Elle

Elle
BAB 15 . KELUARGA BARU



Elle dan Lucas, keduanya sudah berada disebuah rumah yang cukup sederhana dipinggiran kota .


"El, kenalkan dia Alexia dan yang ini Sam.." ucap Lucas menunjuk kearah seorang wanita dan mengapit leher pria yang bernama Sam .


"Uhuk..uhuk.., lepas kau bisa membunuhku karena kehabisan nafas..!!" Sam terbatuk melepas tangan Lucas yang mengapit lehernya, dan mengundang tawa semuanya .


"Hai, aku Elijah panggil saja aku Elle.." Elle memperkenalkan diri seraya melambaikan tangan, layaknya anak yang duduk dibangku taman kanak-kanak .


"Hahhaa, kau ini lucu sekali." Tawa Alexia seraya menarik lengan Elle menggiringnya duduk disofa .


"Aku Samuel, panggil saja Sam.." ucap Sam tersenyum manis, seraya menjabat tangan Elle dan duduk disebelahnya .


"Awas minggir kau..!!" Lucas mendorong Sam untuk menjauh dan menyaut tangan Elle .


"El kau tidur dikamarku, dan aku tidur dengannya dilantai atas." Lucas menunjuk ke arah Sam dengan wajahnya .


"Kenapa Elle harus tidur dikamar mu..?" tanya Sam mengernyitkan dahinya .


"Iya karena tidak mungkin tidur bareng Alex, kamar dibengkel sempit tidak cukup untuk berdua." tutur Lucas .


"Maksudku.., kenapa Elle tidak tidur bersamaku saja, dan kau bisa tetap tidur dikamar mu.." goda Sam mengedipkan matanya pada gadis mungil itu .


"Kau ini . Bukk...!!" dengus Lucas melempar bantal kecil ke wajah Sam .


"Hahaa aku hanya bercanda, tapi jika Elle menginginkannya aku sangat bersedia." Gadis itu hanya tersenyum kaku menanggapinya, berbeda dengan Lucas dan Alex yang silih berganti menoyor kepala Sam .


"Emm, begini rasanya punya teman..?!" Ucap Elle lirih, mengundang tatapan aneh dari ketiga orang yang tengah bergelut diatas sofa .


"Kemarilah..., agar kau tahu bagaimana sensasinya, mendaratkan tinjuan di Samsak yang terbuat dari kepala!!" Lucas menarik tangan Elle dan membimbingnya untuk memukul Sam .


"Seperti ini." Tanya Elle polos .


"Plaak..!!"


"Aww..!!"


"Kenapa jadi kepalaku yang kau pukul..?!" Lucas mendengus membalikan badan, seraya mengusap pelan kepala belakangnya .


"Sebagai contoh..!!" ungkapnya .


Hahhhhaa


Tawa semuanya pun pecah menggema diruangan, mengalirkan kehangatan dihati Elle yang untuk pertama kalinya ia dikelilingi banyak teman .


Berawal dari tujuh tahun lalu, ketika Lucas memutuskan pergi dari rumah . Saat itu usianya baru 17 tahun, hidup dijalanan mempertemukannya dengan Alexia atau yang biasa disapa Alex, seorang gadis remaja yang usianya 2 tahun lebih muda dari Lucas, keduanya tinggal di Rumah Penampungan Khusus Remaja . Namun karena sebuah insiden, mereka pun memutuskan keluar dari rumah penampungan, dan bertemu dengan Sam anak bungsu dari tiga bersaudara yang merupakan putra dari seorang Jaksa . Dan rumah yang mereka tinggali sekarang, adalah rumah pemberian dari orang tua Sam .


*****


"Glug...glug.." Lucas tengah meminum air mineral dibotol hingga tandas, dibalik kulkas ekor matanya menangkap sesosok bayangan, aktifitas yang sudah sering ia lihat selama beberapa minggu kebelakang .


"Perlu bantuan?" tanyanya .


"Ah, kau sudah bangun." tengok Elle sebentar .


"Hem."


"Apa yang perlu aku bantu??" tanya Lucas kembali .


"Kau duduk saja, aku sudah selesai!" ungkapnya .


Beberapa menit kemudian makanan pun sudah siap diatas meja, mereka tengah menanti dua penghuni lainnya yang belum terbangun .


"Hoaaamm... Pagi El." sapa Sam tersenyum pada Elle sembari menggaruk bokongnya dibalik boxer .


"Bugh"


"Aww, kenapa kau menendangku?" pekik Sam mengaduh pada Lucas .


"Bersihkan dirimu dulu..!" ucap Lucas pelan menggertakan giginya, Elle yang melihat hanya tertawa .


"Kenapa kau tertawa, kau tergoda olehnya..??" tanya Lucas kesal .


"Se-dikit..!!" jawab Elle jenaka .


"Kau ini . Tuk..!" Lucas mendaratkan sendok dijidat Elle .


Tanpa mereka sadari, sudah sejak lama sepasang mata memperhatikan mereka .


"Hai, Lex.." Sapa Elle ramah hanya dibalas anggukan oleh Alex .


Beberapa saat kemudian, semua penghuni rumah sudah berada di meja makan .


Seperti biasa, Elle meletakan makanan dimasing-masing piring, ia bersikap layaknya seorang ibu, membuat semua orang yang berada diruang makan tertegun, kecuali Lucas yang sudah terbiasa .


"Selamat makaaan.." ucapnya seraya tersenyum .


"Serasa dirumah, bahkan ibu ku sendiri pun tidak melakukannya, mungkin ketika aku kecil.." lirih Sam mengerutkan bahunya.


"Baiklah, sekarang aku ibu mu..!" ucap Elle membentuk lengkungan senyuman .


"Bgaimana jika ibu dari anak-anak ku..?!" ucap Sam menggoda, mengundang kekesalan Lucas .


"Tuuk.."


"Aaw..!!" Sam meringis kesakitan dibagian kepala depannya.


"Selama aku jadi ibu mu, jadilah anak yang baik..!!" ucap Elle melotot, membuat Lucas tertawa puas .


"Baiklah Nyonya Elle... Ini untuk pertama kalinya kita makan bersama dimeja makan, seperti keluarga ." ucap Sam lirih .


"Kalian bertiga kan memang keluarga ." jawab Elle polos .


"Tidak..!!" ketiganya serempak menjawab .


"Orangtua ku tidak melahirkan mereka berdua, jadi mereka bukan keluarga ku!" ungkap Alex dingin .


"Tapi kalian bertiga berbagi tempat tinggal dan juga_"


"Terimakasih untuk makanannya El, aku permisi.." sambung Alex memotong pembicaraan Elle .


"Perkataan Alex tak usah kau pikirkan, cepat habiskan makanan mu !!" ucap Lucas .


"Alex memang wanita seperti itu, selalu ada dinding kokoh didepannya ." sambung Sam sembari mengunyah makanannya . Elle hanya mengangguk, namun fikirannya masih menerka-nerka apa yang terjadi dengan Alex .


*****


"Brakk.." pintu belakang terbuka lebar, Alex berlari menghampiri Elle yang tengah membaca buku diruang tengah .


"El, dimana Lucas..??" tanya Alex khawatir .


"Lucas pergi bersama Sam untuk membeli camilan."


"A-ada apa..??" tanyanya khawatir .


"El, aku tidak bisa pergi . Kau harus membantuku, Lucas dalam bahaya..!!" ucap Alex dengan wajah yang menegang .


"B-bahaya kenapa, a-ku tidak mengerti..??" Elle semakin cemas dengan pernyataan Alex .


"Kau pergilah ke persimpangan jalan, disebrang st. Maria ada sebuah caffe . Orang itu bilang tempat pertemuan mereka disana ."


"Orang si-apa.. Tolong katakan yang jelas agar aku paham?!" Elle semakin tegang dan juga bingung .


"Seseorang memberitahuku, Lucas akan mengikuti Drag Race bersama club Dangerous . Aku takut kejadian lima tahun yang lalu akan terulang" tutur Alex cemas .


"Kejadian apa..??"


"Kejadian yang hampir merenggut nyawanya!!"


Tanpa berpikir lama Elle berlari dengan tergesa-gesa, hatinya diselimuti dengan ke khawatiran sedangkan mata dan fikirannya tengah mengingat-ingat arah jalan . Ucapan Alex terus terngiang ditelinganya, Lucas yang nyaris mati oleh jebakan seseorang yang tidak mungkin melukainya, seseorang yang sangat ia cintai .


Huft.., Akhirnya ni otak manut ughaa😂


Mohon maaf yang uda terlanjur baca, jadi dibikin kesyeeel nunggu up nyaa lamaa🙏🙏🙏🤗


SALAAM SAYAANG UNTUK READERS😘💕


~ Wulania ~