Elle

Elle
BAB 7 . LUCAS PART 1



Satu bulan kemudian ***


BRUUUKK


Suara kendaraan menabrak sebuah kotak surat disamping pagar halaman, terlihat seseorang sedang berusaha melepaskan diri dari beban motor yang sangat berat dirasanya . Tentu saja, motor berukuran besar berwarna hitam besutan dari produsen otomotif MV Agusta dari F4CC ini memiliki beban bagan yang besar . Ia membuka helm dan melemparnya sembarang seraya menggerakan salah satu kakinya yang terhimpit badan motor . Akhirnya ia bisa keluar dari himpitan motor, lalu ia melangkah perlahan menuju pintu sebuah rumah dengan tubuh yang gontai, ia menjaga ke seimbangan tubuhnya agar tidak ambruk ke tanah .


TOK...TOK...TOK !!


Berkali-kali ia mengetuk pintu, namun masih belum ada tanda seseorang akan membukakan pintu, ia pun akhirnya ambruk diteras .


****


Waktu menunjukan hampir malam, disebuah kebun tepatnya halaman belakang rumah, Elle bergegas memasuki rumah dengan membawa keranjang rotan yang berisi beberapa buah apel . Setelah meletakan keranjang didapur ia menaiki tangga menuju kamarnya dilantai atas, sesampainya dikamar ia langsung menghambur masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh lengketnya akibat terkena paparan sinar matahari . Hampir satu jam ia berada dikamar mandi merendam tubuh didalam bathup memanjakannya dengan air hangat beraroma Vanilaa .


Beberapa saat kemudian Elle keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimononya, dengan handuk putih yang melilit diatas kepala . Matanya tertuju pada jendela yang terbuka, ia beranjak akan menutup jendela kamarnya seketika ia membelalakan kedua matanya melihat sebuah motor tergeletak dihalaman . Elle pun bergegas turun dan membuka pintu depan rumahnya .


"Ckleekk"


Sontak kedua matanya melebar melihat seorang pria pingsan dengan berlumuran darah disekujur tubuhnya, Elle berusaha membangunkan namun pria itu tak kunjung bangun, tenaganya pun tak kuat untuk membopong badan kekar pria itu . Ia lalu kembali keruang tengah dan ditariknya karpet permadani, Elle menggelarkan karpet dilantai dan menggulingkan badan pria itu, setelah didapati badan pria itu diatas karpet ia mulai menarik karpet itu sekuat tenaga menuju ruang tengah .


Elle menanggalkan jaket kulit berwarna hitam yang melekat ditubuh pria itu, secara perlahan ia mulai membuka kaos polos berwarna putih yang berubah corak menjadi warna darah . Elle terperangah mendapati tubuh pria itu meski penuh luka namun itu sedikit menggoda . Mungkin ! Karena ini untuk pertama kalinya ia sedekat ini dengan seorang pria, perasaan aneh menyingalir kelerung hatinya . Di tatap wajah pria itu dengan seksama, dimulai dari kedua matanya yang masih mengatup, sepasang alis dengan bulu tebal berwarna hitam legam tersisir rapih, pangkal hidung yang mancung . Dan kini matanya tertuju pada bibir yang disudutnya terdapat darah segar, menggunakan ibu jarinya Elle mengusap lembut bibir sang pria membersihkan lukanya .


Dibagian perut sebelah kiri terdapat luka sayatan yang terus mengeluarkan darah, Elle melepas lilitan handuk yang menutupi kepalanya, lalu meletakan handuk ke bagian perut yang terluka untuk menekan pendarahan . Ditariknya jaket kulit milik sang pria, Elle berusaha mengangkat pinggang pria itu seraya mengikatkan jaket pada pinggangnya . Tanpa Elle sadari sepasang mata mengerjapkan matanya, memandang setiap aktifitas Elle yang terus menjamah tubuhnya . Pria itu pun kembali memejamkan mata berpura-pura masih tak sadarkan diri, ia masih setia menikmati aroma Vanilla berasal dari tubuh Elle, yang sudah seperti aroma terapi menenangkan .


Elle beranjak ke dapur dibawanya wadah berukuran sedang, setelah meletakan wadah yang berisikan air, Elle menaiki tangga lantai atas memasuki kedalam kamar mandi mengambil beberapa handuk dan juga kotak P3K dilemari kaca . Sedang, ia yang berbaring dilantai bawah, tengah menerawang kesetiap sudut ruangan sesekali ia meringis kesakitan . Didengarnya langkah kaki Elle pria itu bergegas mejamkan matanya kembali .


Dengan telaten Elle membersihkan darah yang melekat dibagian dada turun kebagian perut sampai menjalar dibagian leher, dan si empu pemilik tubuh masih saja setia pada kepura-puraannya, ia menahan rasa geli yang diakibatkan gerakan rambut Elle yang dibiarkan tergerai .


Kini mata Elle menatap tajam pada bagian paha si empu yang mengeluarka darah, terlihat dari lukanya seperti luka sayatan . Kedua tangan Elle sudah mengudara siap melucuti celana si empu menelanjangi bagian tubuh bawahnya, namun lagi-lagi hati dan pikirannya belum menuai kesepakatan .


"Kenapa tidak dilanjut...??"


BRUUKK !!


Pantat Elle mendarat dilantai, karena terkejut tubuhnya terpental kebelakang .


"D-dari sejak kapan kau sudah sadar..??" suaranya terbata .


"Sejak kau menggerayangi setiap bagian tubuhku..!!" ucap pria itu tersenyum tipis, Elle membelalakan matanya, sedikit ada rasa malu aksinya tertangkap basah .


"Jika kau belum puas, kau boleh melanjutkan kembali aksimu . Melepas celanaku..!! goda pria itu menahan tawa, mengundang kekesalan Elle .


BUKKK !!


"Lakukan sendiri, dan balut tubuh jelek mu dengan ini..!!" Elle melemparkan selimut kewajah pria itu .


"Dan obati luka mu sendiri..!!" kotak P3K serta perban yang ia sondorkan dimeja, lalu ia melangkah menaiki tangga . Ditatapnya tubuh mungil Elle oleh pria itu .


Beberapa menit kemudian, Elle turun berganti dengan dress tidurnya, ia melangkah kearah pintu belakang menuju Paviliun . Sedang tatapan mata dari manusia selimut tidak ia hiraukan, Elle melewatinya begitu saja .


"Hei, pakai ini !!" Elle melempar sepasang baju pada manusia selimut .


"Baju milik siapa?? Kekasih mu..?!" ucap pria itu menimang, dibalas delikan oleh Elle .


"Milik paman Jorge, pengurus kebun !!" ucap Elle ketus, dan berlalu menuju dapur . Ia akan mulai memasak untuk makan malam . Terlihat manusia selimut mengenakan celana training milik paman Jorge, yang mengatung dikaki panjangnya, ia tengah kesulitan memasang perban . Elle yang melihat segera menghampiri membantunya memasangkan perban .


"Aawww..sakit ! Apa kau tidak bisa pelan..?!" dengus pria itu seraya meringis kesakitan .


"Jika aku pelan, nanti kau akan menuduhku mesum !!" ucap Elle sembari memoleskan salep diarea luka .


"Hahhhaa kau masih marah?? Aku tadi hanya menggoda mu" ucap pria itu mengerlingkan mata sembari tertawa, Elle yang melihatnya hanya mendelik . Setelah selesai membantunya Elle kembali kedapur menyiapkan makan malam .


"Hei . Makananya sudah siap !!" Elle memanggil setengah berteriak, lalu mendaratkan tubuhnya dikursi .


"L U C A S !! Itu nama ku . Bukan HEI !!" pria itu mengeja namanya dengan kesal .


"Mana ku tau, kau baru bilang barusan..!! sergah Elle menggerutu .


"Makanya bertanya..!!" dengus pria bernama Lucas, yang hanya dibalas tatapan oleh Elle .


Heniiing***


"Elle , panggil aku Elle !!, itu nama ku" ucap Elle menatap mata Lucas memecahkan keheningan, dibalasnya senyuman manis dari sang pemilik mata .


*****


~ Wulania ~