
Lucas mendaratkan Elle disofa, lalu ia berlalu ke dalam kamar mandi . Dilihatnya kotak P3K yang di tenteng Lucas, Elle langsung menyautnya .
"Aku sajaa..!!" ia setengah berlari menuju kamar, dengan kaki yang sedikit pincang .
Lucas hanya diam memandang punggung gadis itu menghilang dibalik pintu, lalu ia melangkahkan kakinya kehalaman belakang .
"Lex, persiapkan motorku..!! pintanya pada gadis yang tengah berkutat dengan peralatan montirnya .
"Jika kau menerima tantangannya, berarti kau masih jadi pria bodoh." sarkas gadis itu tanpa menatap wajah lawan bicaranya .
"Aku hanya ingin tahu alasannya.." lirih Lucas dengan tatapan kosongnya .
"Alasannya sudah jelas, kau nya saja yang keras kepala..!!" hardiknya .
"Kau tidak seperti biasanya . Kau terdengar lebih baik tanpa bersuara..?!" timpal Lucas kesal, dengan ucapan Alex yang menyudutkannya .
PRAAANG !!
Alex menjatuhkan Kunci Pas dilengannya .
"Bukan kau yang aku khawatirkan jika sesuatu hal terjadi pada mu, bagaimana dengannya..?? Kau bilang dia kehilangan ibunya, jadi sebelum kau berhasil menemukan ibunya, Elle tanggung jawab mu, ingat kau yang menariknya kemari..!! ujar Alex kesal menatap tajam Lucas .
"Iyaa . Dan berkat kau juga, musuh-musuhku melihatnya !!" sindir Lucas .
"Aku tidak bermak-sud..."
"Aku tahu, sudahlah ! Jaga Elle untuk ku..!!" Lucas pun berlalu meninggalkan Alex .
*****
"Jadi kau pemimpin baru Dangerous ?" tanya Lucas tak bersahabat .
"Bagaimana keadaannya..??" pria itu malah bertanya balik tentang Elle .
"Tentukan saja tempat dan waktunya..!!" ucap Lucas tak memperdulikan pertanyaan dari lawannya .
"Sampaikan salam ku untuknya.." sambungnya kembali, mempermainkan Lucas .
"Cihh, kau siapa..?? Beraninya menanyakan keadaan Elle.." geram Lucas mencondongkan wajahnya dihadapan Cale yang tengah duduk bersandar dimotornya .
"Lantas, Kau sendiri siapanya..?? Bukankah kau menerima tantangan Dangerous karena ingin bertemu dengan wanita yang bernama Aletha??" ungkapnya setengah menyeringai .
Deg..
*****
Cukup lama Elle berdiam diri dikamar, dan kata-kata Alex yang mengatakan bahwa Lucas hampir mati karena seseorang membuatnya jadi penasaran, begitu pun dengan perasaan Alex untuk Lucas, Elle merasa tak enak hati pada Alex, ia pun memutuskan untuk menemui Alex di bengkel tepatnya dihalaman belakang rumah, yang dulunya sebuah gudang kemudian dirubah oleh gadis itu menjadi bengkel, Elle pun menghampiri Alex yang tengah memperbaiki sebuah motor .
"Apa itu motornya Lucas..??" tanya Elle memulai percakapan .
"Hem.." Alex hanya berdehem .
"Apanya yang rusak??" tanya Elle lagi .
"Ada masalah dengan Piston nya ." jawab Alex singkat .
"Oh.."
"Hehhe, tidak !" sambung Elle tertawa kecil, Alex pun ikut tersenyum melihat wajah imut Elle .
"Emm, Lex.." ucap Elle sungkan .
"Iya, kenapa..??" tanya Alex yang tengah mengapit kabel menggunakan tang .
"Apa kau marah pada ku??" tanya Elle hati-hati memberanikan diri bertanya pada Alex .
"Marah pada mu, untuk apa..??" Alex menaikan salah satu alisnya, merasa heran dengan pertanyaan Elle .
"Waktu di-ruang makan.." ucap Elle pelan seraya menggigit bibir bawahnya .
"Aku tidak marah pada mu, hanya saja.." Alex berhenti dari aktivitasnya, seraya menghirup udara dalam-dalam .
"Kau menyukai Lucas, dan cemburu pada ku..?" cecar Elle sedikit tegang, dan tak percaya akhirnya pertanyaan itu lolos juga dari mulutnya .
"Uhuk..!!" Alex tersedak karena kaget .
"El, kau ini lucu.." ucapnya sembari tertawa .
"Aku serius !!" pungkas Elle menatap kedalam mata Alex, dan Alex mendapati keseriusan dimata Elle.
"Aku tidak menyukai Lucas atau pria mana pun, aku tidak bisa dan tidak menginginkannya..!!" ucapnya lirih .
"Kenapa..??"
"Jika kau ingin tahu tentang hidupku, aku tidak memiliki jawaban untuk mu..!!" ungkap Alex bersungguh-sungguh .
"Benar kata Sam, kau membentengi dirimu dengan kokoh.." ucap Elle menekukan wajahnya, mengundang ke jahilan Alex untuk mengotori wajah Elle dengan Oli .
"Aleeex..!!" teriak Elle mengundang tawa Alex si montir cantik, mereka berdua pun menghabiskan waktu dihalaman belakang . Dan akhirnya Elle membuka suara tentang kepenasarannya .
"Lantas dia siapa..??"
"Dia..?!"
"Hem, yang hampir membuat Lucas mati.."
"Alheta !!"
*****
"Kau sudah kembali ?!" tanya Elle yang baru masuk melalui pintu belakang, dilihatnya Lucas yang tengah duduk di sofa .
"Ini.." Lucas menyodorkan sebuah Handphone baru .
"Untuk ku..?!"
"Hem.." Lucas pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Elle, tanpa ucapan Selamat Malam . Elle memandang punggung itu dengan nanar, hatinya tengah didera rasa sakit yang ia sendiri tidak tahu apa penyakitnya .
"Bu, mungkinkah aku jatuh cinta padanya..?!" gumamnya dalam hati .
"Hahh..., sungguh ironis . Bagaimana bisa dalam waktu bersamaan, aku merasakan jatuh cinta dan juga patah hati.." ucapnya bergetar menahan sesak yang bersemayam didada .
~ Wulania ~