ERLANGGA

ERLANGGA
Cinta Segi Empat



Alexa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang memasuki bengkel Sofian Otomotif. Mobil itu terus melaju hingga sampai ditempat parkir. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Alexa meraih ponselnya dan mulai melakukan pesanan online.


"Aku mau order apa ya,,,?" Alexa sedang berfikir.


"Kira- kira mereka suka makanan apa ya,,,? Ehm,,,! Daging, ayam atau ikan,,,?" Alexa masih bingung menentukan pesanannya.


"Mereka suka goreng atau berkuah,,,?".


"Ah,,,! Aku bingung,,,!" Alexa menggaruk kepalanya.


"Pesan semua aja deh,,,!".


Alexa akhirnya memilih beberapa menu makanan yang menurutnya akan disukai Erlangga dan karyawannya.


"Ok, selesai,,,! Tinggal tunggu makanan datang".


Setelah melakukan pesanan online, Alexa kembali memasukan ponselnya kedalam tas. Sekilas Alexa melirik kedepan dan melihat Erlangga sedang berdiri bersama karyawannya sambil menatap kearah mobilnya.


"Apa yang sedang mereka lakukan,,,? Apa mereka sedang menyambut kedatanganku,,,! Hehehehe,,,!" Alexa merasa geer.


Alexa meraih tas dan bergegas keluar dari mobilnya, pandangan matanya tertuju kearah Erlangga dan karyawannya berdiri. Alexa tersenyum sambil melangkah menghampiri Erlangga dan Dedi Cs.


"Hai,,,!" Sapa Alexa.


"Hei,,,!" Jawab Leon dan Ojan bersamaan.


"Kalian sedang sibuk ya,,,?" Tanya Alexa basa- basi.


Dedi Cs saling berpandangan, mereka ragu untuk menjawab pertanyaan Alexa. Mereka pura- pura sibuk dengan pekerjaannya masing- masing.


Alexa melirik Dedi Cs


"Hai,,,!" Panggil Alexa lagi.


"Mereka sedang sibuk, sebaiknya kamu tidak usah mengganggu mereka" Ucap Erlangga.


"Sibuk,,,!" Alexa melirik jam tangannya.


"Sekarangkan sudah waktunya jam makan siang. Memangnya mereka tidak beristirahat,,,? Mereka akan terus bekerja,,,?".


"Mereka belum boleh istirahat selama pekerjaan mereka belum selesai" Ucap Erlangga melirik karyawannya.


Dedi Cs masih pura- pura tidak mendengar dan terus melakukan pekerjaan mereka.


"Wah,,,! Kejam sekali,,,!" Ucap Alexa.


"Kasihan, kalian pasti capek,,,!".


"Kamu jangan terlalu kejam dengan mereka, kan kasihan,,,!".


Alexa menatap Erlangga.


"Lagipula wajahmu tidak cocok untuk menjadi orang yang kejam. Wajahmu terlalu tampan untuk peran itu".


Erlangga mengerutkan keningnya mendengar ucapan Alexa.


"Apa,,,!".


Alexa tersenyum melihat raut wajah Erlangga mulai berubah.


"Hm,,,! Kamu mulai kesal. Gampang banget sih membuat kamu marah. Cute,,,!".


"Sebenarnya mau apa kamu datang kemari,,,?" Tanya Erlangga.


"Aku yakin mobilmu baik- baik saja".


Alexa menyingirkan bibirnya.


"Suka- suka aku dong,,,! Aku mau pergi kemanapun itu urusan aku, bukan urusan kamu,,,! Sebenarnya aku hanya ingin melihat kamu".


"Hm,,,! Tadi aku ada urusan didaerah ini, karena kebetulan lewat jadi aku sekalian mampir untuk menyapa mereka" Alexa melirik Dedi Cs.


Dedi, Ojan, Abeng dan Leon saling berpandangan dan berbisik.


"Gawat nih,,,! Bos Angga pasti akan murka" Bisik Dedi.


"Kita harus waspada,,,!" Sambung Ojan.


Leon dan Abeng mengangguk tanda sepakat.


"Sejak kapan kamu menjadi dekat dengan mereka,,,?" Tanya Erlangga.


"Sejak hari ini,,,!" Jawab Alexa asal.


"Dan kami akan semakin dekat untuk kedepannya. Iyakan,,,?".


Lagi- lagi Dedi Cs pura- pura tidak mendengar dan segaja melirik kearah lain.


Sementara itu Naora menghentikan perdebatannya dengan Diaz ketika melihat Alexa sedang berdiri disamping Erlangga dan mereka terlihat mengobrol sambil saling berpandangan.


"Alexa,,,! Untuk apa cewe itu datang kesini,,,? Sial. Kali ini ku tidak akan membiarkannya" Naora mencengkram jemari tangannya kesal, ia meninggalkan Diaz dan berjalan menghampiri Erlangga.


Diaz bingung karena tiba- tiba Naora pergi meninggalkan dirinya.


"Hai, kamu mau kemana,,,? Urusan kita belum selesai,,,!" Teriak Diaz.


Naora tidak menghiraukan panggilan Diaz, amarahnya kini beralih kepada Alexa. Karena tidak ingin ditinggal, Diaz akhirnya mengikuti Naora dari belakang.


"Kenapa,,,? Kamu keberatan kalau aku datang kesini,,,?" Tanya Alexa kepada Erlangga.


"Iya, aku keberatan" Naora yang baru datang langsung menyela ucapan Alexa.


"Aku tidak suka kamu datang kesini".


Naora yang baru datang langsung berdiri disamping Erlangga yang kemudian diikuti oleh Diaz.


"Dia lagi,,,! Sebenarnya siapa sih cewe ini,,,?" Batin Alexa.


"Sorry,,,! Tapi aku nggak minta pendapat kamu,,,!" Ucap Alexa.


"Ini bengkelku,,,! Jadi aku berhak untuk tahu tujuan kamu datang kesini" Ucap Naora.


"Iya aku tahu,,,! Lantas kenapa,,,! Inikan area bisnis bukan area pribadi. Jadi nggak masalah dong kalau aku datang kemari" Ucap Alexa tidak mau kalah.


"Lantas apa maksud kamu datang kemari,,,? Yang pasti bukan untuk berbisniskan,,,!" Tanya Naora geram.


"Aku hanya mampir,,,!" Jawab Alexa santai.


"Dasar pembohong,,,!" Ucap Naora.


Diaz penasaran siapa wanita yang membuat Naora kesal.


"Siapa cewe itu,,,?" Tanya Diaz kepada Naora.


"Kamu mengenalnya,,,?".


"Bukan siapa- siapa,,,? Hanya cewe yang nggak penting" Jawab Naora.


Naora melirik Erlangga dan bertanya


"Kenapa kak Angga membiarkan cewe ini datang kesini lagi,,,? Bukankan kak Angga nggak suka ada cewe yang berkeliaran dibengkel kita. Kenapa kak Angga tidak mengusirnya. Kak Angga suka sama dia,,,?".


Erlangga diam tidak menjawab pertanyaan Naora.


Dedi Cs yang menyaksikan perdebatan itu mulai khawatir.


"Nah apa gue bilang,,,! Pasti akan terjadi peperangan disini,,,!" Bisik Dedi kepada rekan- rekannya.


"Wah,,,! Hebat. Ada tiga cewe yang sedang memperebutkan Bos Angga. Bos Angga memang hebat,,,!" Ucap Ojan.


"Bos Angga pasti sedang bingung untuk memilih salah satu dari mereka" Sambung Leon.


Naora terlihat kecewa karena Erlangga tidak menjawab pertanyaannya.


"Kenapa kak Angga diam,,,? Kak Angga ngga bisa jawab,,,!".


"Benar kamu menyukai cewe itu Ga,,,?" Diaz ikut bertanya.


"Jadi cewe ini yang sudah membuat kamu berpaling dari aku".


Diaz kembali menatap Alexa sambil berkata


"Hai,,,! Jangan pernah coba- coba untuk merebut Angga dari tanganku. Aku nggak akan pernah membiarkan hal itu terjadi".


"Jadi aku punya dua saingan. Hm,,,! Baiklah, aku juga tidak mau mengalah. Aku suka persaingan ini" Batin Alexa.


Alexa tersenyum sinis


"Tidak perlu menuduh siapa yang merebut siapa. Bukankah lebih baik kita bisa bersaing secara terbuka. Pilihan ada ditangan Erlangga, biarkan dia yang memilih siapa yang ia sukai. Bukankah itu lebih adil untuk kita".


Ucapan Alexa semakin membuat Naora dan Diaz kesal.


"Apa,,,!" Diaz semakin kesal.


"Kurang ajar kamu,,,!" Naora hendak melayangkan tangannya kewajah Alexa namun Erlangga menghentikannya.


"Cukup Naora,,,! Kamu tidak perlu berbuat sejauh itu" Erlangga menghentikan Naora.


Erlangga menatap Alexa, Diaz dan Naora secara bergantian.


"Apa kalian akan terus memperdebatkan hal yang tidak penting ini,,,! Aku sungguh tidak berminat. Aku minta kalian pergi dari sini,,,?" Ucap Erlangga.


"Nggak,,,?" Jawab Naora dan Diaz bersamaan.


"Aku nggak mau pergi,,,?" Ucap Diaz.


"Kenapa aku harus pergi, ini bengkel ayahku,,,!" Sambung Naora.


Alexa hanya terdiam sambil Bergumam:


"Apaan sih norak banget,,,! Tapi seru juga".


Naora kembali menatap Alexa


"Kamu yang seharusnya pergi,,,?".


"Aku nggak mau, kenapa harus aku,,,! Kenapa tidak kalian saja yang pergi,,,!" Ucap Alexa.


"Karena aku tidak suka sama kamu" Ucap Naora.


"Kamu suka atau tidak itu bukan masalah besar buat aku dan aku ngga peduli itu. Lagipula aku tidak punya urusan denganmu" Jawab Alexa.


"Apa,,,! Kamu bilang apa,,,?" Naora meradang kesal.


Erlangga sudah tidak sanggup lagi menghadapi perdebatan ini.


"Sudah cukup,,,!" Suara Erlangga meninggi.


"Cukup Naora. Aku sudah tidak mau melihat keributan yang tidak penting ini lagi".


Erlangga berusaha melerai perdebatan antara Alexa dan Naora.


"Sekarang aku minta kalian pergi dari sini, sebelum aku berbuat kasar".


Alexa, Diaz dan Naora saling menatap tajam, mereka berusaha bertahan dan tidak ingin pergi. Situasi saat ini bagaikan sebuah medan perang, dimana mereka harus berjuang keras untuk menentukan posisi mereka dihati Erlangga. Mereka sama- sama keras kepala dan tidak akan ada yang mau mengalah hinga membuat Erlangga mulai kesal menghadapi ketiga gadis itu.


Tidak ada seorangpun yang menuruti ucapan Erlangga, mereka tetap terdiam dan saling menatap tajam tanpa beranjak dari posisinya. Karena perintahnya tidak didengar akhirnya Erlangga memutuskan untuk pergi.


"Baiklah, kalau kalian memang tidak mau pergi maka aku yang akan pergi. Terserah kalian mau melakukan apa, aku tidak peduli" Ucap Erlangga sambil berlalu pergi.


Bersambung,,,,!!!


Episode ini merupakan tantangan baru bagi Author dalam menulis novel, karena harus menampilkan banyak karakter dalam satu episode.


Tapi Author berusaha keras menjadikan episode ini menjadi lebih ringan walaupun banyak karakter yang terlibat.


Author harap kalian tidak bingung ya,,,!


Kira- kira apa yang akan terjadi selanjutnya,,!


Penasaran.


Tunggu next eps


Jangan lupa


Like


Vote


Comment


Share


Terima kasih