
Alexa sedang melajukan mobilnya menuju ke studio foto, ia memiliki janji temu dengan seorang fotografer untuk membicarakan rencana kerjasama mereka.
Alexa meraih ponselnya menghubungi seseorang.
"Hallo,,,,! Pak Herry,,,! Iya pak,,,,! Saya Alexa".
Alexa berbicara serius dengan pak Herry.
"Iya pak, saya tahu,,,! Tapi saya sedang dikejar deadline nih. Pembukaannya besok lusa, jadi saya mohon sekali bapak mau ya,,,!" Bujuk Alexa.
"Iya pak, saya akan pastikan itu. Bapak tidak perlu khawatir. Ya,,,! Iya pak,,,! Ok. Terima kasih ya pak,,,!".
Alexa menutup telpon dan melemparkan ponselnya ke kursi di sebelahnya.
"Gimana sih May,,,! Masa masalah begini aja loe nggak bisa selesaiin sih. Buat apa gue mempekerjakan eloe kalau gue yang harus ikut turun langsung menyelesaikan masalah ini".
Alexa terus memaki- maki Mayang asistennya.
"Awas loe May,,,,! Bulan ini loe nggak dapat gaji, gue blok card loe,,,!".
Alexa menghentikan makiannya kepada sang asisten, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan mobilnya.
"Eh,,,! Kenapa nie,,,,! Kenapa lagi nie mobil,,,,?"
Alexa mengambil jalan pinggir untuk memarkirkan mobilnya.
"Ini mobil kenapa lagi sih,,,?"
Alexa menekan tombol star untuk menghidupkan mobilnya lagi namun mobil tersebut tidak mau menyala juga.
"Sialan,,,! Loe nggak tahu gue lagi buru- buru. Gue punya janji penting hari ini. Kenapa sih loe harus mati,,,,? Kenapa harus hari ini sih,,,,? Kenapa harus sekarang,,,! Why,,, why,,,, why,,,!".
Alexa benar- benar naik darah, ia membuka pintu mobil dan keluar.
"Loe kenapa lagi sih,,,? Seneng banget ya lihat gue susah. Baru bulan lalu keluar bengkel masa sekarang mau masuk lagi".
Alexa melihat sekelilingnya
"Nggak ada bengkel ya,,,? Kok nggak ada bengkel sih,,,! Gue harus gimana sekarang,,,?"
"Ini mobil mogok emang nggak lihat- lihat tempat ya,,,! Masa mogok di lapangan tandus begini sih. Udah tempatnya sepi, panas lagi" Alexa merasa kepanasan.
"Nggak ada pohon, nggak ada orang, nggak ada air. Aaaaaa,,,,! Gue harus gimana sekarang,,,?".
"Aduh,,,! Gue bisa telat nih,,,! Sial banget sih gue hari ini" Alexa melirik jam ditangannya.
"Eemmm,,,! Tenang Alexa,,, loe harus tenang. Loe harus berfikir jernih. Sekarang loe harus ngapain,,,?" Alexa berbicara dengan dirinya sendiri.
"Gue harus ngapain ya,,,!" Alexa menggaruk kepalanya.
"Oh iya taxi,,, Gue panggil taxi".
Alexa melihat kesegala arah namun tidak ada taxi yang lewat..
"Aduh,,,! Kok nggak ada taxi yang lewat sih,,,! Apa taxi nggak lewat daerah ini,,,? Gue benar- benar sial hari ini".
Alexa terus melihat kesegala arah hingga akhirnya dia melihat sebuah sepeda motor melaju kearahnya dari arah yang berlawanan. Tanpa berpikir panjang Alexa langsung melambaikan tangannya kearah pengemudi motor tersebut. Namun sepertinya pengemudi itu tidak menghiraukan lambaian tangannya sehingga Alexa melangkah maju dan berdiri ditengah jalan untuk menghentikan laju motor tersebut.
"Stop,,,!" Alexa berteriak kencang hingga akhirnya motor tersebut berhenti tepat dihadapannya.
Alexa langsung menghampiri sang pengemudi.
"Maaf,,,, maafkan saya,,,! Saya tidak bermaksud menghalangi jalan anda Tu,,,,!!!".
Mulut Alexa tiba- tiba berhenti melihat seorang pria membuka helmnya hingga wajahnya terlihat jelas, wajah itu terlihat sangat tampan membuat Alexa terpesona.
"Kamu mau cari mati ya,,,?" Bentak Erlangga.
Alexa tersadar dari lamunannya.
"Oh,,, Maaf,,, maafkan saya,,,!" Alexa menjadi salah tingkah.
"Maaf saya sudah menghalangi jalan anda,,,! Saya tidak bermaksud apa- apa kok,,,! Saya hanya ingin meminta bantuan".
Alexa menunjukkan mobilnya yang sedang mogok.
"Mobil saya sedang mogok, tapi saya tidak mengerti soal mesin. Bisakah anda menolong saya,,,?".
Erlangga melirik mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan dan kemudian menatap gadis yang berada dihadapannya. Dia sama sekali tidak punya niat untuk menolong Alexa.
"Maaf saya buru- buru,,,! Kamu hubungi saja pihak bengkel, mereka pasti akan segera datang".
Erlangga ingin memakai helmnya kembali namun Alexa menggenggam lengannya.
"Tolong,,,! Saya mohon tolong saya,,,! Saya tidak mengetahui daerah ini dan saya juga tidak mengerti mesin. Jadi saya mohon tolong bantu saya,,,!" Ucap Alexa.
"Kamu mengerti mesin,,,? Bisa tolong periksa mobil saya,,,! Please,,,!".
Erlangga menghela nafas panjang namun akhirnya ia turun dari motornya juga. Erlangga mendekati mobil Alexa kemudian berkata :
"Buka kapnya,,,!".
Alexa masuk kedalam mobil kemudian membuka kap mobilnya. Sementara itu Erlangga menunduk sambil memeriksa mesin mobil itu.
"Mesinnya masih bagus, sepertinya tidak ada masalah" Ucap Erlangga.
"Coba di starter,,,!".
Alexa menekan tombol star namun mobilnya tidak mau menyala.
"Kenapa tidak mau menyala,,,?" Bisik Erlangga. "Coba sekali lagi,,,!"
Alexa menekan tombol star sekali lagi namun masih tetap tidak mau menyala.
"Bagaimana,,,?" Tanya Alexa.
"Apa yang salah dengan mobil ini,,,! Kenapa tidak mau menyala,,,?".
Erlangga penasaran kenapa mobil itu tidak mau menyala padahal tidak ada masalah dengan mesinnya. Erlangga ingin membongkar mesin mobil itu agar ia bisa mengetahui penyebabnya, namun ia tidak bisa melakukannya sekarang karena tidak memiliki peralatan yang memadai.
Erlangga menutup kap mobil itu dan menghampiri Alexa.
Erlangga berbalik melangkah kembali ke motornya tapi Alexa kembali memanggilnya.
"Tunggu,,,!" Alexa menghampiri Erlangga.
"Saya harus bagaimana,,,? Saya tidak mungkin menunggu disini sampai orang bengkel datangkan,,,! Saya buru- buru, saya harus menemui seseorang".
"Itu terserah kamu. Kamu mau menunggu disini atau disana, atau dimanapun yang kamu mau. Aku tidak peduli. Permisi,,,!".
"Hei,,,! Bagaimana kamu bisa setega itu. Kamu benar- benar tidak peduli sama aku.
Kenapa kamu tega sekali" Alexa melihat sekelilingnya yang sepi dan hal itu membuatnya menjadi takut dan panik.
"Masa aku ditinggal disini sih,,,! Tempat apa ini,,,! Kok aku jadi merinding begini ya,,,!".
"Hei,,, tunggu,,,! Tunggu dulu,,,! Tunggu sebentar. Tetap disitu, Ok,,,!".
Alexa membuka pintu mobilnya kemudian mengambil tas dan beberapa map penting untuk pekerjaannya.
Erlangga tidak menghiraukan suara Alexa dan langsung menaiki motornya. Alexa menutup pintu mobilnya kembali dan langsung berlari menyusul Erlangga.
Tanpa meminta persetujuan dari Erlangga, Alexa langsung menaiki motor dan duduk dibelakangnya.
"Apa yang kamu lakukan,,,? Kamu mau ngapain,,,?" Erlangga terkejut melihat Alexa yang sudah duduk dibelakangnya.
"Turun,,,! Cepat turun,,,?".
"Tidak mau,,,! Aku mau ikut sama kamu,,,!" Ucap Alexa.
"Apa,,,! Kamu mau ngapain,,,! Ikut,,,! Nggak, nggak boleh. Kamu turun sekarang,,,!" Perintah Erlangga.
"Nggak mau,,,! Aku nggak mau turun".
"Kamu turun nggak,,,,?"
"Nggak,,,!"
"Turun,,,!"
"Nggak,,,,! Aku nggak mau turun, titik,,,!" Alexa tetap tidak mau turun.
"Turun,,,!" Erlangga mengeretakkan giginya.
"Aku tidak mau,,,! Aku tidak mau turun,,,! Aku takut,,," Ucap Alexa akhirnya.
"Apa,,,? Takut,,,! Apa yang kamu takutkan di siang bolong begini,,,!" Erlangga semakin kesal.
"Kamu nggak lihat tepat ini sepi banget. Nggak ada siapapun disini,,,! Aku sudah satu jam berada ditempat ini dan cuma kamu yang lewat. Masa aku harus nunggu satu jam lagi. Nanti kalau begal yang lewat bagaimana,,,?" Ucap Alexa.
"Emang kamu tega ninggalin aku sendirian disini. Kamu nggak kadihan sama aku. Kamu setega itu,,,!
Erlangga menarik nafas panjang, antara kesal dan marah namun hatinya tidaklah setega itu untuk membiarkan seseorang yang sedang ketakutan tinggal sendirian.
"Baiklah,,,!" Ucap Erlangga akhirnya.
"Kamu mau kemana,,,,?".
Alexa tersenyum lega
"Tolong anterin aku kejalan tulip,,,!".
"Ok,,,!".
Erlangga memakai helmnya kemudian menyalakan mesin motor sambil berkata :
"Pengangan yang kuat,,,!".
Erlangga langsung melajukan motornya dengan kencang hingga membuat Alexa yang sedang meraih pengangan terkejut dan dengan refleks langsung memeluk pinggang Erlangga dari belakang. Motor melaju dengan kecepatan tinggi, menyalip beberapa kendaraan didepannya dan meninggalnya dibelakang hingga akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
Erlangga menghentikan motornya dan menyuruh Alexa untuk turun.
"Turun,,,!".
Alexa turun dengan wajah yang sangat pucat, ia ketakutan.
"Loe gila ya,,,,!" Alexa memukul pundak Erlangga.
"Loe mau gue mati ketakutan,,,?".
"Wah,,,! Luar biasa,,,! Kamu memukuli orang yang sudah menolongmu. Kamu benar- benar sesuatu,,,!" Erlangga mengelus pundaknya yang kesakitan.
"Nolong sih nolong,,,! Tapi nggak keterlaluan juga kali. Loe pikir kita sedang berada di arena balap. Nie motor rodanya nggak menyentuh tanah lagi, dia melayang,,,! Terbang,,,,!" Alexa nampak kesal.
"Hah,,, kamu takut,,,?" Ejek Erlangga.
"Ya,,,,! Gue takut. Gue hampir mati ketakutan. Puas loe,,,!".
Erlangga tersenyum, entah kenapa ia merasa senang melihat Alexa emosi.
Alexa cemberut dan berbalik ingin langsung masuk kedalam kafe, namun ia berbalik kembali melihat Erlangga.
"Oh ya,,,! Makasih ya,,,!" Ucap Alexa.
"Kalau Tuhan mentakdirkan kita bertemu lagi, aku akan membalas kebaikan kamu hari ini,,,!".
"Ok,,,!" Erlangga mengangguk tanda setuju.
Erlangga memandangi Alexa yang berlalu pergi kemudian ia pun melajukan motornya kembali.
**Bersambung,,,,!!!
Like
Comment
Share
Vote
🙏**