Elle

Elle
BAB 19 . BERTEMU LAGI



Suara mesin menderu meramaikan malam, begitu pun riuh dari para penonton yang mempadati arena, jalanan yang sepi membentang luas dengan sinar temaram dari sorot lampu jalan. Setelah 5 tahun berlalu, ini pertandingan pertama mereka, antara Dangerous yang dipimpin Cale dan Voler yang dipimpin Lucas . Namun pertandingan kali ini sedikit berbeda, dulu lawan Lucas adalah Daniel.


"Ingat janji mu..!!" ucap Lucas seraya memasangkan helmnya, yang dibalas Cale dengan acungan jempol .


Keduanya tengah bersiap digaris start, dengan tangan diatas stang, mereka saling menderukan raungan mesin yang memekik ditelinga, hingga bendera dikibarkan.


"Bruummmm...."


Kedua motor pun melaju membelah arus jalanan, berliak-liuk silih menyalip yang beberapa kali melewati tikungan. Namun sesampainya ke garis finish motor Cale tiba-tiba melambat, ketika matanya menangkap sesosok gadis yang tak lain adalah Elle, akhirnya balapan dimenangkan oleh Lucas.


"Shit.., apa yang kau lakukan Cale, kenapa kau melambat selangkah lagi menuju finish..??!" kekesalan salah satu anggota Dangerous .


"Masalahnya ada pada motorku.." tukasnya beralasan.


"Cih, kau kira aku tidak tahu. Kalian dua bersaudara sama saja, sama-sama lemah hanya karena wanita..!!" umpat pria itu pergi menjauh dan di ikuti oleh beberapa orang.


"Ups.." Cale menaikan bahunya tak perduli.


***


"S-sam... Apa yang harus aku lakukan Lucas pasti sangat marah.." ucap Elle ketakutan menyembunyikan diri dibelakang tubuh Sam, yang tentu saja sudah tertangkap keberadaannya oleh Lucas.


"Aku sudah melarang mu...!!" ucap Lucas sedikit kesal namun dengan nada rendah .


"M-maaf aku hanya penasaran.." jawab gadis bermanik biru menundukan kepala, seraya memainkan ujung bajunya.


"Lagi pula aku yang mengajak Elle." bela Sam yang tak tega melihat wajah muram gadis itu.


Lucas membuang nafasnya dalam-dalam, sedikit sesal hinggap didada ketika pandangannya menatap mata sendu gadis dihadapannya .


"Aku tidak marah.., dan kenapa wajahmu berengut seperti apel busuk begitu." ledeknya sembari mengacak rambut Elle, lalu ia menyaut tangan gadis itu dan menggiringnya menuju motor, sesaat perasaan lega dirasakan oleh Elle, hingga suara yang tak asing ditelinganya membuka mulut.


"Ini alamat Aletha . Sesuai janji..!!" suara Cale menghentikan langkah mereka dan memberikan secarik kertas pada Lucas, pria berlesung pipi itu sengaja membiarkan Lucas menang, karena dari awal itu tujuannya. Dan sedikit memprovokasi, ia sengaja memberikannya dihadapan Elle.


"Hai Elle, kita ketemu lagi.." sapa Cale tersenyum seraya melambaikan tangan .


"Hai.." jawab Elle canggung, dan pria disamping menariknya menjauh dari Cale .


"Cihh..." Lucas berdengus.


"Besok temuilah dia..!!" ucap Elle memberanikan diri, setelah berhasil menenangkan deguban dada yang sedikit menyesakan.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Lucas, perasaan aneh mengalir dijiwanya, entah kenapa hatinya merasakan sakit ia merasa bersalah pada gadis disampingnya. Lucas pun menghentikan langkahnya, dan ia semakin mengeratkan pegangan pada Elle, lalu menatap wajah gadis itu dengan lekat .


"El, a-aku...?!" lidahnya terasa kelu ia ingin menjelaskan tapi ia tidak tahu harus memulai dari mana.


"Aku akan menunggu mu..!!" ucap gadis itu tersenyum mengadahkan wajahnya, seakan tahu kebodohan pria disampingnya yang tak bisa mengungkapkan perasaan yang menggerogoti hati.


*****


Lucas sudah berada dialamat rumah yang diberikan Cale, ia hendak mengetuk pintu namun hatinya sedikit ragu. Bayangan Elle membuatnya merasa bersalah, ia baru menyadari perasaannya terhadap gadis yang penuh segudang keanehan itu, bukan lagi rasa empati atau pun kasihan, ia benar-benar jatuh cinta padanya. Dan karena itu pula ia ingin lepas dari kenangan masa lalunya, Lucas ingin memulai kehidupan baru bersama gadis yang telah merenggut separuh jiwanya itu.


"Ada kepentingan apa kau datang kemari?" suara seorang gadis menghentikan kepalan tangannya yang hendak mengetuk pintu, Lucas pun berbalik mengikuti asal suara .


Deg..


Hatinya bergetar, kedua maniknya menangkap wajah yang tak asing lagi baginya, wajah yang pernah meluluhkan hatinya dulu. Hati yang masih utuh yang belum mengenal cinta, gadis itu mengambilnya lolos dari pengawasan, dan mengembalikannya lagi dalam keadaan tak utuh. Bahkan bukan hatinya saja, nyawanya pun nyaris terenggut oleh penghianatan sang gadis.


"Apa kabar..?!" sapaan pun lolos dari mulut Lucas.


"Baik . Masuklah !!" saut gadis itu sembari membukakan pintu dan mendudukan tubuhnya disofa, yang diikuti Lucas duduk dihadapannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan, aku akan menjawabnya..?!" ucap gadis itu tanpa berbasa-basi.


"Kenapa kau melewatkan kesempatan untuk terbang ke Rusia ??" pertanyaan Lucas mengundang senyuman gadis dihadapannya yang bernama Alheta.


"Ku pikir kau akan bertanya, kenapa aku menjebakmu. Seperti orang-orang katakan." ucap gadis itu dengan wajah tanpa ekspresi.


"Dulu atau pun sekarang aku tidak pernah benar-benar membenci mu, aku hanya kesal kau menjebak ku, tapi jika itu demi mimpi mu. Apa yang terjadi padaku, aku sungguh merelakannya. Tapi, setelah aku melihatmu beberapa hari yang lalu, dan mengetahui kau sama sekali tidak pernah pergi ke Rusia, bahkan kau melewatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi Ballerina di Ballet Mariinsky . Rasa penasaran mulai mengganggu ku, mimpi yang kau perjuangkan setengah mati kau melewatkannya begitu saja. Dan aku datang kemari ingin mendengar langsung alasan dari mulutmu..!!"


Lucas meluapkan semua perasaan yang ia tahan selama bertahun-tahun, ia benar-benar ingin terlahir kembali menjadi Lucas yang baru, tanpa bayang-bayang seorang Aletha.


~ Wulania ~