
Dilahirkan sebagai pria yang dianugrahi wajah yang tampan dan mempesona memang memiliki resiko tersendiri, salah satunya adalah harus siap menjadi bahan rebutan dari para wanita. Sosok pria yang berkarismatik telah melekat erat pada diri Erlangga sehingga tidak heran banyak hati yang telah tercuri olehnya.
Sejak remaja Erlangga telah mencuri perhatian banyak orang, sikapnya yang baik kepada setiap orang membuatnya dikasihi dan disayangi dengan sepenuh hati. Erlangga memang baik kepada siapa saja tidak peduli siapapun itu, namun hanya sebatas baik, tidak lebih dari itu.
Karena kebaikannya itu banyak gadis yang salah paham kepadanya dan menganggap Erlangga suka kepada mereka hingga akhirnya mereka terus berusaha mengejar- ngejar cintanya, namun tidak satupun diantara mereka yang berhasil merebut perhatiaannya.
Tidak ingin terlibat terlalu jauh dalam perdebatan yang sedang terjadi, Erlangga memutuskan untuk pergi.
"Baiklah, kalau kalian tidak ada yang mau pergi, maka aku yang akan pergi. Terserah kalian mau melakukan apa, aku tidak peduli" Erlangga berbalik hendak pergi namun Naora menghentikannya.
"Tunggu,,,! Kak Angga tidak bisa pergi begitu saja" Naora menarik tangan Erlangga.
Erlangga kembali berbalik menghadap Naora.
"Kenapa,,,? Ada apa lagi,,,?" Tanya Erlangga.
"Apa Kak Angga akan pergi begitu saja tanpa memberi kepastian,,,?" Ucap Naora.
"Kepastian,,,!" Erlangga tidak mengerti maksud ucapan Naora.
"Kepastian apa,,,?".
"Kak Angga harus memberi kepastian sekarang juga. Kak Angga harus menentukan pilihan kakak. Kakak harus memiliki salah satu diantara kami" Ucap Naora.
"Siapa yang akan kak Angga pilih sebagai kekasih kakak,,,?".
Erlangga terkejut mendapat pertanyaan yang bertubi- tubi dari Naora.
"Apa maksud ucapan Naora, kenapa aku harus memilih,,,? Untuk apa aku melakukan itu,,,? Hah,,,! Aku bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan masalah ini".
"Siapa yang kak Angga pilih,,,?" Naora kembali mengulang pertanyaan yang sama.
"Iya jawab Ga,,,! Kenapa kamu hanya diam saja,,,? Kenapa kamu tidak menjawab,,,?" Lanjut Diaz.
"Kamu pilih aku, Naora atau wanita itu,,,?".
Dedi Cs yang masih menyaksikan perdebatan itu mulai khawatir kepada Erlangga.
"Kasihan Bos Angga. Bos pasti bingung karena ada tiga cewe yang sedang mengeroyoknya" Ucap Ojan.
"Inilah yang disebut dengan karma" Sambung Dedi.
"Bos Angga harus bertanggung jawab karena terlahir dengan wajah yang tampan".
"Kira- kira Bos Angga pilih siapa ya,,,!" Leon ikut berkomentar.
"Kalau aku dukung Alexa, dia terlihat lebih baik dari Nona Naora dan Diaz".
"Mau taruhan,,,?" Pancing Dedi.
"Yang kalah traktir makan".
"Ayo,,,!" Jawab Ojan
"Sutuju,,,!" Sambung Abeng.
Ghea mulai khawatir kalau Erlangga mungkin akan memilih Naora atau Diaz karena mereka sudah kenal lebih lama dari pada dirinya, dan itu bisa membahayakan posisinya saat ini.
"Ehm,,,! Situasi macam apa ini,,,! Kenapa gue jadi ikut dibawa- bawa. Saat ini tidak mungkin gue bisa menang melawan mereka, mereka telah mengenal sejak lama sedangkan gue baru bertemu dengan Angga. Tidak mungkin Angga akan memilih gue,,,! Gue ini siapa,,,? Angga bahkan sama sekali tidak melirik gue. Gue bisa langsung kalah saat ini juga. Persaingan ini sungguh tidak adil. Gue harus melakukan sesuatu. Iya, gue harus melakukan sesuatu". Alexa berperang batin dengan dirinya sendiri.
Erlangga menatap Alexa, Naora dan Diaz secara bergantian, pikirannya sangat kacau berada disituasi ini.
"Gue harus melakukan sesuatu. Tapi apa,,,?"
Alexa masih berusaha memikirkan sesuatu untuk mengalihkan pembicaraan.
"Hai,,,! Kenapa kalian sekejam itu,,,!" Alexa berusaha mencairkan suasana dan mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa kalian sangat kejam. Bagaimana bisa kalian sekejam itu,,,! Kalian tidak boleh memaksa Angga untuk menentukan pilihannya sekarang juga, dia pasti sedang kebingungan. Apa kalian tidak kasihan kepadanya" Ucap Alexa.
Alexa berjalan mendekati Erlangga dan menatapnya.
"Saat ini Angga pasti sangat kebingungan. Dia bingung untuk menentukan pilihannya. Angga pasti butuh waktu untuk memilih. Iyakan, Erlangga,,,!".
Erlangga membalas tatapan mata Alexa.
"Jangan menatapku seperti itu,,,! Kau membuatku berdebar. Jangan salahkan aku jika nantinya aku akan berbuat lebih, aku tidak bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu kepadamu,,,!" Batin Alexa.
Alexa dan Erlangga saling menatap tanpa berkedip dan hal itu membuat Naora semakin geram. Naora melangkah maju menghalangi pandangan mata Alexa terhadap Erlangga.
"Apa yang ingin kamu lakukan,,,?" Tanya Naora kepada Alexa.
"Ih, apaan sih,,,! Ganggu aja. Hampir saja Angga terhipnotis olehku. Dasar sial,,,!"
Alexa kesal kepada Naora.
Disaat situasi semakin menengang, tiba- tiba ada dua sepeda motor yang datang dan masuk kearea bengkel. Dengan seragamnya yang khas membuat semua orang tahu kalau mereka merupakan Ojek Online. Mereka menghentikan motornya dan melihat kearah Erlangga dan yang lainnya.
"Eh,,,! Ada abang Ojol tuh,,,! Siapa yang order makanan,,,?" Tanya Ojan ketika melihat Ojek Online datang.
"Motornya rusak kali,,,!" Jawab Abeng.
"Tapi mereka bawa banyak kantong. Isinya apa ya,,,? Makanan apa bukan,,,?" Lanjut Leon.
"Dasar,,,! Kalian makanan aja yang dipikir" Dedi membentak Ojan, Abeng dan Leon.
"Bos Angga tuh yang seharusnya kalian pikirin, gimana caranya agar Bos Angga bisa kabur dari cewe- cewe itu".
Dedi Cs berlagak sedang berfikir, namun mereka hanya berpura- pura.
"Ah, gue nggak bisa mikir. Perutku mulai bernyanyi,,,!" Ucap Ojan.
"Sama,,,!" Abeng dan Leon ikut memengang perut mereka.
"Alah,,, Kalian payah,,,!" Ejek Dedi.
Kendaraan abang Ojol diparkir tidak jauh dari tempat Erlangga berdiri. Salah satu abang Ojol berjalan mendekat sambil melihat ponselnya untuk mencari sang pengorder makanan.
"Maaf, numpang tanya,,,!" Abang Ojol menyapa
"Apa disini ada yang bernama Alexandra Zhafira Wiguna,,,?".
Erlangga dan yang lain kaget mendengar nama itu karena mereka tidak pernah mendengarnya sebelumnya. Dan mereka lebih kaget setelah tahu ternyata itu adalah nama Alexa.
"Iya, saya,,,!" Alexa menunjuk tangannya dan berjalan mendekati abang Ojol.
"Iya, saya sendiri" Jawab Alexa.
"Ini ada orderan atas nama mbak Alexandra. Mohon ditanda tangan mbak".
Alexa memberikan tanda tangannya.
"Semuanya jadi sembilan ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah mbak,,,!" Ucap Abang Ojol.
"Ok,,,!" Alexa mengeluarkan beberapa uang dan memberikannya kepada abang Ojol.
"Ini bang,,,! Kembaliannya buat abang aja" Ucap Alexa.
"Baik, terima kasih banyak mbak,,,! Kalau begitu kami permisi dulu".
Abang Ojol langsung pergi setelah memberikan pesanan itu kepada Alexa. Alexa tersenyum senang karena orderannya datang pada waktu yang tepat.
Alexa melirik Dedi Cs sambil berteriak
"Hai,,,! Sedang apa kalian,,,? Bantu aku bawa ini dong,,,!".
Dedi Cs tersenyum ketika Alexa memanggil mereka, namun mereka ragu untuk menemui Alexa karena Erlangga tidak berkata apa- apa.
Sadar kalau Dedi Cs merasa sengan dengan Erlangga, Alexa akhirnya meminta Erlangga membantunya.
"Erlangga,,,!" Panggil Alexa.
"Kamu tidak mau membantuku,,,?".
Erlangga menghela nafas namun akhirnya ia menuruti permintaan Alexa. Erlangga membantu Alexa membawa makanan itu hingga membuat Alexa sangat senang. Alexa berjalan dibelakang Erlangga sambil melirik Dedi Cs dengan memberikan isyarat kalau ia menunggu mereka dibelakang. Dedi Cs mengangguk tanda mengerti maksud Alexa.
Naora dan Diaz kesal karena Erlangga mengabaikan mereka dan lebih memilih untuk membantu Alexa.
"Awas kamu Alexa. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu menang" Naora menggepalkan tangannya.
"Aku muak melihat semua ini. Aku mau pergi saja,,,!" Diaz memutuskan untuk pergi.
Naora dan Diaz pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal kepada Alexa.
"Akhirnya mereka pergi juga" Ucap Leon lega.
"Tempat ini menjadi lebih tenang sekarang" Sambung Ojan.
"Tunggu apalagi, ayo kita nyusul Nona Alexa" Ucap Dedi sambil berlari menuju belakang.
Ojan, Abeng dan Leon ikut berlari menyusul Dedi.
Erlangga meletakkan kantong makanan itu diatas meja dan Alexa juga melakukan hal yang sama.
Erlangga melirik Alexa sambil bertanya :
"Apa maksud semua ini,,,?".
"Apa,,,?" Alexa pura- pura tidak mengerti.
"Ini,,,!" Erlangga menunjuk kantong makanan.
"Untuk apa kamu memesan semua makanan ini,,,?".
"Menurut kamu untuk apa,,,? Pake nanya lagi. Nggak tahu apa pura- pura nggak tahu"
Alexa kesal.
"Angga,,,!" Alexa memanggil nama Erlangga dengan lembut.
"Ini adalah makanan. Makanan ya untuk dimakan. Masa itu aja kamu nggak tahu,,,!".
Erlangga menghela nafas
"Aku tahu ini makanan. Tapi untuk apa kamu membawa semuanya kesini,,,?".
"Kan kamu sendiri yang membawa makanan ini kesini semua. Memangnya mau dibawa kekantor sebagian,,,?" Tanya Alexa.
"Nggak usah, nggak perlu. Aku juga nggak mau makan makanan ini,,,!" Erlangga kesal merasa Alexa sengaja kepadanya.
Alexa tersenyum mendengar jawaban Erlangga.
"Wah,,,! Ada acara apa ini,,,?" Panji yang baru datang langsung terkejut melihat banyak makanan diatas meja.
"Ini kamu yang beli Ga,,,?".
"Bukan,,,!" Jawab Alexa.
"Tapi aku,,,!".
"Wah,,,! Dalam rangka apa nih,,,?" Tanya Panji lagi.
Alexa tidak langsung menjawab, ia hanya melirik Erlangga. Panji mengangguk seolah- olah mengerti maksud Alexa.
Dedi Cs datang dan langsung berhamburan mengelilingi meja, mereka merasa hari ini adalah hari keberuntungan mereka.
"Baiklah, karena kita semuanya sudah berkumpul disini, jadi,,,!" Alexa menghentikan ucapannya sejenak sambil merilik kesekitarnya.
"Jadi selamat makan siang,,,!" Ucap Alexa.
"Terima kasih,,,!" Jawab Panji dan diikuti oleh yang lain.
Alexa memang sengaja menesan banyak menu agar ia tahu apa yang menjadi makanan faforit bagi Erlangga dan karyawannya. Alexa tersenyum melihat Panji Cs menikmati makanan mereka dengan sangat nikmat dan ia kebingungan menentukan makanan apa yang menjadi faforit Panji Cs karena hampir semua makanan mereka makan.
Erlangga merasa malu melihat tingkah Panji dan yang lainnya, mereka sama sekali tidak bisa menjaga sikapnya didepan Alexa. Perlahan Erlangga melirik Alexa yang berada disampingnya, Alexa terlihat tersenyum senang dan sama sekali tidak ilfiil terhadap kelakuan karyawannya itu. Untuk sesaat Erlangga merasa kagum dengan pribadi Alexa yang mau berbaur dengan lingkungannya.
**Bersambung,,,,!!!
Terima kasih bagi yang suka eps ini
Mohon dukungannya agar Author tetal semangat
Jangan lupa like, comment, vote dan Share
Terima kasih
🙏**