
Aletha, gadis pertama yang membuat Lucas jatuh hati . Dan butuh waktu 2 tahun bagi pria itu memenangkan hati seorang Alheta . Gadis yatim piatu berparas cantik yang bercita-cita menjadi seorang Ballerina , sedari kecil ia sudah memimpikan ingin terbang ke Rusia negara impiannya .
Namun hidupnya tidaklah mudah, ia sudah harus kehilangan ibunya ketika masih bayi, dan mendapat perlakuan kasar dari sang ayah, hingga pada usia 10 tahun ayahnya pun meninggal karena Overdosis . Dan hak asuhnya jatuh pada Pengasuhan Negara . Ia tinggal disebuah Panti Asuhan, hingga kecintaannya pada Balet mengantarkannya kejenjang hidup yang lebih baik . Alheta tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, selalu bersikap acuh pada sekitaran baik itu lingkungan mau pun teman .
Hingga pertemuannya dengan Lucas sedikit merubah kepribadiannya, meski tidak membuat ia menjadi wanita ramah, setidaknya ia bisa merasakan Bahagia dalam hidupnya .
*****
"El, bisa kau menungguku sebentar..?!" ucap Lucas tanpa memandang wajah Elle .
"Hah..??" Elle merasa bingung dengan perkataan Lucas yang tiba-tiba .
"Tolong tunggu aku..!!" ucapnya lagi, kali ini ia menatap lekat tepat kedalam mata Elle . Dan gadis itu hanya diam tanpa tahu harus berucap apa, Lucas mendesah menyandarkan tubuhnya kesofa, dan memalingkan tatapannya kesembarang .
"Alheta..." ucapnya seraya menatap langit-langit .
"Wanita pertama yang perduli pada ku, ia wanita mandiri yang cukup keras kepala, dalam hidupnya ia hanya memiliki satu tujuan yaitu Rusia . Dan melalui Balet ia dapat mewujudkan impiannya, ia telah memutuskan mengejar impiannya dan menolak memilih tinggal bersamaku, dan kami telah bersepakat untuk berpisah ." sambungnya .
"Kenapa kau menceritakannya padaku..?!" tanya Elle bingung, karena menurutnya tidak ada keharusan untuk Lucas menjelaskan padanya, tentang siapa itu Aletha .
"Aku hanya ingin kau mendengarnya dari mulut ku..!!" pungkasnya .
"Karena beberapa saat setelah kita sampai di Ottawa, aku tidak sengaja melihatnya dan rasa penasaran mengganggu pikiran ku, aku hanya ingin tahu alasannya mengapa ia menjebak ku dulu.." terangnya .
"El, bisa kau bersabar untuk ku..?!" tanya Lucas menghadapkan wajahnya tepat dihadapan wajah Elle, matanya yang sendu seolah mewakili ketulusan hatinya .
Elle lagi-lagi terdiam, mulutnya terasa kelu sulit baginya untuk berucap . Ia terlalu sibuk dengan debaran yang mengacau pikirannya .
"Istirahatlah, selamat malam Puppy Alice..!!" ucap Lucas tersenyum tipis seraya mengacak-acak rambut Elle .
"Apa dia baru saja menyatakan perasaannya padaku.., tapi Lucas tidak mengatakan dia menyukai ku.. Aaahhh kenapa rasanya menggantung..!?" kesal Elle merasa bingung dengan situasinya saat ini .
*****
"Kau yakin, aku tidak perlu menunggu mu..?!" tanya Sam pada Elle .
"Iyaa, pergilah ! Terimakasih..." jawab Elle seraya melambaikan tangannya .
Elle kini tengah berada tepat didepan Perusahaan milik ibunya E&C Holdings .
Ia berkali-kali membujuk resepsionis untuk memberikan nomor Jerome sang Direktur Utama sekaligus kepercayaan ibunya .
"Nona, aku mohon...!!" rengek Elle memasang wajah melasnya .
"Mohon maaf Nona, nomor tuan Jerome tidak bisa dihubungi, tapi saya akan pastikan setelah panggilannya tersambung saya akan menghubungi Nona ." tutur resepsionis sedikit menyesal .
"Baiklah, terimakasih Nona Jane.." ucap Elle tersenyum seraya melihat nama di Nametag resepsionis itu .
Elle pun keluar dari perusahaan sedikit rasa kecewa, tetapi Jane memberitahukan kemungkinan tuan Jerome melakukan perjalanan bisnis bersama ibunya . Ia meyakinkan kembali hatinya, bahwa ibunya akan baik-baik saja . Sebelum kembali kerumah, ia memutuskan untuk berkeliling Ottawa terlebih dahulu .
Matanya terperangah kagum, melihat sesosok pria yang tengah serius berkutat dengan mainannya .
"Kau menciptakan kota yang menakjubkan.." kagum Elle dengan mata yang berbinar .
"Kenapa kau bisa masuk ?!" tanya pria itu terkejut mendapati sesosok asing disebelahnya, seraya mengenakan Hoodie .
"Pintunya terbuka.." jawab Elle menunjuk kearah pintu dengan ekor matanya .
"Kau mengenalku..??" tanya pria itu dingin, dan dibalas gelengan oleh Elle .
"Bagus, karena aku pun tidak mengenal mu.." sarkas pria itu .
"Kenapa kau suka Lego ??" tanya Elle antusias .
"Pintu keluarnya sama dengan pintu kau masuk.." ucapnya ketus .
"Maaf.. Aku fikir ini tempat untuk umum, karena tadi aku masuk ke toko mainan dan mendapati pintu yang terbuka ." ungkap Elle lirih merasa tak enak hati .
Namun pria itu sama sekali tak menggubris penuturan Elle, wajahnya memerah menahan kekesalan . Dan Elle yang melihat ketidak sukaan pria dihadapannya, ia pun buru-buru melangkah mundur .
"Aku menyukai karya mu..!!" teriak Elle diambang pintu seraya tersenyum manis kearah pria itu, hingga bayangan gadis itu benar-benar menghilang dijangkauan mata .
*****
Arael tengah duduk mengamati setiap lembaran foto ditangannya, senyuman tergelincir diwajahnya .
"Akhirnya putri mu menampakan dirinya juga, dan sebelum aku lepas kutukan itu . Aku akan membiarkannya menikmati masa-masanya sebagai manusia, akan aku pastikan pada mu Ellias, darah mu sendiri yang akan menghancurkan dunia yang sangat kau cintai !!" gumamnya dalam hati .
Arael mengenang kembali ketika pertama kali ia memasuki alam manusia, setelah salah satu lengannya terluka akibat serangan Ellias terakhir . Ternyata Cherelia telah menantinya, dengan sihir rahasia milik keluarganya Sihir Ash . Wanita itu menyegel seluruh kekuatan Arael ke dalam Soul Stone , dan menjadikan jiwanya sendiri sebagai tumbal Sihir Ash .
"Jika saja dulu Cherelia, tidak menyegel kekuatan ku . Aku tidak perlu menunggu selama ini, dan merasakan kesakitan disetiap saatnya. " Otot dirahangnya mengejang menahan kemarahan .
~ Wulania ~