Elle

Elle
BAB 20 . PERNYATAAN CINTA YANG GAGAL



"Aku menderita Symptomatik Os Trigonum (Kondisi dimana adanya potongan tulang dibelakang sendi pergelangan kaki yang terjepit)."


"Aku tidak paham dengan perkataan mu..?! Lucas mengernyitkan dahinya, gagal memahami kata-kata asing yang tertangkap ditelinganya.


"Aku cedera ." jelas Aletha.


"S-seberapa parah cedera mu?" terkejut serta khawatir terlihat diwajah Lucas.


"Cukup parah sehingga aku tidak bisa menari lagi."


"Tapi apa hubungan cedera mu dengan kau menjebak ku..??" rasa penasaran dan takut menjadi satu.


"Daniel menawarkan perawatan terbaik untuk ku, dengan imbalan aku bisa menarik mu kedalam jebakan mereka. Dan menjadi pilihan terbaik yang aku punya saat itu." ucapnya tanpa menyelipkan sesal dimata.


"Baiklah, aku akan menganggapnya impas. Alih-alih kau datang meminta bantuan padaku, yang notabene nya kekasihmu. Kau memilih menjualku pada musuh." ucapnya setelah terdiam cukup lama.


"Semoga kau bahagia, aku tulus mengatakannya..!!" sambung Lucas tersenyum penuh ketulusan.


"Eum, kau juga . Semoga bahagia..!!" ucap gadis itu tersenyum getir, memandang pilu bahu, yang sangat ia rindukan menjauh.


Seorang wanita yang sedari tadi berdiam diri dibalik pintu kamar, menghampiri Aletha selepas kepergian Lucas.


"Hiks...., kau memang wanita berdarah dingin..!!" wanita itu menangis tersedu memeluk erat Aletha, mengusap lembut tubuhnya yang ringkih.


"Bryce..." panggil Aletha pada sahabatnya.


"Hmm...?"


"Apa aku terlihat menyedihkan..??" tanyanya lirih.


"Kau gadis kejam yang bodoh. Mengorbankan mimpi mu, hidup mu, bahkan.." suaranya tercekal seakan duri menancap dikerongkongan.


"Bahkan, tubuh mu.., untuk menebus nyawanya...!!" sambung wanita itu menggenang, matanya sudah tak mampuh menampung tangis yang memaksa jatuh.


***


Lucas kembali kerumah, matanya mencari sosok yang dirindukan. Ketika sosok itu mendekat, ia langsung menghambur memeluk tubuh beraroma vanilla itu.


"K-kau kenapaa..??" tanya Elle khawatir dan membalas kembali pelukan Lucas.


Lucas hanya menggelengkan kepala, ia mencoba meraup semua udara disekitar, meredamkan segala emosi yang bertandang dihati.


"Aku menyukai aroma tubuh mu, sangat menenangkan." jawabnya semakin menenggelamkan wajah diceruk leher Elle yang sesekali menciuminya.


"Kau..ini!" Elle mendengus dan mendorong kuat tubuh Lucas untuk mundur.


"Lima menit saja, ijinkan aku memeluk mu..!!" rengek Lucas memohon, seraya merentangkan kedua tangannya.


Elle kembali menghampiri Lucas, rona bahagia terpampang diwajah pria tampan itu.


Alih-alih menerima pelukan, ia malah mendapat toyoran dari Elle.


"Kenapa kau malah memukul kepala ku..??" ringisnya mengusap pangkal kepalanya.


Lucas dengan mata menyalang, menatap enggan kehilangan punggung Elle yang hendak menjauh dari jangkauannya. Ia dengan langkah panjang meraih tangan Elle, tubuh mungil itu pun ikut berbalik menghadap pria yang tengah tersenyum tipis padanya.


"Cup.."


Kecupan singkat mendarat dibibir mungil Elle.


"Itu hanya kecupan, tak usah tegang.." godanya.


Pria itu tersenyum jenaka menggoda gadis yang tengah menegang, tindakannya sungguh memacu adrenalin sang gadis.


"Bersiaplah nanti malam aku akan menjemput mu, kita akan berkencan !"


Senyum Lucas semakin menjadi tatkala melihat ke kikukan Elle. Ia pun segera berlalu, menenangkan debaran hatinya yang menuntut lebih.


~


Keduanya tengah berada disebuah Restaurant mewah yang memiliki atmosfer keromantisan. Ekor mata pria itu menangkap kembali, tampilan gadis cantik yang menjadi pasangan Dinner nya. Elle mengenakan dress selutut dengan kerah berbentuk V berwarna senada dengan jas yang dikenakannya.


Dekorasi yang penuh dengan deretan Wine, serta bunga segar yang tertata rapih, ditambah dengan pencahayaan temaram yang berasal dari lilin beraroma.


"El..," ucapnya gugup.


"Eum."


"Apa kau menyukainya?" tanyanya mengalihkan kegugupan.


"Eum."


Gadis itu membalas dengan dehemannya. Tanpa menatap wajah pucat pias yang menatapnya dengan harap-harap cemas. Karena ia terlalu sibuk menikmati dekorasi ruangan yang menyita perhatiannya.


Deruan nafas Lucas terdengar naik turun, seolah ia mengumpulkan seluruh kekuatannya pada satu titik. Pada Lidah nya yang kelu.


"El, aku MENCINTAI mu...!!" ungkapnya cepat dengan seluruh keberanian yang telah dikumpulkannya.


Waaaauuuu...


Gadis itu terpana dengan hidangan yang baru saja diantarkan pelayan kemejanya, hidangan Western membuat matanya membulat dengan sempurna, berkali-kali ia menelan air liurnya, yang sudah tak sabar ingin menyantap.


"Aku sengaja menahan lapar dari siang, agar aku bisa menikmati makan malam ini bersama mu.." ucapnya tersenyum manis.


Helan nafas panjang dihembuskan Lucas, dengan penuh persiapan ia menyusun makan malam romantisnya bersama Elle, sampai-sampai ia menjatuhkan harga dirinya pada Sam sahabat Playboy nya, agar mau memberi kiat-kiat untuk menarik perhatian seorang gadis, dan membujuknya untuk bersedia meminjamkan mobilnya.


~


"Aku ingin membeli itu..!!" unjuk Elle ke sebuah toko.


"Kau ini bukan anak-anak, untuk apa membeli mainan."


Lucas tak mengindahkan rengekan gadis disampingnya, ia sangat kesal karena momen makan romantisnya gagal, disebabkan tingkah Elle yang hanya terpaku pada hidangannya saja. Sehingga gadis itu melewatkan pernyataan cinta yang sudah susah payah Lucas ungkapkan, dan hatinya tidak memiliki keberanian untuk mengulang ungkapan cintanya yang gagal.


~ Wulania ~