
Bu Rossa sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya, Sop Jamur spesial menjadi menu utama untuk makan malam hari ini. Beliau menuangkan Sop Jamur tersebut kedalam piring saji kemudian langsung membawanya kemeja makan. Pak Bima sudah berada dimeja makan sejak tadi, beliau sedang menatap layar ponselnya dengan wajah serius.
Bu Rossa menatap suaminya sambil menggelengkan kepalanya sambil bergumam :
"Pagi, siang, malam,,,! Handphone itu tidak pernah lepas dari tangannya".
Bu Rossa memanggil seorang pelayan
"Bi,,,! Bi Asih,,,!".
"Iya nyonya,,,!" Bi Asih keluar dari arah dapur bergegas menghampiri Bu Rossa.
"Tolong panggilkan Alexa,,,!" Perintah Bu Rossa.
"Iya, baik nyonya,,,!"
Bi Asih berbalik dan langsung menuju kekamar Alexa.
Bu Rossa duduk disamping Pak Bima sambil melirik sekilas kepada suaminya itu.
"Bagaimana dengan hubungan Niko dan Alexa,,,!" Bu Rossa memulai pembicaraan.
"Apa yang akan kita lakukan untuk menyelesaikan masalah mereka berdua,,,?".
Pak Bima mulai terusik dengan pertanyaan istrinya tersebut, beliau meletakkan ponselnya diatas meja dengan raut wajah yang datar.
"Jujur,,,! Mami tidak bisa terima kalau Niko memang benar- benar telah berselingkuh Pi,,,!".
Bu Rossa menatap suaminya yang masih terdiam.
"Apa Papi akan diam saja,,,?".
"Kita lihat saja nanti,,,! Apakah mereka berdua bisa menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka atau tidak,,,!" Jawab Pak Bima tenang.
"Apa Papi yakin mereka bisa menyelesaikannya sendiri,,,?" Tanya Bu Rossa.
"Biasanyakan seperti itu,,,! Mereka sudah sering bertengkar tapi beberapa hari kemudian mereka berbaikan kembali" Ucap Pak Bima.
"Tapi ini berbeda Pi,,,! Semarah- marahnya Alexa kepada Niko, Alexa tidak pernah berbicara sekasar itu kepada Niko apalagi saat berada bersama kita. Tapi Papi lihat sendirikan apa yang terjadi kemarin, Alexa bersikap sangat kasar kepada Niko dan bahkan Alexa berkata ingin memutuskan hubungannya dengan Niko. Bukankah ini berarti masalah mereka sangat serius Pi,,,!".
Bu Rossa terdiam sejenak kemudian kembali berkata :
"Perasaan Mami tidak enak Pi,,,! Mami khawatir Alexa akan melakukan hal- hal yang aneh lagi,,,!.
Pak Bima menghela nafas panjang
"Baiklah,,,! Papi akan pikirkan solusi dari masalah ini nanti. Papi akan bicara langsung dengan Niko tentang masalah antara Alexa dengan dirinya".
"Bagus,,,! Lebih cepat lebih baik,,,!" Ucap Bu Rossa.
"Rencana pernikahan Alexa dan Niko sudah tersebar luas, tapi kalau sampai mereka tidak jadi menikah maka keluarga kita akan sangat malu Pi,,,! Mau ditaruh dimana muka kita Pi,,,?".
"Mami tidak perlu memikirkan hal yang aneh- aneh seperti itu,,,! Hal itu tidak akan pernah terjadi. Papi pastikan itu,,,!" Ucapan Pak Bima sangat tegas dan berwibawa.
Bu Rossa akhirnya lega mendengar ucapan dari suaminya. Beliau mengambil piring makan Pak Bima dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk kemudian meletakkan kembali dihadapan Pak Bima.
Beberapa menit kemudian Alexa keluar dari kamarnya, ia berjalan menuju meja makan dengan langkah yang lemah dan langsung duduk disamping bu Rossa. Tanpa basa- basi Alexa langsung mengambil makanan dan memikmatinya. Bu Rossa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alexa tersebut.
"Pelan- pelan Alexa,,,! Tidak akan ada yang merebut makanan itu dari kamu,,,!" Ucap Bu Rossa.
Alexa tidak menghiraukan ucapan Maminya, ia terus menikmati makananya tanpa menoleh kearah Pak Bima dan Bu Rossa.
"Bagaimana keadaan perusahaanmu,,,! Apa baik- baik saja,,,?" Tanya Pak Bima.
Alexa tidak menjawab pertanyaan Pak Bima secara langsung, ia hanya menunjukkan sebuah kode dengan tangannya ke arah Pak Bima,,(👌)".
Bu Rossa menyenggol lengan Alexa.
"Jawab yang sopan,,,! Itu Papi kamu bukan temanmu,,!".
Dada Alexa terasa nyesak mendengar ucapan dari maminya dan ia hampir tersedak karena hal itu.
"Semuanya baik- baik saja Pi,,,! Aman, nyaman dan terkendali. Alexa baru mendapatkan klien baru dan sedang membahas beberapa Projeck baru dengan klien tersebut" Jawab Alexa.
"Wah,,,! Kamu memang hebat sayang,,,! Kamu bisa mengurus perusahaanmu dengan begitu baik. Mami bangga sama kamu,,,!" Ucap Bu Rossa sambil mengelus lengan Alexa.
"Makasi Mi,,,!" Alexa tersenyum senang mendengar ucapan maminya itu.
"Apa yang bisa dibanggakan dari perusahaan kecil yang belum berkembang itu, nilai sahamnya begitu murah bahkan hingga kini belum bisa memberikan keuntungan yang besar" Ucap Pak Bima sinis.
"Papi,,,!" Bu Rossa menatap suaminya tajam.
Pak Bima melanjutkan bicaranya :
"Perusahaan kecil seperti itu bisa diurus oleh siapa saja, bahkan oleh lulusan dalam negeri seklaipun. Sarjana luar negeri tidak pantas disandingkan dengan sarjana dalam negerikan,,,! Seharusnya kamu menyadari hal itu,,,!".
Alexa terdiam sekaligus kecewa mendengar ucapan Papinya tersebut. Perasaan Alexa sangat terluka karena kata- kata itu keluar bukan dari orang lain melainkan dari bibir Papinya sendiri. Sejak awal Pak Bima memang tidak pernah mendukung Alexa untuk mendirikan perusahaan itu karena beliau ingin Alexa mengambil alih perusahaannya.
"Papi,,,! Jangan bicara seperti itu,,,!" Bu Rossa berbisik ditelinga suaminya.
"Sudah cukup,,,! Jangan diteruskan lagi. Lanjutkan makan kamu Alexa,,,!".
Alexa meletakkan sendok makannya diatas piring, nafsu makannya sudah menghilang.
Alexa melirik Pak Bima sambil tersenyum sinis.
"Perusahaan Papi apa kabar,,,? Sepertinya harga saham perusahaan Papi semakin tinggi ya,,,! Wah,,,! Papi memang hebat, tidak ada yang bisa mengalahkan kehebatan Papi saat ini,,,!".
"Alexa,,,!" Bu Rossa menyentuh tangan Alexa agar diam.
"Perusahaan sebesar itu harus dipimpin oleh Presdir yang hebat Pi,,,! Nggak boleh orang sembarangan. Tapi sayangnya Alexa tidak sehebat Papi apalagi sehebat kak Andre. Alexa tidak bisa mengurus perusahaan yang begitu besar. Alexa nggak sanggup Pi,,,! Papi cari orang lain saja,,,!".
"Cukup Alexa,,,! Kamu tidak perlu melanjutkannya lagi" Bu Rossa tidak suka nama Andre kembali disebut.
"Kenapa Mommy,,,? Itukan memang benar. Papi harus mencari pengganti yang sehebat Kak Andre" Alexa menyengirkan sudut bibirnya.
Pak Bima tetap santai dan tetap berusaha mengendalikan diri, beliau tahu Alexa sedang memprofokasinya.
"Siapa saja bisa menjadi pemimpin yang hebat, asal orang itu mau berusaha untuk mencapainya" Ucap Pak Bima.
"Untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat tidak hanya membutuhkan pengalaman, tetapi juga membutuhkan perjuangan, usaha dan kerja keras serta jiwa panjang menyerah yang tinggi. Kamu benar, memang tidak semua orang mampu untuk melakukannya. Papi memang harus mencari seseorang yang pantas untuk melanjutkan perjuangan Papi".
"Apa Papi sudah menemukannya,,,?" Alexa kembali bertanya.
"Tentu saja. Papi sudah menemukan orang itu. Dia adalah orang yang tepat untuk menggantikan posisi Papi,,,!" Jawab Pak Bima sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu,,,! Alexa tenang karena Papi sudah memiliki calon yang tepat untuk menggantikan posisi Papi. Jadi Alexa bisa melanjutkan bisnis Alexa dengan tenang" Ucap Alexa.
Sebenarnya Alexa tidak sepenuhnya merasa tenang mendengar ucapan dari Papinya. Ia khawatir kalau Papinya salah dalam memilih calon pengganti beliau. Menurut Alexa hanya Andre, almahum kakaknyalah yang paling tepat untuk menggantikan Papinya.
"Siapakah orang yang dimaksud Papi,,,? Apakah aku mengenalnya,,,? Apakah orang itu salah satu Direktur diperusahaan Papi,,,? Atau salah satu rekan kerja Papi,,,? Atau orang lain yang dekat dengan Papi. Tapi siapa,,,? Siapakah orang itu,,,? Bukan Nikokan,,,?".
Alexa melirik Papinya kembali dan bertanya :
"Orang yang Papi maksud itu bukan Nikokan,,,?".
Pak Bima menghentikan makannya dan mengambil minuman lalu meminumnya. Bu Rossa menatap Alexa
"Sudah Alexa, kamu tidak perlu melanjutkannya lagi. Habiskan saja makanan kamu,,,!".
"Jawab Pi,,,! Benar kalau orang itu adalah Niko,,,?" Alexa kembali bertanya.
Pak Bima menggangguk "Iya,,,! Dia adalah Niko,,,!".
"Apa,,,! Jadi benar orang itu adalah Niko,,,!" Alexa begitu kecewa mendengar nama Niko yang disebut oleh Papinya.
"Tapi kenapa Pi,,,? Kenapa harus Niko,,,! Apa tidak ada orang lain,,,?".
"Untuk apa mencari orang lain, kalau ada orang terdekat yang bisa melakukannya. Lagipula Niko bukanlah orang lain, dia adalah calon suamimu,,,! Dia yang akan menggantikan posisi Papi" Ucap Pak Bima.
"Nggak,,,! Nggak boleh Pi,,,! Papi nggak boleh memberikan posisi Papi kepada Niko. Alexa tidak setuju,,,!" Alexa membanting sendok makannya.
"Lagipula Niko juga bukan calon suami Alexa lagi".
Pak Bima dan Bu Rossa kaget melihat Alexa yang mulai marah.
"Alexa,,,!" Bu Rossa menatap Alexa.
"Apa yang kamu lakukan,,,? Bicara yang sopan Alexa".
"Alexa nggak peduli Papi mau memberikan posisi itu kepada siapa saja, itu terserah Papi. Tapi Alexa tidak akan pernah setuju kalau orang itu adalah Niko. Alexa nggak mau Niko menggantikan posisi kak Andre Pi,,,! Alexa nggak setuju,,,! Alexa tidak akan pernah setuju Pi,,,!".
"Sejak kapan kamu ikut campur urusan Papi,,,? Bukankah selama ini kamu tidak pernah peduli dengan perusahaan Papi,,,! Tapi kenapa sekarang kamu ikut campur,,,?" Suara Pak Bima mulai meninggi.
"Karena Alexa sayang sama Papi. Alexa tidak mau kebaikan Papi dimanfaatkan oleh orang lain. Apalagi orang itu adalah Niko dan keluarganya" Suara Alexa sama tingginya dengan suara Pak Bima.
"Cukup Alexa,,,!" Pak Bima mulai meradang. "Apa yang telah merasuki kamu sehingga kamu berkata hal yang buruk tentang calon suamimu sendiri".
"Niko bukan calon suami Alexa lagi Pi,,,! Apa Papi lupa apa yang Alexa bicarakan kemarin. Alexa sudah putus dengan Niko. Hubungan kami sudah berakhir" Ucap Alexa tegas.
"Alexa,,,! Kamu tidak boleh memutuskan hubungan secara sepihak. Niko sudah mengakui kesalahannya dan dia berjanji akan memperbaiki semuanya. Niko sangat mencintai kamu Alexa,,,!" Ucap Bu Rossa.
"Tapi Alexa tidak mencintai Niko lagi Mom,,,! Niko telah mengkhianati kepercayaan Alexa. Alexa tidak akan pernah memaafkan Niko. Tidak akan pernah,,,!".
Alexa kembali menatap Pak Bima.
"Pi,,,! Alexa mohon Papi memikirkan lagi tentang masalah ini. Niko bukan orang yang tepat Pi, Niko nggak sebaik yang Papi dan Mami pikirkan. Percaya sama Alexa,,,!".
"Kalau kamu memang tidak setuju Niko sebagai pengganti Papi, maka kamu sendiri yang harus mengambil posisi itu. Kamu tahukan kalau Papi memilih Niko karena dia adalah calon suamimu. Sekarang pilihannya ada ditangan kamu, kamu bersedia menggantikan posisi Papi atau kamu menikah dengan Niko,,,! Kamu yang harus memutuskannya,,,!" Ucap Pak Bima.
"Pi,,,!" Alexa semakin kecewa dengan keputusan Papinya.
"Kenapa Alexa yang harus memilih,,,? Alexa tidak setuju dengan kedua pilihan itu".
"Kalau memang begitu, keputusan Papi sudah bulat. Dan kamu tidak bisa menghalanginya keputusan Papi lagi" Ucap Pak Bima.
Alexa berdiri dan menatap Papinya tajam
"Alexa tetap tidak akan pernah setuju dengan keputusan Papi. Alexa tidak akan pernah menerima Niko baik sebagai pengganti Papi diperusahaan maupun sebagai calon suami Alexa,,,!".
Alexa Berjalan meninggalkan ruang makan menuju kekamarnya dengan perasaan yang sangat kecewa terhadap Papinya. Ia tidak bisa menghentikan keputusan yang telah dibuat oleh Papinya itu.
Sementara itu Bu Rossa menatap kpergian Alexa dengan hati yang gundah.
Bersambung,,,!!!
Like
Comment
Share
Vote
Terima kasih,,,,!
🙏**