Elle

Elle
BAB 6 . CEMBURU PADA NARUTO



Beberapa tahun kemudian ***


Sepasang mata masih terlelap dalam tidurnya, meski sinar pagi telah menerawang dibalik tirai dengan cahaya samarnya . Cicitan burung yang mematuk kaca jendela dengan riang tak mampuh menariknya dari dunia mimpi, bahkan suara gaduh yang berasal dari mesin pemotong rumput pun tak berhasil membangunkannya .


SRREEKK !!


Seorang wanita menyikap sebagian tirai lalu ia membuka jendela, dengan perlahan sinar mentari menyeruak masuk kedalam, memberi kehangatan disetiap sudut ruangan .


"Cepat banguun.., pemalaas !!" wanita itu menarik selimut yang membalut pada tubuh seorang gadis .


"Aku masih mengantuk bu..." rengek sang gadis yang masih terpejam seraya menarik kembali selimutnya .


"Elle cepatlah bangun ! Nanti siang ibu harus pergi ke Ottawa" Lucy terus berusaha menggoyangkan tubuh Elle agar bangun dari tidurnya .


"Baiklah, aku banguunn" Elle mengucek kedua matanya dan beranjak turun dari tempat tidur .


"Pagi ini anda masak apa Nyonya Lucy? Dari baunya, emm seperti enak !!" Elle mengendus hendak menyusuri arah bau berasal_


"Eiitsss..!! Kau mau kemana ?!" Lucy menarik tubuh Elle yang hendak melangkah keluar kamar, dan mengarahkannya ke pintu kamar mandi .


"Tentu saja aku mau sarapan..!!" jawabnya sembari menguap .


"Kau ini bau, mandi dulu sana setelah selesai baru turun !!" ucap Lucy mendorong pelan tubuh Elle .


"Hmm, baiklaah..!!" Elle pun memasuki kamar mandi dengan memasang wajah cemberutnya, Lucy yang melihat hanya tersenyum hangat .


Tak terasa kini usia Elle hampir 20 tahun dalam waktu 2 bulan kedepan . Ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, ceria meski ia tidak pernah bergaul dengan anak seusianya . Namun ia selalu bahagia karena memiliki ibu seperti Lucy, yang kapan saja bisa bersikap sebagai seorang teman, kakak adik ataupun ayah yang akan memberi hukuman tegas jika mendapati ia membuat masalah .


Dan mereka tidak tinggal berdua saja, ada bibi Mary beserta suaminya paman Jorge . Mereka yang membantu mengurus perkebunan apel dihalaman belakang rumah, ya meski perkebunannya tidak begitu luas namun cukup menguras tenaga mereka berdua, kadang Lucy dan Elle pun ikut membantu . Sedang pekerjaan rumah hanya dilakukan oleh ibu dan anak, itu pun dalam jadwal piket . Seminggu dari mereka akan mengerjakan pekerjaan rumah, dan yang satunya hidup nyaman tanpa mengerjakan apa pun . Lucy memang sangat membatasi para pekerjanya ia tidak ingin Elle sering berinteraksi dengan banyak orang, karena ia takut kejadian waktu Elle kecil terulang .


Terlihat Elle menuruni tangga menuju ruang makan, mengenakan dress tanpa lengan berwarna kuning dengan motif bunga-bunga berukuran kecil yang memperlihatkan kulit mulusnya . Dengan menggerai rambut yang sedikit masih basah ia terlihat sangat cantik tanpa polesan make up diwajahnya, mata bulat dengan manik berwarna biru, pangkal hidung yang mancung serta simerah bibir tipis bagaikan buah cery menambah ke imutannya dipagi hari .


Elle mendudukan tubuhnya dikursi yang berhadapan dengan ibunya .


"Bu.., apa boleh aku ikut ??" tanyanya pelan seraya memasang wajah puppy eyes, berharap ibunya akan luluh dengan wajah imutnya .


"Tidak..!!" tegas Lucy .


"Hmm.., ayolah bu, sekali ini...saja !!" pinta Elle setengah memohon . Lucy hanya menatap yang tidak dapat dicerna oleh Elle, makna dari tatapannya itu .


"Tidak untuk saat ini sayang, Maaf kan ibu !!" kecupan hangat mendarat dikening Elle yang masih merajuk .


"Baiklah.." Elle pasrah dan ia menyaut satu bagel sebagai menu sarapannya ( Bagel sejenis roti yang berbentuk bulat yang ditaburi wijen diatasnya ) . Elle hendak beranjak bangun dari kursinya tiba-tiba "Tukk..!!" pukulan cukup keras berasal dari sendok sup mendarat dijidatnnya .


"Aaww...sakit bu !!" Elle meringis seraya mengusap area jidatnya .


"Kau mu kemana, kenapa supnya tidak dimaka ??" tanya Lucy memincingkan kedua matanya .


"Aku tidak lapar, aku mau kembali kekamar" Elle membalikan badan dengan menggerutu pelan .


"Hikss..., tadi kau tergoda oleh baunya kenapa sekarang kau campakan supnya ?!" isak Lucy memasang wajah puppy eyes menirukan Elle . Sontak Elle tersenyum lucu oleh tingkah ibunya dan ia pun kembali duduk menikmati sup buatan Lucy .


"Setelah selesai makan, kau yang akan membersihkan semua peralatan masak..!!" ucap Lucy meninggalkan ruang makan, di iringi senyuman kecil kemenangan .


"Aaahhh....ibu, tapi kan ini masih piket mu..!!" teriak Elle merajuk, kedua matanya mengitari area dapur yang sangat berantakan . Elle menggoyangkan tubuhnya seraya menghentakan kaki menahan kekesalan .


Sedang dibalik pintu kamar, Lucy tengah menerima telpon dari seseorang .


"Maaf nyonya saya pun tidak tahu, dan mereka ingin bertemu bukan untuk masalah pekerjaan, melainkan masalah pribadi" jawab seseorang disebrang telpon .


"Baiklah aku akan menemui mu di Ottawa, dan segera siapkan keberangkatan ku ke Washington !!" Lucy berpikir keras, kenapa pihak Museum ingin menemuinya secara pribadi .


"Apa mereka ingin menemui ku karena itu...?!" gumam Lucy penasaran disertai kekhwatiran .


****


Setelah selesai dengan urusannya didapur, Elle menghampiri Lucy yang tengah duduk bersila diatas sofa memangku sebuah Laptop .


"Isshhh... Move on dong bu, memangnya ibu tidak bosan ?!!" cibir Elle yang memandangi ibunya berderai air mata, yang tengah menonton Anime kesukaannya . NARUTO !!


Yang dibalas gelengan oleh Lucy .


"Ibu tidak pernah bosan, dan tidak juga berencana untuk sembuh dari kecanduan ini..!!" ucap Lucy tanpa mengalihkan pandangan dari Laptop nya .


"Uhukk...!!" Elle tersedak mendengar penuturan ibunya .


"Pertama kali aku mengenal mu, aku tidak membayangkan akan berulang kali jatuh hati..." ucap Lucy histeris seraya menciumi Laptop yang didalamnya terdapat gambar Idolanya .


"IBUUU...Aku cemburuuuu !!" rengek Elle membenamkan tubuhnya ke sofa .


HAHHAAA


Tawa Lucy pun pecah melihat putri kesayangannya merajuk .


****


"Berapa lama ibu akan tinggal disana ??"


"Mungkin seminggu, atau.., lebih"


"Kenapa lama sekali bu..?!" rengek Elle menggoyangkan tubuhnya, terdapat kristal bening diujung matanya yang coba ia tahan agar tidak jatuh .


"Ibu akan usahakan cepat, jaga diri baik-baik ! Ibu menyayangi mu..."


Mereka saling berpelukan, perasaan berat terasa dikeduanya yang enggan saling melepas pelukan . Karena untuk pertama kalinya mereka berjauhan dalam waktu yang cukup lama . Biasanya Lucy pergi ke Ottawa hanya dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari saja .


Elle terus menatap mobil Lucy hingga keluar dari halaman namun tanpa disadari, kakinya melaju cepat berlari mengejar mobil milik ibunya, hingga mobil itu menghilang dari jangkauan matanya . Ia merasakan sakit luar biasa di dada, pernafasannya mulai sesak dan entah kenapa Elle merasakan perasaan tidak enak terhadap ibunya, Elle hanya bisa berharap bahwa ibunya akan baik-baik saja .


** Lucy menangis **


Ia tengah menyaksikan part kelahiran Naruto yang juga kematian kedua orangtua Naruto . Dimana dalam cerita keduanya mati untuk melindungi desa dan juga putranya .


Author_


Hai, readers salam kenal dari aku🤗


Ini karya pertama ku, dan pertama kalinya aku nulis^_^


Semogaa kaleaan suka😘😘😘


Entah kenapa aku pengen banget nyelipin si babang tamvan Naruto-kun💞


~ Wulania ~