ERLANGGA

ERLANGGA
Kita Putus



Alexa membuka pintu rumahnya dengan langkah pelan, tubuhnya terasa begitu lelah hingga ia tidak sanggup berjalan cepat. Alexa menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak dilantai atas namun langkah kakinya terhenti ketika ia mendengar suara gelak tawa yang berasal dari ruang keluarga. Awalnya Alexa tidak menghiraukan suara tersebut karena suara itu adalah suara Mommy dan Daddynya tapi ketika sebuah suara lain yang terdengar membuat Alexa kaget. Alexa tahu betul siapa pemilik suara tersebut.


"Niko,,,! Ngapain laki- laki berengsek itu datang kerumahku,,,! Dasar laki- laki nggak tahu diri,,,!".


Alexa berbalik dan kembali menuruni tangga, ia bergegas melangkah menuju ruang keluarga. Alexa melihat orang tuanya sedang duduk disofa sambil tersenyum riang dengan Niko. Bu Rossa yang menyadari kedatangan Alexa langsung memanggilnya.


"Alexa,,,,!" Panggil bu Rossa.


Pak Bima dan Niko ikut melihat Alexa yang sedang berdiri mematung dengan wajah tidak menyenangkan.


"Ternyata benar itu kamu,,,! Dasar laki- laki berengsek,,,! Berani- beraninya kamu datang menemui mami dan papi dengan wajah pembohong itu".


"Alexa,,,! Kenapa kamu masih berdiri disitu,,,? Kemari sayang,,,! Ayo kemari,,,! Niko sudah menunggu kamu dari tadi" Ucap bu Rossa.


Pak Bima masih menatap Alexa yang masih berdiri sedangkan Niko mulai membuang wajahnya karena merasa malu terhadap Alexa.


Alexa melangkah maju menghampiri Mami dan Papinya.


"Mommy,,,!" Alexa mengecup pipi maminya.


"Kamu habis dari mana sih Lex,,,! Kenapa baru pulang sekarang, Ini sudah sangat larut malam" Tanya bu Rossa.


"Kamu tahu nggak Niko sudah lama menunggu kamu dan dia sangat khawatir".


"Oya,,,! Masa,,,!" Alexa tersenyum sinis sambil menatap Niko.


"Sekhawatir itukah loe sama gue,,,!".


"Alexa, jaga ucapan kamu,,,! Kenapa kamu bicara seperti itu,,,?" Ucap Pak Bima.


"Iya Alexa,,,! Kamu tidak boleh bicara seperti itu. Niko benar- benar khawatir sama kamu,,,!" Sambung bu Rossa.


"Tidak apa- apa kok Om, Tante,,,! Saya tidak apa- apa. Kami sudah terbiasa bicara santai" Niko akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


"Kamu pasti capek,,,! Maaf ya aku datang malam- malam begini dan tanpa memberitahukan kamu terlebih dahulu. Aku cuma ingin melihat kamu,,,!" Niko tersenyum kepada Alexa.


"Alah,,,! Sok manis loe,,,! Pura- pura senyum lagi,,,! Muak banget tahu nggak,,,! Rayuan loe udah nggak mempan lagi sama gue" Alexa mencibir Niko.


"Loe udah lihatkan,,,! Gue nggak apa- apa dan sekarang ini gue sedang menikmati status baru gue. Jadi sekarang loe boleh pergi,,,!" ucap Alexa.


Pak Bima dan Bu Rossa tetkejut mendengar ucapan Alexa.


"Alexa,,,!" Suara pak Bima meninggi.


"Jaga ucapan kamu,,,! Kenapa kamu bicara seperti itu kepada calon suamimu,,,!".


Alexa memandangi Niko sekilas kemudian melihat Papinya.


"Calon suami,,,! Hahahaha,,,!" Alexa tertawa.


"Dad,,,! Dia bukan calon suami Lexa lagi. Kami sudah putus,,,!".


Ucapan Alexa semakin membuat semua orang terkejut, termasuk Niko. Ia tidak pernah menyangka kalau Alexa akan langsung berbicara jujur kepada orang tuanya.


"Alexa,,,! Apa maksud ucapan kamu,,,?" Kenapa kamu bicara seperti itu,,,?" bu Rossa merangkul pundak Alexa yang sedang duduk disampingnya.


Alexa menatap Niko yang menundukkan kepalanya.


"Kamu yang bicara atau aku,,,!".


"Alexa,,,! Apa yang sedang kamu bicarakan,,,?" Bu Rossa semakin bingung


"Niko apa maksud ucapan Alexa,,,? Apa yang sebenarnya terjadi".


"Tidak ada apa- apa kok tante,,,! Alexa pasti marah karena kami jarang bertemu belakangan ini,,,!" Ucap Niko.


"Maafkan aku Alexa,,,!".


"Hah,,,!" Alexa tersenyum sinis sambil membuang wajahnya.


"Sampai kapan loe mau bohongi orang tua gue Niko,,,! Gue nggak akan membiarkan itu terjadi lagi".


"Benar seperti itu Niko,,,?" Bu Rossa melihat kearah Niko.


Niko menggangguk.


Pak Bima menatap Alexa dan Niko secara bergantian, raut wajah beliau tampak ragu dengan ucapan Niko.


"Alexa,,,! Niko,,,! Sebenarnya apa yang terjadi,,,? Mami benar- benar bingung" Bu Rossa terlihat kebingungan.


"Sekarang jelaskan, apa yang sebenarnya telah terjadi pada hubungan kalian,,,!".


Alexa menatap Niko tajam namun Niko hanya menunduk, ia sedang memikirkan alasan apa yang harus ia berikan kepada kedua orang tua Alexa.


"Jadi kamu tetap tidak mau bicara jujur Niko,,,! Baiklah,,,!" Alexa membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu.


"Sorry,,,! Gue nggak punya pilihan lain,,,,!".


Alexa melempar beberapa lembar foto diatas meja, foto yang memperlihatkan kelakuan Niko yang sedang menghabiskan waktu dengan para wanita.


Semua orang terkejut melihat foto yang diberikan oleh Alexa tak terkecuali Niko. Niko begitu kaget melihat foto dirinya yang sedang berpesta dengan para wanita, wajahnya pucat dan kaku, ia tidak tahu harus berkata apa untuk membela dirinya sendiri.


"Sial,,,! Kurang ajar kamu Alexa,,,! Berani- beraninya kamu menguntitku seperti itu. Aku tidak akan membiarkan kamu. Awas kamu Alexa,,,!".


Niko begitu marah dan kesal kepada Alexa yang telah berani mengambil gambarnya tanpa izin. Bahkan ia kini sangat kebingungan dan tidak tahu bagaimana harus membela diri.


"Om,,,! Tante,,,! Ini semua hanya salah paham. Ini tidak seperti yang Om san Tante bayangkan" Niko berusaha membela diri.


"Alexa,,,! Apa yang kamu lakukan,,,!".


"Alexa,,,! Apa maksud dari foto- foto ini,,,!" Bu Rossa mengambil foto tersebut dengan raut wajah yang telah berubah.


"Niko,,,! Apa maksudnya ini,,,? Apa yang sudah ka.u lakukan,,,,? Siapa wanita- wanita ini,,,?".


Niko menarik nafas panjang, dengan suara bergetar ia berkata :


"Tante jangan salah paham dulu, semua itu tidak benar tante,,,! Alexa salah paham,,,!".


"Sampai kapan kamu akan terus berbohong Niko,,,?" Alexa menatap Niko


"Haruskah aku mengatakan semuanya sekarang,,,? Disini,,,! Didepan Mami dan Papi".


Alexa menatap Bu Rossa dan Pak Bima bergantian.


"Mami dan Papi sudah melihat isi dari foto- foto itukan,,,? Dan pasti sudah tahu apa maksud dari foto- foto itu".


"Kamu bukan hanya mengkhianati aku Niko, tapi juga keluargaku. Kamu berani- beraninya berselingkuh dibelakangku dengan wanita lain, wanita yang telah lama menjadi rivalku. Dan sekarang kamu pura- pura tidak tahu apa- apa dengan bersikap sok manis didepan Papi dan Mami. Nggak tahu malu kamu 'Niko',,,!".


Pak Bima dan Bu Rossa menatap Niko dengan raut wajah memerah, mereka menunggu penjelasan dari Niko.


"Niko,,,! Apa benar ucapan Alexa tadi,,,?" Tanya Pak Bima.


"Jawab Niko,,,! Apa yang Alexa ucapkan tadi benar,,,? Kamu telah berselingkuh,,,?" Tanya Bu Rossa.


Niko menatap Alexa dengan perasaan kesal dan marah, namun ia tidak dapat berbuat apa- apa. Ia tidak mungkin meluapkan semua emosinya didepan Papi dan Mami Alexa.


Niko menundukkan kepalanya semakin dalam karena merasa sangat malu dengan Papi dan Mami Alexa.


"Maaf Om,,, Tante,,,! Saya benar- benar minta maaf,,,!" Niko menatap Alexa kemudian menatap Pak Bima dan Bu Rossa


"Apa yang terlihat difoto itu tidak seperti yang Om dan Tante pikirkan,,,? Semuanya salah paham, Alexa salah paham. Saya tidak pernah selingkuh,,,! Semua itu salah paham Om,,, Tante,,,!".


"Bodo amat,,,! Gue harus menyakinkan Om Bima dan Tante Rossa kalau semua ini hanya kesalah pahaman Alexa saja. Walaupun gue harus mengemis sama Alexa dan keluargannya. Gue lebih baik menjadi orang yang tidak tahu malu dari pada harus berhadapan dengan kemurkaan Papa" Batin Niko.


Pak Bima dan Bu Rossa saling berpandangan, dan mulai terlihat bingung harus percaya kepada siapa, Alexa atau Niko,,,!


Alexa sangat kesal mendengar pembelaan dari Niko, Ia benar- benar tidak habis pikir kenapa Niko bisa dengan semudah itu menyangkal semuanya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Alexa bangkit dari tempat duduknya sambil memandang Papi dan Mami kemudian menatap Niko dan kembali berkata :


"Kamu berhak membela dirimu sendiri Niko, namun itu sudah tidak ada artinya lagi bagiku. Hubungan kita sudah berakhir sejak saat itu. Sejak aku tahu apa yang telah kamu lakukan bersama Mella dibelakangku".


"Papi,,,! Mami,,,! Maaf,,,! Alexa tidak ingin melanjutkan pertunangan ini. Alexa ingin putus,,,!" Ucap Alexa tegas dan langsung berbalik meninggalkan Orang tuanya dan Niko.


"Alexa tunggu,,,!" Panggil Bu Rossa.


Alexa tidak menghiraukan panggilan Sang Mami dan terus melangkah menuju kamarnya. Alexa tidak ingin mendengarkan penjelasan apa yang akan disampaikan oleh Niko kepada Papi dan Maminya, ia juga tidak ingin tahu apapun akan hal itu. Namun satu hal yang pasti keputusannya untuk mengakhiri hubungannya dengan Niko adalah keputusan yang mutlak dan tidak ingin diganggu gugat oleh siapapun.


**Bersambung,,,,!!!


Alexa ingin putus namun Niko tidak mau,,,!


Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya,,,!


Like


Comment


Share


Vote


🙏**