ERLANGGA

ERLANGGA
Penasaran



Erlangga menjitak kepala Panji yang terus menerus berkata hal- hal yang sama sekali tidak masuk akal.


"Loe bisa diam nggak sih,,,!" Ucap Erlangga.


"Imajinasi loe tu udah terlalu berlebihan Ji,,,! Loe nggak boleh berpikir buruk tentang orang yang sama sekali belum loe kenal. Itu bisa jadi fitnah loh,,,!".


"Gue bukannya nggak ada maksud untuk fitnah Ga,,,! Tapi gue hanya khawatir. Loe tahu sendirikan dunia kita saat ini sudah mulai kacau balau dan tidak karuan lagi. Sekarang kita harus lebih berhati- hati menghadapi orang- orang yang baru kita kenal apalagi kita belum tahu kebaikan dan keburukan orang tersebut" Ucap Panji panjang lebar.


"Uhm,,, Loe kayaknya udah pantas jadi wakil rakyat Ji,,,! Karena loe pintar membedakan mana orang baik dan orang buruk walau hanya dari pertemuan pertama" Ucap Erlangga sambil tersenyum.


"Tahun depan loe daftar Caleg aja Ji,,,! Gue orang yang pertama yang bakal langsung coblos loe dan gue bersedia menjadi timses loe,,,! Hahahahahha,,,,!".


Erlangga tertawa setelah mengatakan lelucon itu, ia tidak pernah menyangka kata- kata itu bisa keluar dari mulutnya.


"Sialan loe Ga,,,! Loe nyindir gue ya,,,!" Panji mulai kesal dengan lelucon Erlangga.


"Terserah kalau loe nggak percaya sama ucapan gue. Tapi gue nggak mau ikut ya campur kalau ucapan gue itu,,,,!" Ucapan Panji terputus ketika sebuah suara menyapa mereka.


Erlangga dan Panji berbalik badan secara bersamaan melihat sumber suara yang seakan tidak asing ditelinga mereka.


"Hai,,,!" Sapa Alexa.


Erlangga dan Panji terkejut karena melihat orang yang sedang mereka bicara sejak tadi berada dihadapan mereka sambil tersenyum.


"Kalian apa kabar,,,?" Alexa melangkah maju menghampiri Erlangga dan Panji.


Erlangga dan Panji melotot sambil bengong dan tidak menjawab pertanyaan Alexa. Alexa kebingungan melihat ekspresi aneh dari dua pria yang berada dihadapannya itu.


"Hai,,,! Kalian kenapa,,,?" Alexa melambaikan tangannya diwajah Erlangga dan Panji.


Erlangga yang mulai sadar mengenggol Panji dengan sikunya agar Panji sadar dan menjawab pertanyaan Alexa.


"Eh,,, Iya,,,Iya,,,! Ada apa ya,,,! Kenapa,,,? Ada apa ini,,,? Nona siapa ya,,,? Uhm,,,!" Ucapan Panji terputus- putus karena rasa kagetnya belum sepenuhnya hilang.


"Uhm,,,! Maaf,,,!" Alexa melotot kearah Panji tidak tahu maksud ucapan Panji tadi.


Erlangga menyengol tangan Panji sekali lagi karena sepertinya Panji belum sepenuhnya sadar dari rasa terkejutnya. Panji akhirnya sadar dengan situasi yang saat ini dialaminya.


"Eh,,,! Maaf,,,! Maaf nona Alexa,,,! Saya minta maaf. Saya hanya sedikit kaget melihat kedatangan anda" Ucap Panji.


Erlangga bergumam didalam hati


"Hehehe,,, Rasain loe Ji,,,! Loe hobi banget sih ngomongin orang dari belakang. Sekarang loe tanggung sendiri akibatnya. Gue nggak mau ikut campur,,,!".


Erlangga melirik Panji yang kelihatan pucat


"Kalian berdua silahkan lanjutkan saja bicaranya. Saya masih punya urusan lain".


Erlangga pergi meninggalkan Panji bersama Alexa sambil tertawa puas melihat kepanikan Panji.


"Eh tunggu,,,! Ga,,,! Angga,,,!" Panji memanggil Erlangga yang pergi meninggalkannya sambil melambaikan tangan diatas kepala.


"Sialan loe Ga,,,! Tega banget sih loe ninggalin gue dalam situasi begini,,,,!".


"Ada apa,,,? Ada masalah,,,?" Tanya Alexa.


"Ah,,,! Tidak. Tidak ada masalah apa- apa kok,,,!" Panji sudah bisa mengontrol suasana hatinya kembali.


"Ayo kita bicara disana saja,,,!".


Panji mengajak Alexa berjalan menuju tempat tunggu para pelanggan yang datang kebengkel dan Alexa mengikutinya tanpa membantah. Alexa duduk disebuah kursi sementara itu Panji mengambil dua botol minuman dingin dan meletakkannya diatas meja kemudian ikut duduk dihadapan Alexa.


"Silahkan diminum,,,!" Ucap Panji.


Alexa mengambil botol minuman itu dan meminumnya.


"Dua hari yang lalu saya menghubungi nomer telpon yang nona berikan tapi tidak tersambung. Saya pikir nona tidak akan kembali untuk mengambil mobil nona lagi" Ucap Panji.


Alexa meletakkan minumannya kembali


"Oh itu,,,! Sorry,,,! Nomer itu sudah diblokir. Memangnya kenapa,,,? Kenapa kamu menghubungi aku,,,?".


"Bukan apa- apa sih,,,! Saya cuma mau bilang kalau mobil nona sudah selesai dan sudah bisa diambil" Jelas Panji.


"Oh ya,,,! Mobil aku sudah selesai,,,! Benarkah,,,? Masa sih,,,! Kok cepat banget,,,?".


Panji tidak mengerti maksud Alexa


"Iya sudah selesai,,,! Mobil nona Alexa memang tidak rusak jadi kami tidak perlu memperbaiki apapun,,,!".


"Tidak rusak,,,? Serius,,,! Kok bisa,,,!" Alexa masih bingung.


"Kalau memang mobilku tidak rusak, terus kenapa mobil itu sering mati mendadak dan akhir- akhir ini begitu sering keluar masuk bengkel,,,! Bukankah itu aneh,,,!".


"Sebenarnya ada apa dengan mobilku,,,! Dan apa yang disembunyikan bengkel itu,,,? Aku harus cari tahu,,,!" Batin Alexa.


Alexa memang sudah lama merasakan ada yang aneh dari bengkel perusahan milik sahabat Papinya itu, namun ia tidak tahu apa itu.


Alexa berhenti sejenak kemudian kembali berkata :


"Dan satu hal lagi yang aneh, biasanya mobil itu butuh waktu beberapa hari bahkan seminggu baru selesai diperbaiki, tapi kalian bisa memperbaikinya hanya dalam waktu dua hari,,,!".


Alexa menatap Panji mengharapkan ada penjelasan disana. Panji yang juga merasa ada sesuatu yang aneh menjadi tambah penasaran dan ingin mengetahui cerita yang lebih jelas.


"Seminggu,,,! Kok bisa selama itu,,,? Padahal mobil nona Alexa masih dalam kondisi baru dan mesinnya juga masih bagus. Memangnya mobil nona kenapa,,,? Apanya yang rusak,,,?".


"Entahlah,,,! Aku juga tidak tahu,,,! Aku tidak mengerti mesin. Dan kamu benar, mobil itu memang masih baru karena aku baru membelinya tahun lalu. Tapi kenapa jadi sering mogok seperti itu" Alexa menggaruk kuduk kepalanya.


"Setiap kali mobil itu bermasalah, aku selalu membawanya kebengkel itu,,,!".


"Bengkel apa,,,?" Panji semakin penasaran.


"Tidak,,,! Aku tidak tahu. Itu perusahaan besar dan aku tidak pernah tahu tentang perusahaan- perusahaan sejenis itu" Ucap Panji.


"Tapi mungkin Erlangga tahu,,,!".


"Ooo,,,,!" Alexa sedikit kecewa.


"Oh iya,,,! Kalau mobil aku tidak mengalami kerusakan apapun, kenapa dia sering mati mendadak begitu,,,?".


"Ooo itu,,,! Saya tidak tahu juga sih,,,! Tapi Erlangga pernah bilang kalau mobil itu sepertinya memang segaja dirusakin biar sering- sering masuk bengkel, gitu,,,! Ups,,,!" Panji menutup mulutnya yang keceplosan.


"Aduh,,,! Gue kecoplosan,,,! Kalau Erlangga sampai tahu, bisa habis gue diomelin. Dasar ****,,,! Ini mulut juga kenapa nggak pakai rem sih,,,?" Panji memukul- mukul mulutnya.


"Kenapa,,,? Tadi maksud kamu apa,,,? Segaja dirusakin bagaimana,,,?" Alexa yakin mendengar sesuatu yang aneh dari ucapan Panji tadi.


"Maksud kamu apa,,,,?".


"Gue harus jawab apa,,,?".


"Tidak,,,! Tidak ada apa- apa kok,,,?" Panji sedang memikirkan sesuatu untuk mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya,,,! Kamu mau lihat mobilnya kan,,,! Ayo,,,! Ikut aku,,,!".


Panji bergegas bangun dan berjalan cepat untuk menghindari Alexa agar ia tidak melanjutkan pertanyaannya lagi. Alexa yang masih penasaran mengikuti Panji yang terus berjalan cepat meninggalkannya.


"Hai,,,! Tunggu dulu,,,! Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi" Ucap Alexa.


"Ini kunci mobil kamu,,,!" Panji menyerahkan kunci mobil kepada Alexa.


"Silahkan diperiksa,,,!".


Alexa menerima kunci mobilnya dengan mata melotot kepada Panji.


"Pembicaraan kita belum selesai ya,,,! Nanti kita lanjutkan lagi".


Alexa masuk kedalam mobilnya dan langsung menyalakan mesin. Alexa tidak tahu apa yang rusak dan apa yang sudah diperbaiki dari mobilnya itu, namun satu hal yang pasti ia merasa suara mesin mobilnya terdengar lebih halus seperti saat pertama kali mobil itu baru keluar dari showroom.


Alexa keluar dari mobilnya dengan wajah yang sumbringah, ia sangat senang karena mobilnya kembali seperti mobil baru lagi hingga ia sudah lupa dengan rasa penasarannya pada ucapan Panji sebelumnya.


"Wah,,,! Keren,,,!" Alexa tersenyum riang.


"Mobil ini seperti terlihat seperti mobil baru".


Ucapan Alexa memang benar kalau mobil itu terlihat seperti mobil baru, karena mobil itu telah diservis dengan sangat baik dan telah mendapatkan perawatan yang terbaik dari tangan sang ahli.


"Bagaimana,,,? Kamu merasa puas dengan hasilnya,,,?" Tanya Panji.


"Iya,,,! Puas,,,! Sangat puas,,,! Ternyata kalian memang hebat" Puji Alexa.


Panji merasa sangat lega mendengar ucapan Alexa, ia juga sangat bersyukur karena sepertinya Alexa telah lupa dengan obrolan mereka tadi.


"Jadi berapa biaya perawatannya,,,?" Tanya Alexa.


"Untuk masalah itu kita bicarakan didalan kantor,,,! Mari ikut dengan saya,,,!".


Panji dan Alexa berjalan beriringan menuju kedalam kantor. Sebelum masuk kedalam kantor Alexa melirik kearah Dedi Cs yang sejak tadi memandangnya berjalan bersama Panji. Alexa menundukkan kepalanya sambil tersenyum, Dedi Cs yang melihat itu ikut melakukan hal yang sama seperti yang Alexa lakukan.


"Wah,,,,! Manis banget ya,,,!" Ucap Leon.


"Manis apaan,,,!" Dedi menjentikkan jarinya dikening Leon.


"Mata dijaga jangan jelalatan begitu. Ingat anak istri dirumah,,,!".


Leon mengusap keningnya yang sakit sambil bergumam tidak jelas. Sementara Abeng dan Ojan tertawa melihat kelakukan Dedi dan Leon.


Alexa masuk kedalam kantor mengikuti Panji dan melihat Erlangga yang sedang memakai jaketnya hendak pergi.


"Loe mau kemana Ga,,,?" Tanya Panji.


"Gue mau keluar sebentar,,,! Loe jaga bengkel ya,,,!" Ucap Erlangga.


"Terus ini bagaimana,,,?" Panji menunjuk Alexa yang sedang berdiri disampingnya.


"Memangnya kenapa,,,?" Tanya Erlangga.


"Nona Alexa mau mengurus ADM mobilnya" Ucap Panji.


"Loe aja yang ngurus, gue lagi buru- buru,,,!" Erlangga bergegas keluar.


"Eh tunggu,,,!" Alexa menghentikan Erlangga dengan menghalangi jalannya.


"Aku ikut kamu,,,!".


Erlangga menatap Alexa tajam.


Panji bengong,,,!!!


**Bersambung,,,,!!!!


Like


Comment


Share


Vote


🙏**