Elle

Elle
BAB 13 . ALICE



Setelah puas dengan suguhan alam hutan Maple yang menguning keemasan, mereka beralih menikmati perjalanan dengan menghabiskan waktu disebuah fastival musim gugur . Mata Elle tertuju pada sekumpulan anak-anak remaja, betapa manisnya masa remaja terbersit dihati Elle menginginkannya .


"Aku menginginkannya.." ucap Elle yang tidak mengalihkan pandangannya. 


"Emm" Lucas yang tidak paham maksud Elle, ia pun mengikuti arah tatapan Elle .


"Aku akan membelinya, mau rasa apa..??" tanya Lucas yang melihat sekumpulan remaja tengah menikmati ice cream .


"Bukan ice cream..!!" ucap Elle mendongakan wajahnya ke wajah Lucas seraya memasang wajah puppy eyes, matanya berbinar-binar penuh harap .


"Lantas..??" dahinya mengerut, bingung mengartikan maksud keinginan Elle .


"Aku menginginkan mu..!!" ucap Elle menatap lekat tubuh Lucas dari atas ke bawah, seraya menggenggam tangan Lucas .


"M-maksud mu..?!" ucap Lucas menegang sembari menelan ludah , imajinasinya berkeliaran .


"Berjanjilah kau bersedia melakukannya..!!" Elle memohon dengan tatapannya .


"K-kau yakin menginginkannya ??" tanya Lucas memastikan .


"Tentu sajaa.." jawab Elle dengan senyum mengembang menghias wajahnya .


"Aku belum pernah melakukannya" wajah Lucas semakin pucat .


"Aku tau.." jawab Elle singkat .


"Dari mana kau tau ??" Lucas memutar kedua bola matanya menatap kepada gadis disampingnya .


"Tentu saja aku tahu..!!" jawab Elle terkekeh tertawa .


Elle berjalan begitu riangnya berbeda dengan pria disampingnya, hati dan pikirannya tengah menjelajah bersama angan-angan liarnya .


"Baiklah aku akan melakukannya, dan ini akan menjadi pengalaman pertamaku !!" gumam Lucas tersenyum tipis .


****


"Beauty Care Spa"


Nama sebuah salon kecantikan, keduanya tengah berdiri menatap menerawang kedalam ruangan .


"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu??" tanya seorang pelayan wanita dengan ramah .


"Ada.." jawab Elle antusias .


"Tidak ada !!" jawab Lucas cepat pada pelayan wanita itu .


"Untuk apa kemari, hanya membuang-buang waktu..!! bisik Lucas menarik tangan Elle .


"Kau berjanji akan melakukannya..?!" ucap Elle lirih .


"I-iya aku akan melakukannya, dengan kau apa adanya tak perlu mempersiapkan diri untuk_" ucap Lucas malu seraya menundukan kepala .


"Kita akan melakukannya disini..!!" pinta Elle .


"D-di sini.. K-kenapa tidak dihotel saja..?!" jawab Lucas terbata wajahnya pucat berkeringat .


"Jika kembali lagi ke hotel akan memakan waktu cukup lama, nyalon disini juga cukup bagus tidak kalah dengan yang dihotel" tutur Elle .


"NYALON..???" gumam Lucas seraya mengernyitkan dahi .


*****


"Arghhhhhh" lengkingan dari seorang pria tampan berbadan kekar memenuhi seisi ruangan, sehingga banyak dari pengunjung bercelingak-celinguk mencari sumber suara .


"Kau itu pria, masa begitu saja kau teriak-teriak..!!" ucap seorang gadis mungil mencondongkan setengah badannya berbisik pada pria disampingnya .


"Aku memiliki kaki yang mulus, jadi tidak membutuhkan Waxing ( Perawatan mencabut bulu-bulu pada tubuh ) " ucap gadis itu seraya mengusap lembut kakinya tak perduli dengan tatapan membunuh dari sang lawan bicara .


Setelah melakukan waxing, mereka pun melakukan treatmen berikutnya, di mulai dari luluran, masker, massage, spa sampai pada manicure dan pedicure . Tidak lupa juga pria itu yang tak lain adalah Lucas, mencukur habis kumis tipisnya serta jambang yang menjadi kebanggannya .


Lucas pun dengan pasrah menerima kemauan Elle, awalnya ia tidak mau tapi lagi-lagi tatapan gadis itu membuat ia luluh . Awalnya semua pelayan terkejut bahkan beberapa dari mereka meragukan kejantanan Lucas, yang membuat pria bertubuh tinggi itu terkulai lemas karena malu, rasanya ia ingin menghanyutkan diri kedasar laut . Tapi beruntunglah otak kecil Elle berfungsi, ia mengatakan bahwa Lucas adalah suaminya, ia melakukan itu untuk memenuhi keinginannya yang tengah mengidam . Sontak saja tatapan semua orang yang ada diruangan itu berubah menjadi kekaguman .


*****


"Swiiiitt..swiiit…"


Siulan, sapaan serta tatapan semua orang pengunjung tertuju kearah mereka, lebih tepatnya pada sosok wanita cantik bertubuh tinggi bagaikan bak model dunia . Ia tengah berdiri bersandar disebuah etalase toko mainan, dengan mengenakan mini dress model baby doll, serta rambut panjang gaya wavy yang tergerai indah, wanita cantik itu terlihat feminin dan elegan . Namun sayang dalam waktu persekian detik tatapan itu berubah .


"KALIAN LIHAAT APA..?!!" teriak wanita cantik itu dengan suara bariton, menyikap setengah gaunnya keatas .


HAHHHAAA


"Puaaas..!!" bentaknya pada gadis mungil yang berdiri disebelahnya, yang tak henti-henti mentertawakannya .


Elle menggelengkan kepalanya seraya berjalan menarik tangan wanita itu yang tak lain adalah Lucas .


"Sekarang apa lagi..?!" tanya Lucas kesal . Elle pun menghentikan laju langkahnya dan berbalik tepat dihadapan Lucas ia menatap dengan intensnya membuat pria cantik itu sedikit gugup .


"Setidaknya aku ingin melakukannya sekali saja dalam hidup ku, melakukan banyak hal bersama seseorang yang bisa aku panggil teman selain ibuku, dan aku tidak memiliki teman lain selain kau ALICE !!" ucap Elle .


"Alice..??!" Lucas mengerutkan kedua alisnya merasa heran .


"Iyaa, Alice versi wanita mu..!!" jawab Elle menahan tawanya .


"K-kau...!" Lucas menggeram .


"Sekali sajaa aku mohon..!!" pinta Elle bersungguh-sungguh tatapannya selalu berhasil meluluhkan hati seorang Lucas .


"Entah sihir apa yang kau rapalkan, kau selalu berhasil merubahku menjadi pria bodoh, yang selalu mengikuti langkah mu.." gumam Lucas menatap Elle dan menyaut tangan mungilnya .


Elle membawa Lucas memasuki sebuah studio foto, mereka melakukan photo box dengan berbagai gaya dan fose telah mereka lakukan, yang awalnya Lucas merasa canggung dengan perlahan ia mengikuti arus . Setelah selesai berfoto ria, mereka berlari mengikuti kerumunan banyak orang yang tengah menikmati alunan musik dari musisi jalannan, Lucas menarik Elle ketengah mengajaknya menari . Ia menatap lekat wajah cantik gadis yang tengah menari dengan lenggak lenggoknya mengikuti alunan musik, tawanya menggema bersama debaran jantungnya . Ingin rasanya ia memeluk erat tubuh mungil itu, namun tangannya terhenti dipuncak kepala mengusapnya dengan lembut .


"Hanya sebatas ini.." lirihnya .


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan sambil bersenandung ria, rasa lelah membawa mereka ke sebuah Caffe .


"Silahkan Nona, mau pesan apa?" tanya seorang pelayan dengan ramah seraya menyodorkan menu .


"Emm, aku mau roti isi dengan daging asap dan..." ucap Elle yang masih sibuk melihat menu pada gambar minuman .


"Satu Shooter dan untuknya Coctail tanpa alkohol..!" jawab Lucas cepat memotong pesanan Elle, yang membuat pelayan itu melongo memperhatikan penampilan Lucas yang feminin bersuara pria, ditambah cara Lucas duduk dengan kaki terbuka .


"B-baik Tua...an, ehh Non-na ?!" ucap pelayan itu terbata seraya berlalu .


"Aku mau minuman yang sama seperti mu..!!" rengek Elle, yang dibalas gelengan oleh Lucas .


Beberapa menit kemudian...


"Hei kau . Manusia Selimut , setelah aku menemukan ibuku dan kembali keperkebunan . Aku tidak bisa lagi bertemu denganmu, aku akan menjalani kehidupanku seperti biasa . Hidup tanpa mu..!! Karena itu, aku ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu, untuk aku kenang dimasa depan.." racauan Elle yang sedang mabuk, ia meminum Shooter minuman dengan kadar alkohol tinggi dalam satu tegukan . Lucas hanya tersenyum memperhatikan gadis yang tengah meracau itu .


Lucas menggendong Elle keluar dari Caffe, ia berjalan dengan kaki ngangkang, yang sesekali menyentuh bokongnya sendiri membenarkan posisi Dalaman yang berada dibalik Dressnya .


"Akhirnya aku bisa melepasnya juga.." ucap Lucas lega sembari menggoyangkan kepalanya yang terbebas dari Wig, yang ia lempar sembarang dijalan .


"Selamat tinggal Alice !!" gumamnya seraya tersenyum .


~ Wulania ~