
Panji Cs sangat terkejut melihat Alexa yang muncul tiba- tiba dan mengangetkan mereka. Mereka sedang asyik berbicara hingga tidak menyadari kedatangan Alexa.
"Alexa,,,!" Panggil Panji.
"Hai,,,!" Alexa melambaikan tangannya.
"Aku mengangetkan kalian ya,,,! Sorry,,,!".
Alexa menyatukan kedua tangannya sebagai isyarat permohonan maaf.
"Cewek ini lagi,,,! Mau ngapain dia datang kemari,,,!" Batin Dedi.
"Nona Alexa,,,! Kenapa ada disini,,,?" Tanya Leon.
"Iya,,,! Ngapain Nona Alexa disini,,,?" Sambung Ojan.
"Aku mau mengambil mobilku" Alexa menunjukkan kunci mobilnya.
"Kalian sedang ngapain disini,,,? Kalian makan apa,,,?".
Alexa berjalan mendekat kearah Panji.
"Kalian ngapain disini,,,? Itu apa,,,?" Alexa menunjuk bungkusan nasi yang berwarna coklat.
"Ini nasi bungkus" Jawab Abeng.
"Nasi bungkus,,,?" Alexa terlihat bingung.
"Iya, nasi putih yang dibungkus bersama dengan beberapa jenis lauk didalamnya" Ojan menjelaskan.
"Nasi padang ya,,,?" Tanya Alexa.
"Iya, eh bukan, bukan,,,! Hampir sama seperti nasi padang tapi bukan nasi padang. Ini nasi Warteg,,,!" Sambung Leon.
"Nasi warteg,,,?" Alexa baru mendengar nama nasi warteg.
"Ah terserahlah, aku bingung dengan namanya".
Alexa duduk disamping Leon.
"Aku boleh ikut makankan,,,?".
Panji Cs saling berpandangan.
"Kamu mau makan nasi warteg,,,?" Tanya Panji.
"Iya, kelihatannya enak. Aku penasaran gimana rasanya,,,! Kenapa,,,? Aku tidak boleh makan,,,?" Alexa telah mengambil sebungkus nasi dan bersiap akan membukanya.
"Eh tunggu,,,!" Panji menghentikan Alexa.
"Kamu yakin mau makan nasi bungkus ini,,,?".
"Emang kenapa sih,,,? Emang nggak boleh ya,,,?".
"Bukannya begitu, kami hanya ragu kalau kamu akan suka dengan nasi bungkus ini" Ucap Panji.
"Santai aja kali, kalian nggak usah khawatir" Alexa membuka nasi bungkus itu kemudian mulai mencicipinya.
"Em,,,! Enak,,,!" Alexa kembali menikmati makanannya.
Panji Cs memandangi Alexa yang sedang makan dengan begitu lahap. Mereka tidak menduga kalau orang kaya seperti Alexa mau makan nasi bungkus bersama mereka.
"Mas Panji yakin kalau nona Alexa itu anak orang kaya,,,?" Tanya Leon.
"Iya,,,! Kayaknya nggak mungkin deh kalau nona Alexa itu orang kaya. Orang kaya nggak akan mau makan makanan kelas bawah seperti ini" Sambung Ojan.
"Gue juga nggak percaya,,,!" Ucap Dedi.
"Dari awal gue emang udah curiga sama cewe ini".
Abeng hanya mendengarkan tanpa berkomentar apapun.
"Kenapa,,,? Kalian nggak percaya sama gue,,,!" Panji melotot kearah Dedi Cs.
"Penampilannya sih terlihat seperti orang kaya, tapi seleranya sama kayak orang kampung seperti kita" Ucap Dedi.
"Ssst,,,! Hati- hati kalau ngomong. Nanti orangnya dengar gimana,,,?" Ucap Panji.
Alexa sangat menikmati makanannya dan tidak menghiraukan Panji Cs yang sedang membicarakannya. Dalam hitungan menit Alexa telah menghabiskan sebungkus nasi tanpa menyisakannya sedikitpun. Panji Cs tidak percaya kalau Alexa bisa menghabiskan nasi warteg itu.
"Habis,,,!" Ucap Ojan kaget.
"Dia menghabiskan semuannya tanpa sisa".
"Ternyata makan bersama kalian itu menyenangkan ya,,,!" Ucap Alexa.
"Aku sampai kalap hingga menghabiskan nasi sebanyak ini".
Alexa tersenyum senang, baru kali ini ia makan dengan nikmat walaupun bersama dengan orang asing.
"Makasi karena sudah mengizinkan aku makan bersama kalian, aku senang banget. Dan sebagai ucapan terima kasih, aku akan traktir kalian makan diluar. Bagaimana,,,! Kalian mau,,,,?" Tanya Alexa.
"Tentu saja kami mau,,,!" Jawab Leon.
"Diam loe,,,!" Bisik Dedi kepada Leon.
"Kenapa,,,?" Tanya Leon.
"Udah nggak usah banyak tanya, loe diam aja,,,!".
"Ehem,,,!" Dedi berdehem.
"Maaf Nona Alexa, bukannya kami tidak mau menerima tawaran dari anda tetapi kami tidak bisa menerima tawaran tersebut. Kami tidak ingin terlibat dalam masalah bersama anda".
"Masalah apa,,,?" Tanya Alexa.
"Jangan dengarkan ucapan Dedi, dia memang selalu mengatakan hal yang tidak masuk akal" Ucap Panji.
"Tidak masuk akal bagaimana,,,! Aku hanya ingin melindungi keluarga kita" Ucap Dedi.
"Kalau dia punya maksud lain sama kita bagaimana,,,?".
"Sudah cukup,,,! Buang jauh- jauh pikiran aneh dari otakmu itu" Tegas Panji.
"Hahahaha,,,! Kalian pikir aku orang jahat ya,,,!" Alexa tertawa karena akhirnya ia tahu arah pembicaraan Panji Cs.
"Bukan begitu,,,! Mereka memang terlalu waspada kepada orang yang baru mereka kenal" Jelas Panji.
"Ooo,,, begitu,,,!".
Alexa begitu serius berbicara dengan Panji Cs hingga tidak menyadari kedatangan Erlangga.
"Sedang apa kamu disini,,,?" Tanya Erlangga kepada Alexa.
Kedatangan Erlangga yang tiba- tiba membuat Alexa dan Panji Cs kaget. Mereka memandang kearah Erlangga.
"Bukankah seharusnya kamu sudah pergi dari tadi. Lantas apa yang kamu lakukan disini bersama mereka" Erlangga memandang kearah Panji Cs.
"Aku sedang makan,,,!" Jawab Alexa santai.
"Nih, kamu nggak lihat" Alexa menunjukkan bungkusan nasi yang sudah kosong.
Erlangga menatap dengan tatapan tidak suka kepada Alexa dan juga kepada Panji Cs.
Alexa menghalangi pandangan Erlangga kepada Panji Cs.
"Apa,,,!" Tanya Alexa.
"Kenapa kamu memandangi kami seperti itu,,,? Kamu nggak suka,,,!".
"Seharusnya kamu langsung pergi ketika aku menyuruh kamu pergi. Untuk apa kamu datang menemui mereka,,,?" Ucapan Erlangga terdengar tidak suka.
"Apa hak kamu melarang aku untuk ketemu dengan mereka. Aku bukan karyawan kamu, jadi aku tidak punya kewajiban untuk mendengarkan perintahmu".
"Bos Angga punya masalah apa sih dengan Nona Alexa,,,? Sepertinya mereka terlihat tidak akur" Bisik Leon kepada Ojan.
"Nggak tahu" Jawab Ojan.
"Orang yang tidak suka sama aku adalah kamu bukan mereka, jadi kamu nggak punya hak untuk melarang aku buat ketemu sama mereka" Ucap Alexa.
"Terserah,,,! Aku tidak butuh penjelasan kamu" Tegas Erlangga.
Melihat perdebatan yang mulai panas antara Erlangga dengan Alexa membuat Panji khawatir. Panji memberanikan diri untuk melerai perdebatan itu.
"Alexa kebetulan lewat Ga, jadi kami mengajaknya untuk ikut makan bersama kami. Alexa tidak melakukan apa- apa kok,,,! Kami hanya makan bersama, itu saja. Iyakan,,,!" Panji meminta dukungan dari teman- temannya.
"Iya,,,!" Jawab mereka bersamaan.
Erlangga kini menatap Panji.
"Ya sudah lanjutkan. Aku juga tidak ingin mengganggu kesenangan kalian".
"Loe sendiri udah makan Ga,,,?" Tanya Panji.
"Ayo kita makan bareng,,,!".
"Nggak usah. Gue bisa urus diri gue sendiri,,,!" Erlangga berlalu pergi.
Alexa menatap kepergian Erlangga dengan perasaan kesal.
"Apa- apaan sih dia,,,! Apa haknya melarang aku untuk tidak dekat dengan karyawannya. Dasar cowo aneh,,,!".
Alexa berbalik memandangi Panji Cs.
"Dia itu kenapa sih,,,? Sepertinya hobinya itu marah- marah aja,,,!" Tanya Alexa.
"Bos Angga memang seperti itu,,,! Orangnya keras tapi sebenarnya hatinya baik" Jawab Leon.
"Kami semua sudah biasa mendengar omelan Bos Angga seperti itu" Sambung Abeng.
"Kamu tidak perlu menghiraukan Angga, nanti dia juga akan tenang sendiri" Ucap Panji.
"Wah,,,! Kalian semua terlalu memujinya. Memangnya dia sebaik itu".
"Aku menjadi semakin penasaran dengan pria yang bernama Erlangga itu".
"Erlangga sudah punya pacar,,,?" Tanya Alexa.
Panji Cs kaget mendengar pertanyaan Alexa.
"Dia sebenarnya tampan tapi sikapnya sangat kasar. Aku ingin tahu bagaimana sifat aslinya. Erlangga belum punya pacarkan,,,?".
"Apa maksud kamu bertanya seperti itu,,,?" Tanya Panji.
"Nggak ada, aku hanya ingin tahu aja,,,!" Jawab Alexa santai.
"Aku harus tahu targetku itu orangnya seperti apa,,,?".
"Setahu kami Bos Angga belum punya pacar,,,!" Ucap Leon.
"Benarkah,,,!" Wajah Alexa berubah ceria.
"Ehm,,, Awas kamu,,,! Aku akan membuat kamu bertekuk lutut dihadapan aku,,,!".
"Berarti aku punya kesempatan untuk mendekatinya. Iyakan,,,?".
"Nona Alexa suka sama Bos Angga,,,?" Tanya Leon.
"Iya,,,! Aku suka dia" Jawab Alexa.
"Aku akan membuat Bos kalian menjadi pacarku,,,!"
Panji Cs tidak tahu harus berkata apa, mereka sudah kewalahan menghadapi Naora dan kini mereka juga harus menghadapi Alexa.
"Wah,,,! Bahaya ini,,,!" Ucap Dedi sambil menggelengkan kepalanya.
"Kita dalam bahaya,,,!".
Ojan, Abeng dan Leon tidak mengerti maksud ucapan Dedi.
Alexa telah menetapkan pilihan kalau ia akan mengejar Erlangga dan bertekat akan membuat Erlangga jatuh cinta kepadanya.
Bersambung,,,!!!