Cycopathic And Secret

Cycopathic And Secret
Jalan-jalan Di Malam Hari



Julian dan Andi sudah sampai di kamar Diana, Julian duduk di kasur sedangkan Andi duduk di sofa yang menghadap ke arah Julian.


"Sepertinya dia sudah mulai serius, kita harus apa sekarang?" tanya Andi.


Julian masih terlihat tenang, bahkan wajahnya nampak tidak menampilkan ekspresi apapun.


"Sudahlah biar aku yang urus, nanti aku beritahu siapa orang yang melakukan ini setelah ku tau orangnya padamu, jadi tugasmu sekarang jaga Diana saja. Di kantor biarkan si sekertaris baru yang urus pekerjaan mu," balas Julian.


"Baiklah kalau itu mau mu," setuju Andi.


Julian kembali berdiri dan berjalan keluar dari kamar Diana, Andi mengikuti Julian dari belakang. Di luar hanya tinggal Diana karena Cherly mungkin sudah pulang sekarang.


"Aku pulang," Andi pamit pulang.


"Ya," balas Julian.


Andi pergi meninggalkan apartemen Diana, untuk mempersiapkan sesuatu.


Diana berdiri di hadapan Julian, "Bagaimana kalau kita jalan-jalan malam ini," Diana mengajak Julian untuk berjalan-jalan malam ini.


"Tidak, aku lelah," balas Julian sambil berjalan menuju sofa dan duduk di sana.


Diana ikut duduk di samping Julian dan bergelayut manja di tangan Julian, "Ah sebentar saja," Diana terus merayu Julian.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Julian.


"Kemana aja, asalkan kita jalan-jalan pokoknya," balas Diana sambil menatap manja Julian.


"Bibir mu kering, aku kan udah ingetin kalau kamu tuh harus pakai lipbalm kayak bibir ku," Diana mengelus Lembut bibir Julian yang agak kering.


Tiba-tiba Julian menarik wajah Diana membuat bibir mereka bertemu, Julian mencium bibir Diana agak lama lalu setelah itu melepaskannya kembali.


"Udah gak kering lagi kan?" tanya Julian sembari menaikan sebelah alisnya.


Diana tertawa kecil sambil menyenderkan kepalanya ke dada bindang Jualin, "Bikin kaget aja kamu ini," ucap Diana.


"Gimana? Mau kan jalan-jalan?" tanya Diana sekali lagi sambil menatap Julian.


"Iya yuk," balas Julian.


Diana tersenyum, "Makasih pacarku," Diana berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamarnya sambil menari-nari dengan senangnya, karena malam ini akan berjalan-jalan bersama kekasihnya tersebut.


Julian menatap kepergian Diana tanpa sadar bibirnya menampilkan senyuman yang begitu indah, ia selalu merasa nyaman jika berada di samping Diana sampai bisa melupakan semua kehidupannya.


Di tempat lain Cherly dan Anggara kini berada di apartemen Cherly, malam ini Cherly tidak mau pulang ke rumahnya karena beberapa alasan.


"Aku takut," ucap Cherly sambil menatap Anggara yang kini ada di sampingnya.


"Takut kenapa?" tanya Anggara sembari membalas tatapannya Cherly.


"Aku takut kalau orang yang meneror Diana juga akan melukaiku," balas Cherly yang sepertinya terlalu ketakutan dengan ancaman orang misterius itu.


"Kau tenang saja, aku akan ada di sampingmu untuk menjagamu. Tidak ada yang bisa menyentuh mu tanpa seizin dariku," ucap Anggara sembari memeluk Cherly dan mengelus rambutnya.


"Mau makan apa? Kita pesen ke GO-JEK," tanya Anggara.


"Makanan apa ajalah terserah kamu," balas Cherly yang masih nyaman di pelukan Anggara.


Di tempat lain Diana dan Julian sudah mulai keluar dari apartemen.


"Mau naik mobil atau jalan kaki?" tanya Julian.


"Jalan kaki aja, kayaknya lebih seru deh," balas Diana.


Diana menggandeng tangan Julian, mereka berjalan menuju ke kafe yang biasanya rame sekali kalau di malam hari. Kafe yang sedang viral saat ini di kalangan para remaja.


Tapi di jalan tiba-tiba Diana malam ingin minum, "Yang aku haus," ucap Diana sambil menghentikan langkahnya dan menatap Julian.


Julian ikut menghentikan langkahnya, "Ya udah kamu tunggu di sini, aku beli minuman dulu di supermarket sana," balas Julian sambil pergi ke sebrang jalan, kebetulan di sana ada supermarket.


Diana menunggu Julian di sana, tempatnya sangat sepi. Mungkin karena ini bukan jalan menuju tempat wisata terkenal di jakarta atau entahlah pokoknya malam ini terlihat sepi, hanya ada beberapa mobil dan orang yang berlalu-lalang di sini.


Diana menyenderkan tubuhnya di lampu jalan sambil memainkan sendalnya, tetapi tiba-tiba seseorang mengagetkan dirinya.


"Hay cantik," seorang pria menggoda Diana sambil menyentuh lembut tangan kanan Diana.


Diana yang sedang melamun langsung menatap ke arah pria itu, ternyata di depannya bukan cuman satu, melainkan ada tiga pria lainnya. Mereka menatap Diana dengan penuh nafsu.


"Kalian mau apa?" tanya Diana sambil memundurkan langkahnya karena takut.


Salah satu dari pria itu menghalangi jalan mundur Diana sampai Diana menabrak pria tersebut.


"Kita cuman mau main kok sama kamu," ucap salah satu pria itu.


"Aku punya uang, kalian pasti mau uang kan?" tanya Diana sambil mengambil beberapa uang dari tasnya.


"Aku sudah bilang padamu aku hanya ingin bermain dengan mu, kita tidak butuh uang mu," balas pria lainnya.


"Pokoknya ikut denganku," sambungnya kembali sambil menarik tangan Diana.


"Lepasinnn, sakit tolong lepasinnn," teriak Diana sambil menahan tarikan pria itu.


"Berisik, jangan nangis! Atau kau akan menerima akibatnya," ancam pria satunya lagi.


Saat Diana akan di bawa masuk ke dalam mobil tiba-tiba Julian datang dan langsung melemparkan batu yang ukurannya sedang ke seorang pria yang menarik tangan Diana. Julian datang ke hadapan mereka dengan wajah yang tenang.


"Ah apa-apaan ini? Dia tidak tau siapa kita sepertinya," ucap pria yang kepalanya kena pukulan batu dari Julian.


Julian berhenti di hadapan ketiga pria tadi, Julian menatap Diana yang sedang menangis.


"Lepaskan wanita itu sekarang juga!" titah Julian.


"Kalau kita tidak mau kau akan apa?" tanya pria itu sambil tertawa meremehkan Julian.


Julian tersenyum tipis dengan segala kemungkinan yang akan ia lakukan pada ketiga pria itu, "Aku akan membuatkan kalian bertiga sebuah permainan," balas Julian santai.


"Kita bukan anak TK yang akan bermain denganmu," ucap pria tadi lagi.


Julian manarik tangan Diana dari tangan pria itu dengan kasar, sampai akhirnya Diana lepas dari tangan pria itu. Diana bersembunyi di balik tubuh Julian sambil memegang tangan Julian dengan gemetar.


"Berani juga yah kau ini," ucap pria lainnya sambil bersiap menyerang Julian.


"Tolong jangan balas mereka, aku tidak mau melihatnya aku mau pulang saja," Diana tidak mau ada keributan di sini.


Ia saat ini hanya ingin pulang saja, ia tidak mau melihat pertumpahan darah lagi.


"Aku akan melawan kalian nanti, tunggu saja. Saat ini aku harus pulang dulu, jadi kalian tunggu aku saja," ucap Julian sambil berjalan pergi dari sana.


Tiba-tiba seorang pria melawan Julian, dengan mudahnya Julian membalikan pukulan pria itu. Julian mencekik lehernya, "Aku sudah bilang nanti saja, jika sekarang kalian hanya akan mati dengan mudah," tegas Julian sambil menatap tajam pria itu.


Saat melihat tatapan iblis Julian yang mulai keluar kembali, pria yang di cekik Julian mulai ketakutan melihat Julian. Tubuhnya bergetar sambil meminta untuk melepaskan tangan Julian. Julian pun melepaskan tangannya lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Maaf yah baru UP soalnya baru punya kouta😅😅