Elle

Elle
BAB 12 . BERPETUALANG



Seorang gadis dengan riangnya berlalu lalang kesana kemari, dengan senyuman yang tak pernah surut di wajahnya, dengan antusias ia memasukan semua perlengkapannya ke dalam koper .


"Ibu tunggu aku..!!" lirihnya menatap wajah yang ia rindukan di dalam foto .


Beberapa saat kemudian Elle sudah berada diruang tengah dengan barang bawaannya, terlihat 3 koper yang berjejer disampingnya, menunggu Lucas turun dari Lantai 2 .


"Non, apa Non yakin akan pergi ke Ottawa ?" tanya wanita paruh baya yang usianya diatas 50 tahunan, terdengar nada kekhawatiran disetiap perkataannya .


"Bibi tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja . Lucas kepercayaan ibu, dia akan menjagaku dengan baik" tutur Elle menenangkan menggenggam kedua tangan wanita paruh baya itu, yang tak lain adalah bibi Mary ia telah kembali beserta suaminya paman Jorge 2 hari yang lalu, awalnya mereka terlihat kaget mendapati Elle bersama orang asing, namun Elle berbohong ia menjelaskan pada keduanya bahwa Lucas ini adalah suruhan Lucy ibunya .


"Apa yang kau kenakan..?" ucap Lucas seraya menaikan alisnya, menghentikan obrolan kedua wanita dihadapannya . Matanya meneliti penampilan Elle dari atas kepala sampai kebawah . Cantik !!, gumamnya dalam hati .


"Lalu ini apa..??" lanjutnya menunjuk pada 3 koper bawaan Elle .


Tentu saja itu barang-barangku, dan memangnya kenapa dengan penampilan ku ??" ucap Elle bersungut kesal, seraya memperhatikan kembali penampilannya dari atas sampai bawah . Dengan model maxi dress ruffle yang menjadi pilihannya, ia merasa tidak ada yang salah dengan penampilannya .


"Kendaraan ku itu motor bukan mobil.." Lucas menginterupsi seraya menoyor jidat Elle .


"Iya aku tau, lantas kenapa ??" Elle merasa bingung seraya mengusap-usap lembut jidatnya .


"Jangan bilaaang...?!" lanjut Elle menerka .


"Iya, kita akan pergi mengendarai motor !" ucap Lucas yang tau isi pikiran Elle .


"K-kau tidak seriuskan..?! Itu sangat jauh Lucaas.., aku belum pernah menaiki motor pasti itu akan melelahkan, lalu bagai mana aku bisa istirahat" Elle merajuk membayangkannya saja sudah cukup mengerikan .


"Kita akan berpetualang !!" ucap Lucas .


"Percayalah, ini akan sangat menyenangkan.." bujuk Lucas meyakinkan . Ia sudah nerencanakan perjalanan musim gugur pertamanya bersama Elle .


"Hmm.., baiklah" ucap Elle pasrah .


Elle kembali kekamar ibunya untuk berganti pakaian, beberapa menit kemudian Elle keluar dari kamar, ia mengenakan model oversized clothes berwarna pink dengan kaos tipis putih sebagai dalaman, lalu dilengkapi dengan bawahan skinny pants berwarna hitam . Rambut yang semula ia gerai dengan cantik kini ia ikat dengan gaya hair bun secara asal, namun sama sekali tidak mengurangi kecantikannya . Berkali-kali Lucas menelan ludahnya menatap kagum wajah gadis yang tengah menghampirinya . Imut !! gumamnya .


"Lalu bagaimana dengan barang-barang ku..??" tanya Elle menunjuk kaearah koper dengan ekor matanya .


"Aku sudah minta tolong pada paman Jorge, untuk mengirim barangmu ke jasa pengiriman" tutur Lucas menjelaskan, yang dibalas anggukan mengerti oleh Elle .


"Ahh.. Iya, jangan lupa juga kau bawa surat-surat penting milik ibu mu..!!" lanjut Lucas .


"Untuk apa aku membawanya..??" tanya Elle mengerutkan dahinya merasa bingung .


"Setelah sampai di Ottawa aku akan membawanya ke bank, disana terdapat Safe Deposit box . Barang-barang berharga milik ibu mu akan aman, dan hanya kau yang memiliki akses masuknya" ucap Lucas .


Setelah keduanya berpamitan, Lucas mulai melajukan motornya . Ia membawa motornya dengan kecepatan pelan, agar gadis yang duduk dibelakangnya dapat menikmati pemandangan musim gugur . Mulanya Elle merasa takut namun kini wajahnya berubah sumringah, ia merasakan sensasi yang luar biasa menakjubkan, karena untuk pertama kalinya ia menaiki sebuah motor, dan itu bersama orang asing yang baru saja ia kenal selama kurun waktu 2 minggu . Namun ia telah mempercayakan seluruh hidupnya pada pria yang tengah memboncengnya .


"Sensasinya baru saja akan dimulai..!!"


"Hahh..??" Elle kebingungan dengan maksud perkataan Lucas .


Lucas pun menoleh kebelakang seraya menarik tangan Elle, dan melingkarkan tangan gadis itu kepinggangnya .


"Pegangan yang erat !!" perintah Lucas seraya menancapkan gas dengan kecepatan tinggi .


"Aaaahhhhh" teriak Elle kencang mengeratkan pelukannya pada Lucas seraya, membenamkan wajah mungilnya dibahu pria yang selalu membuat hatinya bergetar . Sedangkan pria yang wajahnya tertutupi helm, tengah tersenyum puas merasakan pelukan dari sang gadis, yang selalu berhasil membuatnya salah tingkah .


*****


Disuatu tempat yang berbeda, seorang wanita dewasa berusia 37 tahun tengah berada disebuah kamar yang cukup mewah . Dengan interior ruangan yang mengusung ala Scandinavian . Disebrang tempat tidur terdapat kaca jendela besar yang menghadap langsung ke laut, serta tirai putih yang menjuntai menyikap setengah bagian jendela . Dinding dan langit-langit kamar yang dicat berwarna putih senada dengan warna bantal dan selimut,


ruangan dengan tone netral pada lemari, meja rias dan lantai kayu .


Wanita itu meringkukan badannya diatas tempat tidur, kedua matanya mengatup rapat serta wajahnya terlihat pucat dan dikedua pipinya terdapat rembasan sisa-sisa air mata, menandakan ia tertidur ketika menangis .


"Ckleeek.."


Seorang pria paruh baya bertubuh tinggi tegap mengenakan kaos pollo berwarna kuning, tengah membawa nampan berisi makanan . Dilihatnya nakas, diatasnya masih terdapat dua piring yang masih utuh dengan makanan, lalu matanya beralih menatap wanita yang tengah meringkuk di atas tempat tidur . Beberapa saat kemudian, ia memanggil seorang pelayan untuk mengangkat kedua piring yang merujuk pada hidangan menu sarapan dan makan siang yang sama sekali belum disentuh oleh penghuni kamar . Setelah pelayan merapihkan nakas, ia pun meletakan nampan yang berisi hidangan untuk makan malam sang wanita . Pria itu hendak keluar kamar, diambang pintu ia berbalik menatap nanar punggung sang wanita, terlihat rasa iba dimatanya . Lalu ia melajukan kakinya kembali dan pintu kamar pun tertutup .


"Aku tidak perduli Bart, paksa ia makan bagaimana pun caranya, meski harus dengan cara menodongkan senjata tajam !!" geram seorang pria disebrang telpon .


"T-tapi tuan.." sebelum pria paruh baya itu menjelaskan telpon sudah lebih dahulu dimatikan oleh pria disebrang telpon .


*****


"El, bangun lihatlah..!!" Lucas menggoyangkan bahunya pelan .


"Emm, apa kita sudah sampai di Ottawa ??" tanya gadis itu sembari mengucek kedua matanya .


"Belum, sudah aku katakan kita akan berpetualang..!!" jawab Lucas tersenyum memperhatikan wajah bantal Elle .


Lucas mendorong Elle membalikan badannya, sontak wajah bantal itu terkagum-kagum dengan suguhan alam dan hutan yang dipenuhi daun maple .


Dengan riang ia berlari kesana kemari mengadahkan kedua tangannya menangkap dedaunan yang berjatuhan .


~ Wulania ~