
ZRRAAAKK
Tiba-tiba tebasan pedang mengenai punggung Ellias, dan Ellias langsung menatap istri serta putrinya yang terbaring ditempat tidur . Dengan seketika "Whoosssh" desiran angin menghantarkan Ellias menuju pada keduanya, dan mereka lenyap dari ruangan yang menyisakan musuh .
"Tuan, anda tidak apa-apa ?" tanya seorang pengawal berusaha membopong tubuh lunglai Arael .
"Bagaimana bisa Ellias berada disini, bukankah Lord Axton telah melumpuhkannya dengan sihir Leiron ??!" umpat Arael geram karena ketidak becusan Lord Axton .
"Maaf tuan, mungkin karena kita terlalu meremehkan bahwa Lord Ellias adalah sang Ancient Devil" ucap pria itu .
"Iyaa, kau benar !!" gumam Arael dalam hati .
****
Tepat disebuah ruang bawah tanah, ruangan yang lembab terbengkalai karena sudah lama tak terjamah oleh makhluk luar . Ellias membaringkan istri serta putrinya diatas batu ampar, ia mengusapkan tangannya pada wajah Cherelia yang akhirnya terbangun .
"Elliaas...!!" Cherelia mengerjapkan matanya dan dilihat wajah suaminya, seketika ia menghambur kedalam pelukan Ellias dengan linangan air mata yang membasahi toga milik Ellias .
"Apa yang terjadi, dan tadi a-aku.." suaranya tercekal Cherelia tak sanggup melanjutkan perkataannya, dadanya terasa sesak membayangkan masa depan putrinya .
"Maaf kan aku Cherelia..!!" Ellias berusaha menenangkan tangisan istrinya, dengan lembut ia mengusap wajah wanitanya . Cherelia menatap putrinya lalu menggendong bayi cantiknya dalam dekapan, seraya merasakan nafas lembut putrinya .
"Kenapa ia tertidur, dan apa yang dilakukan Arael pada putri kita ??!" Cherelia melemparkan tatapan sedih pada suaminya .
"Aku akan menyembunyikan putri kita dialam Manusia" ucap Ellias seraya menghembuskan nafas panjang, yang langsung mendapati tatapan ketidak setujuan Cherelia .
"Tidak bisakah kau berdamai dengan kaum mu sendiri ?! Kau tau, aku tidak pernah lelah mengikuti jejakmu , tapi..." suara Cherelia terdengar berat, nafasnya tidak beraturan ia berusaha menahan sesak yang bersemayam di dalam dada, dan Ellias sangat mengerti apa yang dirasakan Cherelia saat ini .
"Cherelia dengarkan ak_"
"Aku melihat masa depannya, dan itu sangat menakutkan . Bagaimana bisa aku nembiarkan putriku melalui hidupnya seperti itu !!" ucap Cherelia memotong perkataan Ellias dan nenatap tepat kedalam mata pria dihadapannya .
"Arael memberi tanda kutukan Kraken pada bayi kita" Ellias bangun dari duduknya, lalu ia memegang pelan bahu istrinya . Cherelia yang mendengar penuturan Ellias pun terkejut, Ellias menenangkan Cherelia melalui tatapannya .
"Tapi aku tidak akan membiarkan kutukan itu menguasai putriku !! Aku akan menyegel kutukan Arael serta Black Magic milik bayi kita . Akan ku buka portal menuju alam manusia untuk mengirim kalian berdua!! Setelah kalian berhasil melewati portal, akan aku hancurkan portal itu . Sehingga tidak akan ada yang dapat keluar atau pun masuk!!" Cherelia hanya mendengarkan dengan khidmat berharap apa yang ia dengar hanya mimpi, bagaimana bisa ia berpisah dengan suaminya dan memutuskan tinggal dialam Manusia .
"Aku tau apa yang kau pikirkan, tapi jika aku membuka portal ini untuk mereka kaum bangsa Eelzeb, maka akan terjadi kehancuran dialam semesta . Mungkin, ya aku egois ! Tetapi aku ingin melindungi alam semesta ini yang dimana didalamnya terdapat kehidupan putriku!" Cherelia masih mematung mencoba mencerna maksud perkataan Ellias, lalu ia menghampiri dan memeluk suaminya .
"Maafkan aku yang meragukanmu..., aku percayakan masa depan putri kita pada mu !!"
Ellias membuka balutan kain yang menutupi tubuh mungil putrinya, dan ia mulai melafalkan mantra, dengan telunjuknya ia menyentuh tengkuk leher putrinya dan menyegel kutukan Arael . Lalu ia memasukan energi cahaya berwarna biru kedalam tubuh bayinya .
"Aku menekan Black Magic miliknya agar kelak, ia tidak akan dapat mengeluarkan kekuatannya yang berakibat fatal membuka tanda segel kutukan Kraken!!" tutur Ellias menjelaskan pada Cherelia .
"Lalu kelak bagaimana ia akan hidup dialam manusia tanpa kekuatannya . Ia akan kesulitan menjalani hidupnya !?" cemas Cherelia mengkhwatirkan putrinya .
"Kau tidak perlu cemas, karena ia akan mendapat kekuatan yang lebih besar dari Black Magic !"
"Kekuatan seperti apa ??" tanya Cherelia penasaran .
"Kau tahu ??, manusia itu makhluk yang aneh dan misterius . Aku tidak dapat menjabarkannya, tetapi kebekuan hatiku tertarik olehnya" ucap Ellias menatap langit-langit, matanya jauh memandang namun entah apa itu .
"Olehnya..??!" Cherelia mengerutkan dahinya yang gagal mencerna ucapan suaminya .
"Hmm.." Ellias hanya membalas tersenyum .
"Elijah . Itu nama putri kita !! Nama yang memiliki makna sama seperti mu.." ucap Cherelia menatap suaminya .
"Aku pun ingin ia memiliki nama mu!!" balas Ellias .
"Baiklah, kita akan memanggilnya dengan nama Elijah Cherelia !!" mereka pun sepakat memberi nama putrinya dengan nama Elijah Cherelia . Namun jauh dihati mereka terdapat luka, karena dimasa depan mereka tidak akan dapat memanggil nama itu .
"Eeaa...eeaaa..."
Elijah terbangun, tangisannya menghantarkan kehangatan direlung hati kedua orangtuanya . Silih berganti mereka memeluk dan menciumi Elijah bayi . Tersirat kebahagian mendalam yang bercampur kesedihan tiada tara, karena mungkin ini akan menjadi yang pertama dan terakhir mereka berkumpul bersama . Dengan perlahan Cherelia menyusui Elijah untuk pertama kalinya, yang langsung disambut lahap oleh mulut mungil Elijah . Terdapat sensasi yang mengalir pada jiwa Cherelia yang tak mampuh ia jabarkan, sungguh ia merasa benar-benar menjadi ibu .
BRUUUKKK !!
Tubuh Ellias tersungkur ke tanah ia meringis kesakitan, luka sayatan pedang semakin melebar dan sihir Leiron mulai menyelusup kejantungnya . Dengan sekuat tenaga ia bangkit .
"Aku tidak apa-apa..." ia berusaha bangun menenangkan istrinya yang histeris .
"Waktu ku tidak banyak, aku harus segera membuka portal untuk mengeluarkan kalian dari dimensi ini !!" ucap Ellias mengumpulkan sisa tenaganya .
"Suamiku..., kekuatan mu sudah terkuras dalam penyegelan Elijah jika kau memaksakan di-rii , sebelum membuka portal k-kauu akaan..." tangisan Cherelia pecah ia benar-benar merasakan sakit didadanya, Ellias menatap lekat wajah istrinya lalu mencium lembut bibir tipis milik wanitanya .
Dan berganti memeluk menciumi putri kecilnya .
"Tumbuhlah dengan kekuatan hati mu , ayah mencintaimu !!" bisik Ellias pada putri kecilnya .
Dengan tenaga yang tersisa Ellias membuka portal ke alam manusia . Dengan posisi menekuk sebelah lututnya, sementara kakinya yang lain menjulur kebelakang . Ellias menghentakan salah satu tangannya ke tanah untuk membuka segel, beberapa saat kemudian terbukalah sebuah lubang raksasa menyerupai tornado, dengan sinar berwarna hijau yang mengelilingi . Sedang Cherelia mendekap erat Elijah, ia mulai melangkahkan kakinya . Sejenak ia berhenti dan berbalik menatap Ellias, beribu kata dalam benaknya yang ingin ia ucapkan hanya mampu ia salurkan melalui tatapannya . Ia pun bebalik memantapkan hati untuk melangkah kedunia yang belum pernah ia jejaki .
Ellias menatap punggung wanitanya dibalik cahaya yang mulai menghilang . Namun tiba-tiba "Buukkk.." sebuah tendangan mendarat diwajahnya . Ellias pun tersungkur tak lagi bertenaga, sihir Leiron telah menjalar keseluruh tubuhnya, Bayangan anak dan istrinya mulai meredup .
"Aku begitu menghormatimu, dan selalu mengikuti kemana pun kau pergi !! Tapi aku pun membencimu . Tatapanmu, yang menatap dunia lain" teriak Arael frustasi .
"Aku akan memastikan putrimu, menghancurkan alam manusia yang amat kau cintai melebihi bangsamu sendiri !!" Arael melangkah menuju portal .
"Dan.., aku pun akan menghancurkan gadis fanamu itu !!" Arael menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kedalam mata Ellias .
Ellias yang terbaring lemas, berusaha menjulurkan telunjuknya dan .
"Whoosshh.."
Sinar cahaya biru melesat kearah Arael dan mengenai bahu sebelah kanannya . Namun Arael telah menghilang bersama tertutupnya portal, menyisakan Ellias yang tengah menatap langit-langit .
~Wulania~