
*****
"Kenapa kau tidak makan..??" Elle memerhatikan Lucas yang hanya memandangi sup nya .
"Ini apaa ?!" tanya Lucas sedikit aneh .
"Itu sup kari apel" jawab Elle tanpa menatap .
"Oo.." jawab Lucas singkat .
Selesai makan malam Lucas beranjak keruang tengah, sedang Elle masih sibuk merapihkan meja makan . Beberapa menit kemudian Elle menghampiri Lucas membawakan kudapan dan teh .
"Aku membuatkan mu teh, segera habiskan, setelah itu minum obat pereda nyerinya !" Elle meletakan minuman dan obat diatas meja .
"Ini teh apa, rasanya aneh sekali ??" tanya Lucas mengernyitkan dahi, seraya menjulur-julurkan lidahnya .
"Itu apple tea yang aku tambahkan sedikit rempah-rempah baik buat kesehatan, jadi harus dihabiskan..!!" Elle menatap tajam kearahnya, tanpa pikir lama Lucas menegak habis minumannya disusul senyuman jahil Elle .
"Emm.., rasanya sungguh aneh . Kau yakin itu minuman baik untuk kesehatan ??" tanya Lucas tidak percaya .
"Tentu saja, itu resep turun temurun dari keluarga paman Jorge" jawab Elle menahan tawa, yang berhasil mengerjai Lucas .
Apple tea seharusnya menjadi minuman yang menyegarkan, karena kejahilan Elle yang memasukan sedikit merica dan garam dapur membuat rasanya aneh .
"Untuk menghilangkan rasa anehnya, kau makan lah ini..!!" Elle menyodorkan kudapan .
"Itu makanan apa lagi..?!" tanya Lucas khwatir .
"Ini fried apple rasanya sangat enak cobalah !!" Lucas pun pasrah menerima suapan dari Elle .
"Hmm, lumayan dibandingkan minuman tadi" ucap Lucas sembari mengunyah menikmatinya, sedang gadis dihadapannya hanya tersenyum .
Kini mereka menatap saling canggung .
"Apa kau tinggal sendiri ?" tanya Lucas mencairkan suasana .
"Tidak, aku tinggal bersama ibuku, tapi sudah sebulan ibu belum pulang" mata Elle mulai berkaca-kaca menatap kesembarang arah agar tak terlihat oleh Lucas, namun aksinya terlambat karena sejak tadi Lucas memerhatikannya .
"Lantas pengurus kebun mu ??" lanjut Lucas
"Sudah 2 hari paman Jorge dan bibi Mary pulang ke kampung halamannya, putra mereka satu-satunya mengalami kecelakaan" tutur Elle .
"Terus yang aku pakai ini..?!" ucap Lucas menunjuk kearah celana yang ia kenakan .
"Aku mengambilnya sendiri di paviliun, dan aku tidak menelpon paman terlebih dahulu meminta ijin, karena aku takut paman dan bibi khwatir jika ada orang asing dirumah"
"Oo.."
"Segera pakai baju mu..!!" telunjuk Elle mengarah pada dada Lucas yang membuatnya tidak nyaman, duduk berhadapan dengan Lucas yang bertelanjang dada, membuat adrenalin Elle naik turun .
"Kenapaaa, kau tergoda ?!" goda Lucas tersenyum melihat semu merah pipi Elle .
"Kulihat kerusakan motormu tidak parah, tetapi luka disekujurmu banyak sekali . Dan lukanya tidak terlihat seperti habis tabrakan ?!" Elle mengalihkan pembicaraan yang membuat Lucas gelagapan mendengar pertanyaan Elle .
"Emmmm itu_??"
"Itu luka sayatan kan...?" tanya Elle antusias .
"Ahh...!! aku lupa , aku akan memeriksa motorku dulu" Lucas beranjak dari duduknya menghindari pertanyaan Elle . Ia pun keluar rumah menuju halaman untuk memeriksa motornya, disusul oleh Elle dibelakang .
"Apa kau perlu bantuan ?!" sebelum Lucas menjawab Elle sudah terlebih dahulu ikut mengangkat badan motor .
"Hufth.., aku sudah mengeluarkan seluruh tenaga ku, sedikit pun motormu tidak terangkat.." Elle beranjak dari posisinya yang menungging, seraya mengelap lembut keringat didahinya . Sedang Lucas hanya memerhatikan tingkah Elle yang menurutnya lucu .
"Awas minggirlah..!! Bobot motorku lebih berat dari tubuh mu" ledek Lucas yang memerhatikan tubuh Elle, dan dibalas cemberutan oleh gadis disampingnya . Lucas terkekeh tertawa semakin diperhatikan wajah Elle sangat imut, gadis itu telah memberi kehangatan dihatinya . Selesai memarkirkan motor digarasi, Lucas kembali kedalam rumah di ikuti Elle di belakangnya .
"El.." Lucas memanggil, menghentikan Elle yang sudah berada diambang pintu .
"Hmm ?!" Elle pun menoleh .
"Terimakasih !!" ucap Lucas canggung yang dibalas anggukan Elle seraya berlalu .
****
JERRRSS
Suara juicer memecah keheningan dipagi hari, sepasang mata mulai membuka perlahan matanya . Terdengar suara menguap yang menandakan kantuk masih melanda, namun tangan kekarnya berusaha meregangkan otot-ototnya . Ia mendudukan tubuhnya dipinggiran ranjang seraya memerhatikan keseluruh ruangan .
TOK..TOK..TOK
"Hei, kau sudah bangun?? Cepatlah turun aku membutuhkan bantuan mu..!" gedoran dilayangkan oleh Elle .
"Hmm" hanya dibalas deheman oleh Lucas .
"Hei, kau jangan menggunakan sikat gigi ku ! Ambillah sikat gigi yang baru di lemari kaca..!!" Elle kembali berteriak di luar kamar .
"Hmm" lagi-lagi hanya deheman yang dilontarkan Lucas .
"Dan ingat, kondisikan kedua tangan mu agar tidak menyentuh barang-barang ku!!"
CKLEEK
"Apa lagi ?!" tanya Lucas kesal menghentikan kepalan tangan Elle yang hendak mengetuk pintu .
"Aku hanya ingin bertanya, apa kau sedang sa-riawan?? ucap Elle pelan memerhatikan wajah masam Lucas, karena sejak tadi pertanyaannya selalu dijawab deheman oleh Lucas .
Tanpa menjawab pertanyaan Elle Lucas menutup pintu kamar dengan keras, yang nyaris mengenai wajah Elle .
"Huft... Dasaar Blanket Man (Manusia Selimut) tidak tau berterimakasih . Sudah diberi tumpangan beraninya bersikap kurang ajar padaku, padahal jika dia sedang sariawan aku bisa membuatkan obat untuknya" umpat Elle kesal seraya menepuk dadanya menenangkan kekesalan .
****
Akhirnya Lucas turun, Elle menatapnya penuh kekesalan .
"Kau kenapa ?? Kenapa wajah mu ditekuk seperti apel busuk saja..?" tanya Lucas yang kesal dengan tatapan Elle .
"Ingat kau itu tamu disini, jadi bersikaplah selayaknya tamu..!!" jawab Elle yang tak kalah kesalnya .
"Dan tadi kau nyaris saja melukai wajah ku, jika saja kaki ku tidak cekatan segera mundur, mungkin sekarang wajahku sudah benar-benar seperti apel busuk" Elle terus nyerocos meluapkan kekesalannya pada Lucas . Sedang dia yang dicecar terus oleh Elle hanya tersenyum lucu melihat rajukan Elle .
"Salah mu sendiri banyak tanya, aku itu baru bangun tidur nyawaku belum terkumpul semua, kau sudah menyodorkan banyak pertanyaan" sergah Lucas membela diri .
"Kau butuh bantuan apa dari ku..??" ucap Lucas mencairkan ketegangan .
"Yang pertama perbaiki dulu kotak suratku yang kau tabrak..!!" ucap Elle menunjuk ke arah luar dengan matanya yang di ikuti oleh tatapan Lucas .
"Lalu dimana alat pekakasnya ?"
"Ada dirubanah (Ruang bawah tanah) , kau carilah sendiri . Aku sedang sibuk menyiapkan sarapan" ketus Elle seraya meninggalkan Lucas . Dan Lucas pun melangkahkan kaki ke arah rubanah, dan mulai memperbaiki kotak surat serta pagar yang ia tabrak .
Dari dalam sepasang mata bermanik biru tengah mengintip dibalik tirai .
"Kenapa bisa.., aku baik-baik saja ?!" hati dan pikirannya tengah bergelayut, karena untuk pertama kalinya ia merasa normal berdekatan dengan orang asing .
****
~ Wulania ~