
Pagi yang cerah menyapa setiap insan untuk memberikan semangat dalam memulai aktifitasnya. Rejeki harus dijemput, ia tidak datang sendiri begitulah orang tua jaman dulu berkata.
Meski hari masih pagi namun kesibukan sudah terlihat di bengkel Sofian Otomotif. Para pekerja satu persatu berdatangan dan memulai pekerjaan mereka.
Sofian Otomotif merupakan salah satu bengkel yang menangani berbagai masalah mesin dan perkakas kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil. Bengkel tersebut telah tumbuh besar dan berkembang dengan baik dibawah pengawasan Erlangga.
Dahulu bengkel itu hanyalah bengkel motor kecil- kecilan yang tidak memiliki nama hingga akhirnya Erlangga berhasil membuat bengkel pak Ferry tersebut menjadi besar dan berkembang seperti saat ini. Erlangga memiliki bakat dibidang otomotif, itu semua ia peroleh dari ayahnya yang merupakan seorang montir.
Hari ini bengkel sangat sibuk karena begitu banyak kendaraan yang harus di perbaiki ditambah lagi karyawan yang sedikit hingga membuat mereka keteteran dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Hei,,, Ojan,,,?" Panggil Dedi
"Tolong ambilkan box perkakas dong. Gue mau pergi nih,,,!".
"Loe ambil aja sendiri, gue lagi sibuk" Ucap Ojan.
"Ojan,,,! Buruan. Gue buru-buru nih,,,!".
Ojan akhirnya mengambil box perkakas dan memberikannya kepada Dedi.
"Nih,,,!" Ojan membanting box tersebut di hadapan Dedi.
"Nih ambil buat loe. Emang loe doang yang buru- buru, gue juga di buru waktu nie. Loe lihat tu mobil" Ojan menunjuk dua mobil disampingnya.
"Gue harus ngeberesin tu mobil hari ini juga".
"Ya udah, loe lanjutin lagi gih,,,! Gue mau pergi dulu" Dedi menyalakan mesin motornya dan langsung pergi.
Panji muncul dari belakang dan menghampiri Ojan.
"Kenapa Jan,,,?" Tanya Panji.
"Itu, si Dedi. Demen banget bikin orang kesal. Nggak tahu apa kerjaan gue masih banyak" Jawab Ojan.
"Ya udah loe lanjutin lagi gih,,,! Ntar sore nih mobil bakal di ambil sama pemiliknya. Jadi loe harus cepat" Ucap Panji.
Ojan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sementara itu Panji berjalan menuju kedalam kantor. Panji menemui Erlangga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Gimana Ga,,,? Kapan barangnya datang,,,?" Tanya Panji.
"Tiga hari lagi, distributor mereka lagi bermasalah jadi semua pengiriman menjadi terganggu" Ucap Angga.
"Kenapa nggak kita jemput aja,,,?".
"Nggak mungkin Ji. Kalau kita jemput malah akan memakan lebih banyak waktu. Dan kita nggak bisa menjamin barang itu akan sampai disini tepat waktu".
Pak Ferry keluar dari kantornya dan mendekati Erlangga.
"Panji,,," Panggil pak Ferry.
Erlangga dan Panji berbalik melihat pak Ferry.
"Ada apa paman,,,?" Tanya Panji.
"Ini,,,! Kamu pergi ke tokonya Atong dan kasih ini kepada dia. Bilang sama Atong kalau kita butuh barang- barang ini besok" Ucap pak Ferry.
"Baik paman, saya akan sampaikan kepada Atong" Jawab Panji.
Panji ingin mengambil selembar kertas dari tangan pak Ferry namun Erlangga merebut kertad itu.
"Tunggu,,,!" Erlangga meraih kertas itu.
"Aku yang akan pergi. Aku ada keperluan didaerah itu. Aku masih ada sedikit urusan dengan Ramon".
"Kamu,,,!" Panji mengepal tangannya kesal.
"Untuk apa kamu pergi menemui Ramon lagi. Masalah itu sudah selesai. Kamu jangan menambah masalah baru. Lagi pula kamu tidak lihat pekerjaan kita masih banyak dan kita dikejar deadline".
Erlangga menyungingkan tersenyum sinis.
"Maka dari itu, kamu tetap disini dan selesaikan pekerjaan kamu. Biar aku yang selesaikan masalahku sendiri".
"Ga,,,! Jangan cari masalah dengan Ramon dan teman- temannya lagi. Mereka pasti tidak akan membiarkan kamu kali ini" Ucap Panji Khawatir.
"Hm,,,! Kenapa,,,! Kamu khawatir padaku,,,! Sejak kapan kamu jadi pria selembut itu,,,! Hehehe,,," Erlangga tertawa.
"Apa salah kalau aku khawatir dengan sahabatku sendiri,,,? Aku hanya tidak ingin kamu terlibat masalah dengan Ramon dan the gang-nya lagi".
Erlangga berdiri kemudian menepuk pundak Panji.
"Tenang,,,! Aku tidak sebodoh itu. Aku tidak akan pernah membiarkan Ramon menang dari aku".
"Tolong gantikan aku menyelesaikan semua pekerjaan ini. Ok,,,! Lakukan pekerjaanmu dengan benar ya, jangan buang- buang waktu memikirkan wanita . Kita tidak punya banyak waktu teman,,,!" Erlangga tertawa dan berlalu pergi.
"Kamu,,,!" Panji ingin menyusul Angga namun pak Ferry menghentikannya.
Panji menarik nafas panjang
"Semoga saja benar paman".
Erlangga meraih helm dan berjalan menuju motornya.
"Kerja yang benar,,,!" Erlangga menepuk pundak Ojan.
Ojan yang sedang memeriksa mesin mobil sambil menunduk terkejut hingga membuat kepalanya terbentuk kap mobil.
"Aduh,,," Ojan mengelus kepalanya yang sakit.
"Ngagetin aja sih bos,,,!".
"Makanya kalau kerja yang fokus, jangan melamun".
"Siapa yang melamun,,,! Bos yang ngagetin saya".
"Hahaha,,, Ya udah sorry, sorry,,,! gue segaja. Hahahha,,,,!" Erlangga tertawa melihat wajah Ojan yang mulai kesal.
"Bos emang nggak punya perasaan,,,! Sakit tahu bos,,,! Tega bener ngagetin orang begitu. Kalau saya punya penyakit jantung terus tiba- tiba pingsan gimana,,,! Kan bos juga yang repot" Ucap Ojan sambil mengelus dadanya.
"Husss,,,! Jangan ngomong yang macem- macem loe. Ingat ucapan adalah do'a".
"Uups,,,!" Ojan menutup mulutnya.
"Bos jangan nakutin Ojan begitu dong,,,!".
"Yang lain pada kemana,,,? Nggak masuk kerja ya,,,?" Tanya Erlangga.
"Abeng lagi pergi kerumah pak Yanto, mobil beliau ngadat lagi. Kalau Dedi lagi ngurusin saluran air dikantor sebelah, pipa airnya bocor" Jelas Ojan.
"Sejak kapan Dedi ngurusin saluran pipa,,,! Nggak mau bongkar- bongkar mesin lagi dia,,,!".
"Tipsnya lumayan bos,,,! Bisa buat traktir makan" Ucap Ojan.
"Kalian sudah berani korupsi waktu ya,,,! Awas aja nanti, kalian semua akan tahu akibatnya" Ancam Erlangga.
"Yah bos,,,! Jangan begitu dong bos,,,! Ojan kan tidak ikut- ikutan,,,!".
"Kamu sama saja. Kamu tahu tapi tidak melapor sama saja dengan kamu ikut bekerja sama dengan mereka".
Erlangga tertawa kemudian menaiki motornya.
"Terus Leon mana,,,? Sudah dua hari ini aku tidak melihatnya,,,!".
"Istrinya masuk rumah sakit bos. Kayaknya sebentar lagi mau melahirkan" Jawab Ojan.
"Wah,,, Luar biasa. Leon memang hebat. Baru nikah sudah mau punya anak".
Erlangga memakai helmnya dan kembali berkata :
"Loe nunggu apa lagi Jan,,,! Buruan nikah,,,! Masa loe kalah sama Leon. Hahahah,,,,!".
"Bos,,,,!" Ojan ingin membalas ucapan Erlangga namun bosnya itu sudah berlalu pergi melajukan motornya.
"Seharusnya bos yang nikah bukannya saya".
Erlangga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, menyalip beberapa kendaraan didepannya sambil membelah kemacetan ibu kota. Ia sangat menikmati perjalanannya dengan mengendarai motor kesayangannya.
Erlangga terus melajukan motornya dengan cepat hingga sebuah tangan melambai kearahnya. Ia tidak ingin menghiraukan lambaian tersebut dan tetap melaju namun tiba- tiba seseorang berdiri dihadapannya dan menghalangi jalannya.
Erlangga menurunkan kecepatan motornya hingga akhinya motor tersebut berhenti tepat dihadapan orang tadi. Erlangga membuka kaca helm dan memandangi seorang gadis sedang tersenyum kepadanya, senyum cerah, secerah sinar matahari.
**Bersambung,,,!!!
Hallo
Kalau kalian suka dengan cerita ini
Tolong
Like
Comment
Share
Vote
Please,,,,
🙏**