
Elle dan Lucas, keduanya sudah berada disebuah rumah yang cukup sederhana dipinggiran kota .
"El, kenalkan dia Alexia dan yang ini Sam.." ucap Lucas menunjuk kearah seorang wanita dan mengapit leher pria yang bernama Sam .
"Uhuk..uhuk.., lepas kau bisa membunuhku karena kehabisan nafas..!!" Sam terbatuk melepas tangan Lucas yang mengapit lehernya, dan mengundang tawa semuanya .
"Hai, aku Elijah panggil saja aku Elle.." Elle memperkenalkan diri seraya melambaikan tangan, layaknya anak yang duduk dibangku taman kanak-kanak .
"Hahhaa, kau ini lucu sekali." Tawa Alexia seraya menarik lengan Elle menggiringnya duduk disofa .
"Aku Samuel, panggil saja Sam.." ucap Sam tersenyum manis, seraya menjabat tangan Elle dan duduk disebelahnya .
"Awas minggir kau..!!" Lucas mendorong Sam untuk menjauh dan menyaut tangan Elle .
"El kau tidur dikamarku, dan aku tidur dengannya dilantai atas." Lucas menunjuk ke arah Sam dengan wajahnya .
"Kenapa Elle harus tidur dikamar mu..?" tanya Sam mengernyitkan dahinya .
"Iya karena tidak mungkin tidur bareng Alex, kamar dibengkel sempit tidak cukup untuk berdua." tutur Lucas .
"Maksudku.., kenapa Elle tidak tidur bersamaku saja, dan kau bisa tetap tidur dikamar mu.." goda Sam mengedipkan matanya pada gadis mungil itu .
"Kau ini . Bukk...!!" dengus Lucas melempar bantal kecil ke wajah Sam .
"Hahaa aku hanya bercanda, tapi jika Elle menginginkannya aku sangat bersedia." Gadis itu hanya tersenyum kaku menanggapinya, berbeda dengan Lucas dan Alex yang silih berganti menoyor kepala Sam .
"Emm, begini rasanya punya teman..?!" Ucap Elle lirih, mengundang tatapan aneh dari ketiga orang yang tengah bergelut diatas sofa .
"Kemarilah..., agar kau tahu bagaimana sensasinya, mendaratkan tinjuan di Samsak yang terbuat dari kepala!!" Lucas menarik tangan Elle dan membimbingnya untuk memukul Sam .
"Seperti ini." Tanya Elle polos .
"Plaak..!!"
"Aww..!!"
"Kenapa jadi kepalaku yang kau pukul..?!" Lucas mendengus membalikan badan, seraya mengusap pelan kepala belakangnya .
"Sebagai contoh..!!" ungkapnya .
Hahhhhaa
Tawa semuanya pun pecah menggema diruangan, mengalirkan kehangatan dihati Elle yang untuk pertama kalinya ia dikelilingi banyak teman .
Berawal dari tujuh tahun lalu, ketika Lucas memutuskan pergi dari rumah . Saat itu usianya baru 17 tahun, hidup dijalanan mempertemukannya dengan Alexia atau yang biasa disapa Alex, seorang gadis remaja yang usianya 2 tahun lebih muda dari Lucas, keduanya tinggal di Rumah Penampungan Khusus Remaja . Namun karena sebuah insiden, mereka pun memutuskan keluar dari rumah penampungan, dan bertemu dengan Sam anak bungsu dari tiga bersaudara yang merupakan putra dari seorang Jaksa . Dan rumah yang mereka tinggali sekarang, adalah rumah pemberian dari orang tua Sam .
*****
"Glug...glug.." Lucas tengah meminum air mineral dibotol hingga tandas, dibalik kulkas ekor matanya menangkap sesosok bayangan, aktifitas yang sudah sering ia lihat selama beberapa minggu kebelakang .
"Perlu bantuan?" tanyanya .
"Ah, kau sudah bangun." tengok Elle sebentar .
"Hem."
"Apa yang perlu aku bantu??" tanya Lucas kembali .
"Kau duduk saja, aku sudah selesai!" ungkapnya .
Beberapa menit kemudian makanan pun sudah siap diatas meja, mereka tengah menanti dua penghuni lainnya yang belum terbangun .
"Hoaaamm... Pagi El." sapa Sam tersenyum pada Elle sembari menggaruk bokongnya dibalik boxer .
"Bugh"
"Aww, kenapa kau menendangku?" pekik Sam mengaduh pada Lucas .
"Bersihkan dirimu dulu..!" ucap Lucas pelan menggertakan giginya, Elle yang melihat hanya tertawa .
"Kenapa kau tertawa, kau tergoda olehnya..??" tanya Lucas kesal .
"Se-dikit..!!" jawab Elle jenaka .
"Kau ini . Tuk..!" Lucas mendaratkan sendok dijidat Elle .
Tanpa mereka sadari, sudah sejak lama sepasang mata memperhatikan mereka .
"Hai, Lex.." Sapa Elle ramah hanya dibalas anggukan oleh Alex .
Beberapa saat kemudian, semua penghuni rumah sudah berada di meja makan .
Seperti biasa, Elle meletakan makanan dimasing-masing piring, ia bersikap layaknya seorang ibu, membuat semua orang yang berada diruang makan tertegun, kecuali Lucas yang sudah terbiasa .
"Selamat makaaan.." ucapnya seraya tersenyum .
"Serasa dirumah, bahkan ibu ku sendiri pun tidak melakukannya, mungkin ketika aku kecil.." lirih Sam mengerutkan bahunya.
"Baiklah, sekarang aku ibu mu..!" ucap Elle membentuk lengkungan senyuman .
"Bgaimana jika ibu dari anak-anak ku..?!" ucap Sam menggoda, mengundang kekesalan Lucas .
"Tuuk.."
"Aaw..!!" Sam meringis kesakitan dibagian kepala depannya.
"Selama aku jadi ibu mu, jadilah anak yang baik..!!" ucap Elle melotot, membuat Lucas tertawa puas .
"Baiklah Nyonya Elle... Ini untuk pertama kalinya kita makan bersama dimeja makan, seperti keluarga ." ucap Sam lirih .
"Kalian bertiga kan memang keluarga ." jawab Elle polos .
"Tidak..!!" ketiganya serempak menjawab .
"Orangtua ku tidak melahirkan mereka berdua, jadi mereka bukan keluarga ku!" ungkap Alex dingin .
"Tapi kalian bertiga berbagi tempat tinggal dan juga_"
"Terimakasih untuk makanannya El, aku permisi.." sambung Alex memotong pembicaraan Elle .
"Perkataan Alex tak usah kau pikirkan, cepat habiskan makanan mu !!" ucap Lucas .
"Alex memang wanita seperti itu, selalu ada dinding kokoh didepannya ." sambung Sam sembari mengunyah makanannya . Elle hanya mengangguk, namun fikirannya masih menerka-nerka apa yang terjadi dengan Alex .
*****
"Brakk.." pintu belakang terbuka lebar, Alex berlari menghampiri Elle yang tengah membaca buku diruang tengah .
"El, dimana Lucas..??" tanya Alex khawatir .
"Lucas pergi bersama Sam untuk membeli camilan."
"A-ada apa..??" tanyanya khawatir .
"El, aku tidak bisa pergi . Kau harus membantuku, Lucas dalam bahaya..!!" ucap Alex dengan wajah yang menegang .
"B-bahaya kenapa, a-ku tidak mengerti..??" Elle semakin cemas dengan pernyataan Alex .
"Kau pergilah ke persimpangan jalan, disebrang st. Maria ada sebuah caffe . Orang itu bilang tempat pertemuan mereka disana ."
"Orang si-apa.. Tolong katakan yang jelas agar aku paham?!" Elle semakin tegang dan juga bingung .
"Seseorang memberitahuku, Lucas akan mengikuti Drag Race bersama club Dangerous . Aku takut kejadian lima tahun yang lalu akan terulang" tutur Alex cemas .
"Kejadian apa..??"
"Kejadian yang hampir merenggut nyawanya!!"
Tanpa berpikir lama Elle berlari dengan tergesa-gesa, hatinya diselimuti dengan ke khawatiran sedangkan mata dan fikirannya tengah mengingat-ingat arah jalan . Ucapan Alex terus terngiang ditelinganya, Lucas yang nyaris mati oleh jebakan seseorang yang tidak mungkin melukainya, seseorang yang sangat ia cintai .
Huft.., Akhirnya ni otak manut ughaa😂
Mohon maaf yang uda terlanjur baca, jadi dibikin kesyeeel nunggu up nyaa lamaa🙏🙏🙏🤗
SALAAM SAYAANG UNTUK READERS😘💕
~ Wulania ~