi sekarang juga. Aku akan meninggalkan bos Angga yang super duper sibuk seorang diri. Ok,,,!".


Alexa berbalik menuju pintu keluar dengan perasaan kesal karena merasa sikap Erlangga yang terlalu dingin itu sudah sangat keterlaluan. Namun Alexa menghentikan langkahnya, ia lupa mengatakan sesuatu kepada Erlangga.


"Oh iya,,,! Terima kasih kamu sudah menolong aku kemarin. Aku senang karena kamu ada disaat aku butuh bantuan" Ucap Alexa.


"Ya,,,!" Jawab Erlangga seadanya.


"Ya,,,! Jawaban apa itu. Semakin lama dia membuatku semakin kesal. Awas kamu Erlangga,,,!".


Alexa keluar dari ruang Erlangga, ia berjalan dengan cepat meninggalkan kantor tersebut.


"Ya,,,! Jawaban macam apa itu. Apa tidak bisa ia memberi jawaban yang sedikit lebih santai dan tidak kaku seperti itu" Alexa masih kesal.


"Awas saja kamu ya, aku akan bikin kamu sadar siapa Alexa yang sebenarnya".


Alexa menghentikan langkahnya ketika mendengar suara tawa dari arah belakang. Rasa penasarannya telah mengalahkab rasa kesalnya kepada Erlangga. Alexa berbalik mencari sumber suara itu.


Panji Cs sedang menikmati makan siang mereka sambil bersantai di saung belakang. Mereka menikmati makanannya sambil bersenda gurau dan saling menggoda satu sama lain.


"Lain kali kita makan siang diluar ya,,,!" Ajak Dedi.


"Memangnya mau makan dimana mas bro,,,?" Tanya Ojan.


"Dimana saja juga boleh, yang penting diluar dari bengkel ini" Jawab Dedi.


"Ide bagus itu,,,!" Sambung Panji.


"Iya, aku setuju,,,!" Leon juga setuju.


"Memangnya kenapa kalau makan didalam bengkel,,,? Ada masalah ya,,,?" Tanya Abeng.


"Ya elah,,,! Beng,,, Beng,,,! Loe emang nggak pernah nyambung ya kalau diajak ngomong. Kita lagi ngomongin apa, loe nyambungnya apa" Keluh Dedi.


Abeng menggaruk kepalanya karena memang tidak mengerti arah pembicaraan mereka.


"Emangnya bukan ya,,,! Maaf,,,!".


"Gue ingin makan makanan restoran" Ucap Dedi.


"Kayak apa rasanya ya,,,!".


Ojan, Leon, Panji dan Abeng ikut mengkhayal setelah mendengar ucapan Dedi. Mereka juga penasaran dengan rasa makanan dari restoran.


"Ya pasti enaklah,,,!" Alexa menjawab pertanyaan dari Dedi.


Panji dan teman- temannya kaget mendengar suara wanita dan mereka saling menatap.


"Suara apa itu,,,?" Tanya Ojan.


"Suara perempuan,,,!" Jawab Abeng.


"Iya suara perempuan, tapi suara siapa,,,?" Dedi ikut penasaran.


"Suara Tuan Putri,,,!" Alexa kembali menjawab pertanyaan Dedi.


Panji Cs saling menatap dan bergeser mendekat, mereka mulai menerka- nerka suara apa yang baru saja mereka dengar.


"Haaaaa,,,,!" Alexa muncul dari belakang dan mengejutkan Panji Cs.


"Aaaaa,,,,!" Panji Cs berteriak dengan sangat keras, mereka terkejut karena Alexa muncul tiba- tiba dan mengejutkan mereka.


"Hahahahaha,,,!" Alexa tertawa senang melihat Panji Cs terkejut.


"Alexa,,,!" Panji menatap Alexa yang sedang berdiri dihadapan mereka.


"Hai,,,!" Alexa melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Panji dan teman- temannya.


Bersambung,,,,,!!!