Eldrea Academia and The One That Stars Chose

Eldrea Academia and The One That Stars Chose
Chapter 36 : Master Bela Diri Bagian 2



Upacara penyambutan murid baru sedang berlangsung saat ini. Para murid dari tiap kelas sedang berkumpul di aula untuk memberi sambutan pada murid baru yang berhasil lulus dan memasuki akademi.


Banyak sekali aksesoris akademi yang bergantungan di tiap sudut aula yang dapat menampung sampai 1000 orang ini. Spanduk ucapan selamat datang juga terpampang jelas di atas panggung aula.


Saat ini aku dinobatkan sebagai perwakilan dari murid baru untuk memberikan sambutan pada para staff dan murid yang sedang aktif belajar di akademi. Entah kenapa aku masih diwajibkan untuk melakukan semua ini. Setelah semua yang telah aku lalui. Ini adalah yang terberat dari semua itu.


Seorang staff sedang memberi ucapan selamat kepada para murid baru dari atas panggung aula. Dia mulai mempersilakan aku untuk memberi sambutan mewakili para murid baru.


“Baiklah, kalau begitu saya ucapkan selamat kepada semua murid yang berhasil lulus dan masuk ke akademi kita tercinta ini. Sekarang biarkan saya memanggil perwakilan dari murid baru untuk memberikan sambutannya. Tepuk tangan yang meriah untuk, Deron! Seseorang yang mendapatkan nilai sempurna di ujian masuk dan telah menjadi bagian dari kelas A dalam waktu 5 hari saja!”


Setelah dipersilakan oleh staff tersebut dengan cara yang berlebihan. Mau tak mau aku naik ke atas panggung bersama dengan Guru yang sekarang sedang menjadi seekor burung.  Terlihat wajah-wajah antusias dari setiap murid baru.


Bahkan para murid yang sedang aktif juga terlihat antusias saat ini. Kurasa mereka bereaksi seperti itu karena duel dengan Albert. Setelah berdiri di depan semua orang, aku mulai berbicara melalui sebuah cermin kecil yang telah dilapisi sihir pengeras suara.


“Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan ini. Saya, Deron Volva selaku perwakilan dari murid baru. Ingin mengucapkan rasa syukur kami karena telah diizinkan bergabung bersama kalian di akademi."


"Terima kasih karena telah mengizinkan kami menjadi bagian dari bintang-bintang masa depan. Semoga kami bisa menjadi penopang umat manusia seperti yang telah kalian harapkan. Sekian sambutan dari saya selaku perwakilan dari murid baru.”


Prok! Prok! Prok!


Suara tepuk tangan dari semua orang mengiringi aku yang melangkah turun dari panggung, aku akhirnya mulai duduk kembali di bangku tempat ku duduk sebelumnya. Bedanya saat ini mata dari setiap murid baru mulai tertuju padaku.


Kini staff yang memberi menjadi pembawa acara mulai naik kembali ke atas panggung. “Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari, Deron. Sekarang kita juga akan mendengar sambutan dari murid terbaik akademi saat ini, Adelyn Waston!”


Semua orang yang ada di aula mulai berbisik setelah mendengar nama Adelyn. Kepopulerannya itu benar-benar luar biasa. Bahkan para murid baru juga mulai membicarakannya saat ini.


"Hei kau sudah dengar tentangnya? Kudengar dia menjadi seorang magic swordman!"


"Iya aku sudah dengar. bahkan ada yang bilang dia sudah ada di tingkat 3!"


"Hei bukankah ada yang bilang jika, Nona Adelyn dan murid tadi cukup dekat?"


"Apa?! jika itu benar, kurasa mereka akan menjadi pasangan serasi!"


"Sial! Aku sangat iri pada murid itu!"


Kenapa ada rumor tentang aku dan Adelyn? Bahkan para murid baru juga mengetahui tentang rumor tersebut?! sepertinya aku akan mendapatkan banyak perhatian dari para murid setelah pergi dari sini ….


Adelyn mulai naik ke atas panggung. Semua mata tertuju pada kecantikannya itu, dengan wajah anggun dia mulai memberikan sambutannya.


“Terima kasih atas kesempatannya. Saya, Adelyn Waston. Berharap untuk kalian bisa menjadi penopang dari umat manusia di masa depan nanti. Biarkan kami senior kalian memberi bantuan jika kalian mengalami kesulitan ketika menghadiri akademi. Begitu juga dengan kalian."


"Tolong beri kami bantuan kalian ketika kami memiliki kesulitan ketika menghadiri akademi, karena saya percaya. Manusia tidak akan pernah bisa melangkah sendiri. Dan hubungan antara senior dan junior adalah salah satu dari hubungan yang bisa membuat kita semua. Manusia menjadi lebih baik lagi. Sekian sambutan dari saya. Terima kasih!”


Sesaat setelah dia memberi sambutan. Matanya mulai bertemu dengan mataku. Mata berwarna hijau zamrud itu benar-benar terlihat cantik ….


‘Tunggu … hijau zamrud?’ batinku.


Entah kenapa ketika aku melihat mata Adelyn, aku jadi teringat tentang orang misterius yang menghabisi beberapa orang sekaligus di hutan. Apa orang itu adalah Adelyn? Tapi memangnya dia mampu untuk melakukan semua itu?


Tidak. Sebaiknya aku tidak berpikir negatif tentangnya yang telah membantuku untuk bisa berduel dengan Albert. Lagi pula jika orang itu memang benar Adelyn, kurasa dia hanya ingin membantu akademi saat itu.


Acara penyambutan murid baru telah berakhir. Kini aku mulai bergabung kembali dengan Kevin dan Viona mengenai obrolan kami ketika berada di rooftop. Setelah kejadian di rooftop akademi 2 hari lalu, kami memutuskan untuk mencari orang yang tepat untuk melatih kami bela diri.


Tak akan ada kesempatan kedua ketika kami sudah berhadapan dengan kelompok itu, karena itu kami harus segera menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya. Untuk masalah Silva sendiri, dia tak mengatakan apa-apa dan sekarang sedang di periksa lebih lanjut oleh Gareth.


Aku tak tahu di mana tempat Gareth mengintrogasi Silva, tapi itu bukanlah hal penting untuk kami sekarang. Fokus kami saat ini adalah mencari mentor untuk berlatih bela diri.


Sekarang kami sedang di Magical Garden. Duduk di bangku yang telah menjadi tempat favorit kami. Entah kenapa kami merasakan sesuatu ketenangan ketika berdiam di sini.


“Menurut kalian siapa yang akan cocok untuk menjadi mentor kita?” tanyaku pada Kevin dan Viona.


Mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya. “Kami tak memiliki satu pun kenalan di akademi ini,” ucap Kevin.


Kami mulai menghela napas panjang bersamaan.


“Kenapa kalian terlihat putus asa seperti itu?” tanya guru melalui telepati, “bukankah kalian sudah mengenal seseorang yang bisa menjadi mentor kalian?”


Mendengar ucapan Guru membuat kami menoleh padanya secara serentak.


“Apa kau tahu seseorang Guru?” tanyaku.


“Benar, dia adalah orang yang sudah kalian kenali. Bahkan dia juga cukup dekat denganmu.”


“Siapa?!” ucap kami bertiga serentak.


Ketika kami menunggu jawaban dari Guru. Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang mendekat pada kami. Aura dari orang itu terasa sangat kuat. Terasa dingin, namun tak menunjukkan permusuhan.


“Apa yang sedang kalian lakukan?”


Kami yang sedang memperhatikan Guru mulai teralihkan oleh suara tersebut. Pakaian serba putihnya yang terpadu dengan rambut panjang hitam sepinggul benar-benar sangat menawan.


“Kenapa? Apa ada sesuatu yang salah dariku?” tanyanya.


“Adelyn!” Viona mulai bangkit dari duduknya dan memeluk Adelyn.


“Hai, apa kau ke sini untuk bertemu Deron?” ejek Kevin.


“Hei! Hentikan itu.” sahutku.


Adelyn hanya tertawa canggung. “Aku hanya tak sengaja melihat kalian sedang duduk di sini, dan kurasa sebaiknya aku menyapa kalian.”


Guru yang memperhatikan kami mulai berbicara melalui telepati. “Dia orangnya.”


Kami yang mendengar itu mulai terdiam karena ucapan Guru, Adelyn? Apa dia akan mau untuk menjadi mentor kami? Aku memang setuju dengan Guru jika Adelyn bisa menjadi mentor yang baik untuk kami, tapi kami harus meyakinkannya terlebih dahulu.


Adelyn yang melihat kami terdiam secara tiba-tiba mulai bertanya pada kami. “Kalian kenapa?”


Aku, Kevin dan Viona hanya bisa melempar tatap satu sama lain. Sepertinya memang hanya inilah satu-satunya kesempatan untuk kami.


“Adeyln … kami punya permintaan padamu.” ucapku.


“Ya?”


Wajah cantiknya itu mulai memperlihatkan kebingungan, kami harus bisa meyakinkannya untuk menjadi mentor kami.