Elle

Elle
BAB 1 . DEVILMAN



Di dimensi lain, berdampingan dengan alam manusia hiduplah Bangsa Eelzeb. Roth adalah klan terkuat diantara klan-klan lain, dan Raja yang menduduki tahta Roth saat ini adalah Lord Ellias yang dikenal sebagai Ancient Devil ( Iblis Kuno ).


Ellias merupakan seorang pemimpin yang berpikir jauh kedepan tentang alam semesta, ia selalu mendapat kilatan bayangan akan kehancuran alam semesta yang akan diporak porandakan oleh bangsa Eelzeb.


"My Lord ...." sapa seorang wanita cantik berbalutkan gaun berlapis sutra berwarna soft pink, yang menjuntai menutupi mata kaki. Bagian lengan yang sengaja terbuka memperlihatkan ke elokan belahan dada sang wanita, serta rambut panjang bergelombang yang berwarnakan emas semakin memancarkan kecantikannya. Dengan sinar mata yang lebih terang diantara bintang bintang dialam semesta. Mata bulatnya yang menenangkan hati gulandah serta manik mata yang berkilau berwarna biru, dengan senyuman yang meluluhkan sang pemilik pandangan.


"Apa kau bermimpi buruk lagi?" tanyanya dengan guratan ke khwatiran.


"Hmm ... iya ratuku." Dengan suara lirih dan helaan nafas panjang Ellias menjawabnya.


"Namun kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja!" timpal Ellias segera menyembunyikan kekhwatirannya.


"Bagaimana bisa kau baik-baik saja, sedang wajahmu terlihat pucat?" Wanita itu menatap tak percaya.


"Sekarang tidak lagi, karena tepat dihadapanku telah hadir penawar yang akan menyelamatkan ku dari sesak ini," jawab Ellias menepiskan kekhwatiran diwajah wanitanya.


Dengan lesung pipi terpatri menciptakan senyuman mematikannya, yang kapan saja akan meluluh lantahkan setiap mata yang memandang. Tentu saja, bagaimana bisa wanita dihadapannya tidak tersihir, wajah tampan bermata sayu yang meneduhkan. Kini berdiri bertelanjangkan dada mengenakan Toga ( Pakaian pada jaman Yunani Kuno yang berupa sehelai kain ). Yang dililitkan hanya menutupi tubuh bagian bawahnya saja. Serta ia memiliki postur tubuh tinggi tegap berambut ikal yang memiliki aroma tubuh menenangkan dan hanya istrinya seorang yang dapat menikmatinya.


Ellias pun menghampiri dan memeluk erat wanitanya seraya berkata.


"Ooh ... Cherelia ratuku, kau adalah candu yang aku sendiri tak ingin sembuh dari kecanduan ini. Dan kau pun penawar yang tidak akan aku dapatkan ditabib mana pun!" ujar Ellias tersenyum berbisik manja ditelinga wanitanya. Iya, itulah Cherelia, nama sang wanita yang mampuh menaklukan seorang Ellias tak lain adalah sang ratu Roth.


"Bagaimana bisa aku jadi candumu, dalam waktu bersamaan aku pun penawarmu juga?" tanya Cherelia tersenyum dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya itu.


"Ini buktinya aku tidak bisa lepas dari pelukan mu, dan seketika kau jadi penawar dari keresahan hati ku!" jawab Ellias mencium kening Cherelia .


"Baiklah. Sekarang tolong lepaskan pelukan mu!" Cherelia terus menggerakan tubuhnya agar terlepas dari dekapan Ellias.


"Sepertinya tubuhku enggan melepas mu ...." goda Ellias tak mau berhenti menciumi aroma tubuh Cherelia.


"Aku ingin seperti ini, rasanya sangat nyaman" lanjut Ellias yang semakin mempererat pelukannya saraya memejamkan mata, seakan kedamaian menyelimuti seluruh jiwanya.


"Tapi kalau seperti ini terus, kau akan menyakiti makhluk yang ada diperutku!" ucap Cherelia menatap dalam kemata milik suaminya.


"Apa maksud mu?" tanya Ellias mengernyitkan dahinya. Cherelia pun menarik tangan kekar sang suami dan meletakan tepat diperutnya.


"A-apa ditubuh mu terdapat Black Magic milik musuh?" tanya Ellias penuh kekhwatiran.


Cherelia yang mendengar penuturan suaminya pun tertawa "Ooh … Ellias kau sungguh tidak tahu apa-apa, kalau hanya Black Magic aku tidak akan sekhawatir ini kau memeluk ku dengan erat"


"Kalau bukan karena Black Magic, apa kau …." suara Ellias menggantung.


"Hamil?" Dahinya mengerut mencerna perkataan wanitanya.


"Ma-maksud mu ... kau sedang mengandung anak ku?" tanya Ellias tergagap.


"Hem, tepatnya. Anak kita!" ucap Cherelia mengangguk membenarkan penuturan Ellias.


"Iyaa, tentu saja. Anak kita," jawab Ellias dengan mata berbinar, yang langsung memeluk mengangkat tubuh Cherelia ke atas mendekapnya, dan menciumi wajah istrinya itu tanpa meninggalkan jejak sedikit pun diwajah Cherelia tanpa sentuhan bibirnya. Terdapat bulir-bulir bening disudut mata Ellias yang berusaha ia bendung. Mereka benar-benar dipenuhi kegembiraan yang amat luar biasa.


Dan malam itu pun tidak mereka lewati begitu saja, Ellias menggendong tubuh istrinya dengan lembut. Kedua tangan Cherelia melingkari lehernya, Dengan perlahan ia masuk kembali kedalam kamar. Meninggalkan kebisuan diteras balkon, desiran angin yang menusuk disetiap pori-pori kulit, makin mempererat pelukan mereka mencari kehangtan. Dan terbukalah pintu kamar yang megah bernuansa klasik, setiap ruangan dipenuhi ornamen-ornamen berwarna emas. Disebrang pintu terdapat tempat tidur berbahankan kayu, berukiran indah dengan tirai yang menjuntai hingga kelantai. Secara perlahan Ellias menurunkan tubuh Cherelia diatas tempat tidur, tak henti-hentinya ia memandang wajah cantik wanitanya. Beradu pandanglah mata keduanya, dengan penuh gairah Ellias ******* habis bibir indah milik Cherelia dan menikmati malam penuh dengan kebahagiaan.


"Terimakasih Ratuku, aku mencintaimu dan … kau juga!" Ellias menatap dan menciumi perut datar istrinya .


Mereka pun masih terjaga, dengan posisi Cherelia tidur menyamping dengan tangan yang melingkar memeluk pinggang suaminya. Dan Ellias tidur terlentang yang menjadikan tangan sebagai bantalan untuk istrinya, sedang tangan yang lainnya menyentuh lembut perut Cherelia. Dengan sehelai kain yang menutup sebagian tubuh polos mereka, Ellias menatap langit-langit kamar. Kekhwatiran terlihat jelas dimatanya.


"Apa yang mengganggu pikiran mu?" Suara Cherelia memecahkan lamunan Ellias.


"Kau belum tidur?" tanya Ellias tanpa mengalihkan pandangan yang dijawab deheman oleh Cherelia.


"Hampir setiap malam aku bermimpi dengan mimpi yang sama ...." jawab Ellias dengan lirih.


"Jangan memikirkannya, itu hanya mimpi!" ucap Cherelia menenangkan.


"Tidak Cherelia, itu bukan hanya sekedar mimpi. Melainkan sebuah penglihatan dimasa depan. Aku melihat bangsa Eelzeb menguasai alam manusia, yang akan menyebabkan terjadinya kekacauan di alam semesta," tutur Ellias dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Suamiku ...." Cherelia menatap wajah Ellias dan membelai dadanya dengan lembut.


"Tolong berhenti membebankan pikiran mu! Lihatlah bangsa Eelzeb sekarang terkendali dibawah kepemimpinnan mu. Semua klan menghormati mu, dan ingat. Dalam beberapa bulan kedepan anak kita akan lahir." Cherelia berkata dengan penuh penekanan.


Ellias menatap istrinya dengan mata sendu. "Aku ingin memberikan masa depan pada anak kita, dengan menciptakan dunia yang aman untuknya!"


"Aku tau itu, aku hanya tidak ingin melihat mu cemas!" Cherelia semakin mempererat pelukannya dan memaksa Ellias untuk tidur.


Ellias paham betul, pada dasarnya kaum bangsa Eelzeb adalah kaum yang serakah, haus akan kekuasaan dan kekayaan serta kaum yang tidak memiliki moral. Ellias selalu memikirkan dunia manusia yang selalu memikat hatinya. Menurutnya manusia adalah makhluk yang aneh, tetapi ia sendiri pun sulit menjabarkannya.


Ellias menjalani kehidupan yang berbeda dari kaum bangsa Eelzeb, bahkan tidak sedikit dari kaumnya yang berpendapat bahwa ia sedikit aneh termasuk Cherelia, yang kini menjadi pendampingnya. Ellias seorang devil yang memiliki keprimanuasiaan, sehingga beberapa dari kaumnya menjuluki Devilman iblis yang memiliki keperdulian terhadap manusia. Dengan sikap dan perilakunya itu yang menghantarkan cinta pada Cherelia.


~Wulania~