ERLANGGA

ERLANGGA
Berpapasan



Alexa melajukan mobilnya dengan cepat namun tetap fokus, hatinya sedang senang karena ia baru saja mendapatkan klien baru yang akan bergabung dengan perusahaannya.


"Yes,,,! I'm so happy,,,!" Alexa berteriak didalam mobil.


"Wah,,,! Aku tidak percaya kalau aku sehebat ini. Hahahha,,,! Akhirnya aku bisa mendapatkan kontrak ini juga. Kontrak yang diperebutkan oleh pesaing- pesaingku,,,! Hahhahahha,,,!".


Alexa terus tertawa girang merayakan kesuksesannya tersebut.


Pada awalnya mobil masih terus melaju dengan lancar membelah kemacetan hingga akhirnya Alexa merasakan sesuatu yang aneh dengan mobilnya tersebut.


"Kenapa ini,,,?" Alexa merasakan ada yang aneh dengan suara mobilnya.


"Ada apalagi ini,,,?".


"Please, jangan lagi dong,,,! Jangan sekarang,,,! Jangan mogok lagi. Masa sekarang mogok lagi sih,,,?" Alexa mengomel- ngomel.


"Baru minggu lalu keluar dari bengkel, masa sekarang harus masuk lagi sih,,,!" Alexa sudah sangat lelah keluar masuk bengkel terus.


"Kenapa sih papi rekomendasiin tu bengkel, nggak tahu apa kerjaan mereka nggak pernah becus".


Alexa terus melajukan mobilnya namun kini dengan kecepatan lambat, ia melirik kekanan dan kekiri mencari bengkel terdekat.


"Aduh,,,! Bengkel dimana sih,,,! Masa nggak ada bengkel satu pun didaerah ini,,,!".


Alexa terus melirik kesegala arah hingga akhirnya ia melihat sebuah papan nama 'Sofian Otomotif' didepannya.


"Itu bengkel apa bukan ya,,,!" Alexa bertanya pada dirinya sendiri.


"Coba masuk saja dulu ya, mungkin itu benar- benar bengkel".


Alexa memutar kemudi untuk memasuki area Sofian Otomotif, Alexa memandangi ada beberapa mobil yang sedang diperbaiki.


"Ternyata benar,,,! Ini memang bengkel".


Mobil Alexa berhenti disebuah sudut, kemudian ia mematikan mesin mobilnya setelah mobil itu terparkir sempurna.


Dedi cs kaget melihat sebuah mobil masuk ke area bengkel, mereka semua kaget karena untuk pertama kalinya sebuah mobil mewah jenis BMW masuk kebengkel mereka.


"Eh,,,eh,,, Kalian lihat tuh,,,!" Dedi berbisik kepada teman- temannya.


"Siapa itu,,,?".


Leon dan Abeng yang sedang berada dikolong mobil keluar melihat kearah telunjuk Dedi.


"Wah,,, Itu mobil siapa ya,,,! Gue baru lihat mobil itu,,,!" Ucap Leon.


"Mobilnya keren ya,,,!".


"Iya, keren banget,,,!" Sambung Abeng.


"Mas Panji,,,,!" Abeng memanggil Panji yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Sini,,,!".


"Apa,,,!" Panji meletakkan perkakasnya dan berjalan menghampiri Abeng.


"Ada apa,,,?".


"Tuh lihat,,," Abeng menunjuk ke arah mobil Alexa.


"Mobil siapa itu,,,?".


Panji melihat mobil itu dengan wajah bingung.


"Kenapa,,,? Memangnya ada apa dengan mobil itu,,,?".


"Aduh mas Panji,,,! Nggak konek banget sih,,,! Mas Panji nggak lihat itu apa,,,,?" Ucap Leon.


"Itu mobilkan,,,! Terus kenapa,,,? Ada masalah dengan mobil itu,,,,?" Panji benar- benar tidak memahami apa maksud mereka.


"Ah,,,,Mas Panji gimana sih,,,! Kami juga tahu itu mobil. Tapi mas Panji tidak lihat mobil itu. Itu bukan mobil biasa mas. Tapi mobil mewah,,,! Mobil orang- orang kaya,,,!" Ucap Dedi lagi.


Panji memperhatikan mobil itu lagi.


"Iya,,, Kalian benar. Itu memang mobil mewah. Kenapa mobil itu masuk ke sini,,,?".


"Nah,,,! itu maksud kami mas. Kenapa mobil mewah itu masuk kebengkel kita,,,?" Ucap Abeng.


Mereka larut dalam praduga yang tidak menentu.


"Itu bukan mobil Debt Collektor kan,,,? Pak Ferry nggak punya hutangkan,,,?" Entah mengapa kata- kata itu keluar dari mulut Leon.


Panji dan yang lain menatap kearah Leon, mereka tiba- tiba mulai terhasut oleh ucapan Leon tadi.


"Huss,,,,! Ngomong apa kamu Leon,,,! Itu nggak mungkin,,,! Pak Ferry nggak mungkin punya hutang sama orang lain, apa lagi sama rentenir,,,!" Dedi tidak percaya ucapan Leon.


"Wah,,,! Bagaimana kalau itu memang benar,,,! Bukankah pak Ferry dulu pernah ingin menjual bengkel ini. Iya kan,,,?" Ucapan Abeng tadi membuat mereka semakin salah paham.


"Kalian diam dulu, jangan asal bicara. Kita belum tahu kenyataan yang sebenarnya" ucap Panji.


Panji dan teman- temannya masih terus menatap mobil mewah itu tanpa berkedip dan penuh tanda tanya.


Alexa membuka pintu mobilnya dan melangkah turun kemudian menutup kembali pintu mobilnya itu. Alexa mengibaskan rambutnya yang panjang dan tergerai indah dibawah pantulan sinar matahari hingga penampilannya terlihat sangat mempesona.


"Eh,,,! Itu cewe bro,,,!" Ucap Dedi.


"Iya, benar,,,! Itu benar- benar cewe,,,! Sambung Abeng.


"Wah,,,! Cantik banget,,,!" Para pria- pria itu terpesona dengan penampilan Alexa yang begitu memawan.


Alexa melihat kesekeliling hingga matanya melihat beberapa pria sedang berdiri menatapnya. Alexa tersenyum kemudian melangkah maju menghampiri para pria itu.


"Eh lihat,,,! Cewe itu tersenyum mas,,,! Dia datang, dia datang kemari,,,!" Ucap Leon.


"Senyumannya begitu cantik,,,!" Ucap Abeng.


"Ya Tuhan,,,! Sungguh indah ciptaan Mu,,,! Membuat hati ini berdebar- debar tak menentu,,,!" Sambung Dedi.


Panji hanya diam membisu tidak tahu harus berkata apa, namun ia setuju dengan ucapan teman- temannya tersebut.


Alexa melambaikan tangannya.


"Hai,,,!" Sapa Alexa sambil tersenyum.


Panji Cs tersadar dari lamunannya namun tetap masih kehilangan fokus. Mereka hanya tersenyum kaku tanpa membalas sapaan Alexa.


"Hai,,,! Kalian bekerja dibengkel ini,,,?" Alexa mulai bertanya.


Akhirnya mereka benar- benar sadar seutuhnya.


"I,,,ya,,,! Iya,,,! Kami bekerja disini" Jawab Dedi terbata- bata.


"Ada apa ya,,,! Ada yang bisa kami bantu,,,?" Tanya Panji.


"Oh iya,,,!" Alexa kembali berkata :


"Begini, suara mesin mobil saya terdengar sedikit aneh,,,! Eeemm,,,! Gimana ya cara mengatakannya,,,!" Alexa terdiam melihat reaksi Panji cs yang juga sedikit aneh.


Mereka seakan tidak fokus dengan ucapan Alexa tadi tapi lebih fokus kepada sosok Alexa itu sendiri.


"Eemmm,,,! Maaf,,,!" Alexa melambaikan tangannya kewajah Panji cs.


"Oh iya,,,! Iya,,,! Ada yang bisa kami bantu,,,!" Dedi mengulang pertanyaan yang sama.


Panji menjitak kepala Dedi.


"Itu pertanyaan gue tadi, Deded,,,!".


"Oh,,,! Iya ya,,,! maaf,,, maaf,,,! Hehehehe,,,!" Wajah Dedi memerah.


"Sorry Sorry,,,! Saya grogi kalau didepan cewe cantik".


Alexa memandangi mereka dengan perasaan aneh.


"Aku nggak salah masuk bengkelkan,,,! Kok perasaanku jadi nggak enak sih,,,!" Bisik Alexa.


Alexa tersenyum getir dan kembali berkata :


"Maaf,,,! Maksud saya, mobil saya sedikit punya masalah dengan mesinnya dan kemudinya juga sedikit kurang nyaman. Saya tidak tahu ada masalah apa,,,! Saya tidak mengerti mesin,,,? Apa anda bisa membantu saya,,,?".


"Bisa,,,! Bisa,,,! Bisa,,,!" Jawab mereka bersamaan.


"Bisa,,,!" Tanya Alexa sedikit ragu.


"Kami harus memeriksanya terlebih dahulu untuk mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada mobil anda" Ucap Panji.


"Apa kami boleh melihat dan memeriksanya terlebih dahulu,,,?".


Walaupun sedikit ragu- ragu, namun Alexa tidak punya pilihan lain selain membiarkan mereka memeriksa mobilnya.


"Iya boleh,,,! Silahkan,,,!".


Panji cs mengikuti Alexa menuju kemobilnya dan mereka begitu kagum melihat kemewahan mobil itu.


"Wah,,,! Keren,,,!" Kata Leon.


"Ini benar- benar keren mas,,,!" Ucap Abenk sambil melirik Panji.


Mereka masih takjub melihat mobil mewah Alexa.


"Ini mobil saya mas,,,!" Ucap Alexa.


Panji mendekat sambil berkat :


"Mesinnya hidup,,,? Bisa tolong dinyalakan,,,!".


"Iya bisa,,,! Sebentar ya,,,!" Alexa masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.


Suara mesin mobil itu memang terdengar sedikit aneh, namun wajah Panji dan teman- temannya terlihat lebih aneh lagi dari suara mobil Alexa. Mereka semua bengong,,,!


"Loe ngerti mesin mobil BMW nggak,,,? Bisik Dedi kepada Leon.


"Nggak mas,,,! Saya nggak ngerti,,,?" Jawab Leon yang masih terbengong.


"Kalau loe Beng,,,! Loe ngerti nggak,,,?" Dedi berbisik kepada Abeng.


"Saya juga nggak ngerti mas bro,,,! Saya malah baru pertama kali ini melihat mobil BMW secara langsung" Jawab Abeng jujur.


"Kalau mas bro ngerti nggak,,,?" Leon bertanya balik kepada Dedi.


"Pakek ditanya lagi,,,!" Dedi menjentikkan jarinya dikepala Leon.


"Ya kagak lah,,,! Seumur- umur mana pernah gue lihat mobil mewah kayak begini".


"Terus kita harus bagaimana sekarang,,,?" Leon sedikit gelisah.


"Mas Panji,,,! Mas kok diam aja,,,! Kita harus bagaimana ini,,,!".


"Kalian diam saja dulu, aku lagi mikir,,,!" Ucap Panji berusaha santai.


"Oh iya,,,! Bos Angga kan didalam. Kenapa nggak kita tanya saja sama bos Angga,,,!" Ucap Leon.


"Oh iya benar,,,! Bos Angga kan paling jago masalah mesin,,,! Bos Angga pasti ngerti mesin mobil ini" Sambung Abeng.


"Dasar *****,,,! Kenapa nggak ngomong dari tadi,,,!" Dedi kembali menjitak jidat Leon.


"Tunggu apa lagi, loe panggil cepat bos Angga. Buruan cepat,,,!".


"Iya, Baik mas bro,,,!" Leon berlari menuju kekantor.


Alexa keluar dari mobilnya.


"Gimana,,,! Ada sesuatu yang aneh kan,,,! Kira- kira bisa diperbaiki nggak,,,?".


Mereka saling menatap satu sama lain.


"Begini mbak,,,! Kami butuh waktu untuk memeriksanya. Mbak bisa menunggu sebentar,,,?" Ucap Panji.


"Berapa lama,,,! Apa kerusakannya parah,,,?" Tanya Alexa.


"Kami belum bisa mengatakan apa- apa dulu mbak. Kami harus memeriksanya terlebih dahulu" Lanjut Panji.


"Ok,,,! Baiklah,,,!" Alexa menggangguk setuju.


"Saya akan menunggu".


"Baik mbak, terima kasih,,,!" Panji melirik Abeng sambil berkata :


"Loe antar mbak ini kedalam,,,!".


"Baik mas,,,!" Jawab Abeng.


"Mari mbak, ikut dengan saya kedalam,,,!".


Abeng mengajak Alexa untuk masuk kedalam.


"Ok,,,!" Alexa tersenyum kemudian mengikuti Abeng dari belakang.


Dedi berbalik ingin ikut bersama Alexa dan Abeng. Panji melihat itu dan menarik baju Dedi


"Loe disini aja sama gue,,,!".


"Ah,,, Mas Panji,,,! Nggak ada pengertiannya sama sekali" Dedi kesal.


"Tunggu apa lagi, ambil perkakas sana,,,!" Perintah Panji.


"Iya,,, iya. Saya ambilkan sekarang,,,!" Dedi pergi sambil mengoceh


"Nggak bisa lihat orang senang aja,,,!".


Panji menggelengkan kepalanya.


Alexa terus mengikuti Abeng hingga sampai didepan kantor.


"Eh,,, Maaf,,,!" Alexa memanggil Abenh.


"Ada apa mbak,,,?" Tanya Abenk.


"Toilet dimana ya,,,?" Tanya Alexa.


"Ooo toilet,,,! Disana mbak,,,! Dekat pohon asam paling ujung,,,!" Abeng menunjuk arah toilet.


"Ooo itu,,,! Ya udah, makasih ya,,,!" Ucap Alexa.


Alexa berjalan melewati pintu kantor menuju kearah toilet, dan pada saat yang bersamaan Erlangga juga keluar dari kantor namun mereka tidak saling melihat.


Mereka hanya berpapasan saja.


**Bersambung,,,,!


Jangan lupa


Like


Comment


Share


Vote**


Terima kasih