
Leon berlari dengan cepat menuju kantor untuk memanggil Erlangga.
"Bos,,,! Bos Angga,,,!" Suara Leon sudah terdengar dari luar.
Leon masuk kedalam kantor dengan nafas yang tersengal- sengal.
"Bos Angga,,,!".
Erlangga kaget melihat Leon yang berlari sambil memanggil namanya.
"Ada apa Leon,,,!" Tanya Erlangga.
"Itu bos,,,! Bos Angga harus keluar dulu sekarang" Suara Leon masih belum tenang.
"Ada apa,,,! Memangnya kenapa lagi,,,! Apa Ramon datang kesini lagi,,,?" Erlangga masih acuh.
"Bukan bos,,,! Bukan. Tapi itu,,,?" Ucapan Leon kembali terputus.
"Itu,,, itu,,, Apa Leon,,,?".
"Itu bos ada yang datang,,,!"
Erlangga mulai kesal dan akhirnya melihat kearah Leon.
"Apa,,,!" Erlangga menatap Leon.
"Ada apa lagi sih,,,? Siapa yang datang,,,?"
Leon menarik nafas kemudian menghembuskannya dengan kencang hingga ia merasa lebih tenang.
"Itu bos, ada pelanggan didepan,,,!" Ucap Leon.
"Terus kenapa,,,?" Tanya Angga.
"Mobilnya rusak bos, jadi saya diminta untuk memanggil bos Angga keluar".
"Memangnya yang lain pada pergi kemana,,,? Mereka ada didepan kan,,,? Apa mereka nggak bisa mengurus mobil itu,,,? Terus kamu, kamu nggak bisa memeriksa mobil itu sendiri,,,?".
"Itulah masalahnya bos,,,! Saya nggak bisa. Kami semua nggak bisa memeriksa mobil itu. Kami nggak ngerti,,,?".
Erlangga mengerutkan keningnya.
"Kenapa,,,? Apa yang membuat kalian tidak mengerti. Bukannya kalian montir- montir profesional, kenapa memeriksa satu mobil saja tidak bisa,,,! Memangnya separah apa kerusakan mobil itu,,,?".
"Saya juga nggak tahu bos,,,! Makanya saya memanggil bos Angga untuk keluar dan memeriksa mobil itu semdiri,,,".
Leon mendekat kearah Erlangga.
"Masalahnya itu bukan mobil biasa bos,,,!".
Erlangga bingung tidak memahami maksud ucapan Leon.
"Maksud kamu,,,,?".
"Itu mobil special bos, bukan mobil biasa. Mobil itu adalah mobil mewah jenis BMW bos,,,!" Ucap Leon.
"Apa,,,! Apa maksud kamu mobil BMW,,,! Mobil yang rusak itu mobil BMW, begitu,,,!" Erlangga seakan tidak percaya akan hal itu.
"Kamu yakin,,,!".
"Iya bos, saya yakin seyakin yakinnya,,,! Makanya bos keluar dulu dan melihatnya sendiri".
"Kalau memang itu benar, untuk apa mobil itu datang kemari,,,! Bukannya mereka memiliki bengkel resmi yang memang khusus untuk menangani mobil jenis itu,,,!" Erlangga penasaran dan ingin melihat sendiri mobil itu.
"Dimana mobil itu sekarang,,,?" Tanya Erlangga.
"Didepan bos,,,!" Ucap Leon.
"Ok,,,!" Erlangga membereskan mejanya terlebih dahulu.
"Baiklah, ayo kita periksa,,,!".
Erlangga melangkah keluar yang diikuti oleh Leon. Erlangga dan Alexa berpapasan di depan pintu kantor namun mereka tidak saling melihat, Alexa kekiri sedangkan Erlangga ke kanan. Erlangga melihat Abeng yang sedang berdiri didepan kantor.
"Ada apa Beng,,? Kenapa mau disini,,,?" Tanya Erlangga ketika melihat Abeng sedang berdiri diluar.
"Eh,,, Bos Angga,,,!"Abeng kaget
"Tidak bos, tidak apa- apa,,,?".
"Terus ngapain kamu disini,,,?" Erlangga menatap Abeng.
"Saya sedang mengatar pemilik mobil ketoilet bos. Itu dia orangnya,,,!" Abeng menunjuk Alexa yang sedang berjalan menuju toilet.
Erlangga melihat sekilas bayangan Alexa tersebut, namun ia tidak terlalu menghiraukan itu. Erlangga kembali berjalan menuju area parkir dan melihat Panji yang sedang sibuk sendiri.
"Gimana Ji,,,! Apa masalahnya,,,,?" Erlangga menepuk pundak Panji yang sedang memeriksa mobil Alexa.
"Nggak tahu Ga,,,! Gue belum bisa memastikannya,,,!" Jawab Panji.
Erlangga mendekati mobil Alexa namun perasaannya sedikit aneh. Ia merasa pernah melihat mobil itu sebelumnya.
"Kayaknya gue pernah lihat mobil ini,,,! Dimana ya,,,!" .
"Coba loe hidupin mesin mobilnya Ji,,,!" Perintah Erlangga.
Panji masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya sementara itu Erlangga mencoba memeriksanya.
"Gimana Ga,,,?" Panji mengeluarkan kepalanya melihat Erlangga.
"Coba lagi,,,!" Ucap Erlangga.
Panji kembali melakukan hal yang sama dan ia mengulanginya sampai beberapa kali hingga akhirnya Erlangga menyuruhnya berhenti.
Panji turun kemudian mendekati Erlangga
"Gimana,,,! Loe udah tahu apa yang salah dengan mobil ini,,,?".
"Eeemmm,,,!" Erlangga masih menatap mobil itu.
"Iya benar,,,! Ini memang mobil cewe yang waktu itu. Gue nggak mungkin salah,,,!".
Erlangga melihat Panji sambil berkata :
"Bukan masalah yang besar, sepertinya mobil ini sudah lama tidak pernah diservis sehingga ada banyak masalah dikabel dan dioli".
"Bukannya tadi Abenk sudah mengantarnya kekantor,,,! Emang nggak ketemu sama lor,,,?" Ucap Panji.
"Nggak,,,!" Jawab Erlangga datar.
"Ooo,,,! Ya udah loe tunggu disini dulu, gue mau cari cewe itu,,,!" Panji pergi mencari Alexa.
Alexa keluar dari toilet sambil mengomel- ngomel
"Ih,,,! Jorok banget sih,,,? Bau lagi,,,! Udah berapa lama nih toilet nggak dibersihin,,,!".
Alexa meninggalkan toilet dan kembali menemui Abeng.
"Hei,,,!" Panggilan Alexa mengejutkan Abeng.
"Iya, ada apa mbak,,,?" Tanya Abeng.
"Kalian nggak pernah bersihin toilet ya,,,! Jorok banget sih,,,!" Omel Alexa.
"Maaf mbak, Kami minta maaf,,,!" Abeng bingung harus menjawab apa.
"Toilet itu harus dibersihin tiap hari biar nggak jorok dan bau kayak gitu,,,!" Alexa terus mengomeli Abeng.
"Toilet kok jorok banget sih,,,! Lain kali kamu harus selalu bersihin toilet itu setiap hari biar nggak kotor. Emang kamu nggak tahu kalau toilet yang kotor itu penuh dengan berbagai kuman penyakit,,,!".
"Dan kalian nggak malu kalau ada pelanggan seperti aku masuk kedalam toilet dan melihat toiletnya jorok kayak begitu,,,?"
Abeng kaget mendengar omelan Alexa, ia tidak menyangka kalau cewe cantik seperti Alexa tampak begitu menyeramkan kalau sedang mengomel.
"Ih,,, nggak nyangka gue kalau cewe ini jutek banget,,,!".
"Iya mbak, saya minta maaf. Saya pasti akan membersihkan toilet itu setiap hari. Iya setiap hari,,,!" Ucap Abeng.
"Bagus,,,!" Alexa berlalu pergi.
Abeng kembali mengikuti Alexa hingga kemudian bertemu dengan Panji.
"Ah,,,Mbak,,, Maaf,,,! Tunggu sebentar,,,!" Panggil Panji.
"Ada apa,,,?" Tanya Alexa.
"Begini mbak,,,! bos kami memanggil mbak untuk bertemu" Ucap Panji.
"Oh,,,! Ok,,,! Ayo,,,!".
Alexa mengikuti Panji untuk bertemu dengan Erlangga.
Sementara itu Erlangga masih memeriksa mobil Alexa ketika Naora datang dan mengagetkannya.
"Hei,,,!" Naora menepuk pundak Erlangga hingga membuatnya terkejut.
Erlangga begitu kaget karena kejutan dari Naora.
"Naora,,,!".
"Hahahahhaha,,,! Kaget ya,,,! Hahahha,,,!" Naora tertawa senang.
Erlangga hanya memandangi Naora yang sedang tertawa senang, ia tidak ingin membalas perbuatan Naora walaupun sebenarnya ia sedang merasa kesal.
Panji datang bersama dengan Alexa dan heran melihat Naora yang sedang tertawa.
"Kamu kenapa Naora,,,?" Tanya Panji.
Naora tidak menghiraukan pertanyaan Panji dan masih terus tertawa, ia sangat senang karena bisa membuat Erlangga sekaget itu.
"Kenapa Ga,,,?" Panji akhirnya bertanya kepada Erlangga.
"Nggak tahu,,,!" Erlangga mengangkat bahunya.
Alexa yang tadinya hanya terdiam tidak memahami situasi yang sedang terjadi akhirnya tersenyum setelah menyadari wajah seseorang yang ia kenali.
"Itu bukannya cowo yang waktu itu ya,,,! Iya benar,,, Gue nggak salah lihat,,,! Itu cowo yang bantuin gue waktu itu. Iya benar,,,!!!".
Alexa tersenyum sambil memanggil Erlangga.
"Hei,,, Kamu,,,,!".
Alexa memanggil dan juga langsung menghampirinya Erlangga.
"Ini kamu kan,,,? Beneran kamu kan,,,? Kamu yang waktu itu,,,,!".
Panji kaget melihat situasi yang sedang terjadi.
"Apa yang sedang terjadi,,,? Mereka saling kenal,,,? Erlangga kenal sama cewe ini,,,?.
Alexa berdiri disamping Erlangga dan memperhatikannya dari atas sampai ujung kaki.
"Iya benar, ini kamu,,,! Kamu yang bantuin aku waktu itu kan,,,! Iya kan,,,! Aku nggak mungkin salah. Aku sangat mengingat kamu. Kamu ingat akukan,,,!".
Para karyawan yang lain juga ikut kaget melihat situasi itu.
"Eh,,,! Apa maksud ucapan cewe itu,,,?" Dedi mulai kepo.
"Bos Angga dan mbak itu saling mengenal,,,? Mereka temenan,,,?" Abenk juga ikut berkomentar.
"Cuma temenkan,,,? Bukan pacar,,,?" Ucap Leon.
Ucapan Leon membuat Dedi dan Abenk kaget. "Ngomong apa sih loe,,,?".
Alexa terus bertanya apakah Erlangga mengingatnya dan Erlangga hanya menggangguk pelan tidak tahu harus menjawab apa.
Sementara itu Naora meremas tangannya karena merasa sangat kesal dengan apa yang baru saja ia lihat.
**Bersambung,,,!!!
Like
Comment
Share
Vote**