
Setelah sampai di sana Diana nampak kebingungan, "Kenapa kamu ajak aku ke sini?" tanya Diana sambil menatap Julian.
Julian turun dari mobilnya tanpa bicara pada Diana, ia setelah itu menarik Diana dengan paksa dari mobilnya. Diana kaget dengan apa yang Julian lakukan padanya, ia tidak tau salahnya dia dimana.
"Julian lepaskan," titah Diana sambil mencoba melepaskan tangan Julian.
Namun Julian tak mau bicara, ia terus menarik Diana sampai masuk ke rumah itu. Julian mendudukkan Diana di sebuah kursi tua yang waktu itu juga di duduki salah satu dari ketiga pria yang di bunuh Julian di sini.
Julian mengikat Diana, sedangkan Diana masih tidak tau dan tidak mengerti dengan apa yang Julian lakukan padanya. Diana mencoba memberontak, namun Julian berhasil mengikatnya dengan sangat erat.
Julian mengambil kursi lainnya, ia duduk di depan Diana. Diana sudah agak sedikit tenang dan terdiam, sepertinya Julian pintar. Lebih pintar dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Julian sambil menatap Diana dengan tatapan tajam.
Diana terdiam, ia takut mengatakan yang sebenarnya pada Julian.
"Aku tidak akan segan-segan menembak mu saat ini juga jika kau tidak mau mengaku," ancam Julian.
"Baiklah-baiklah aku akan mengatakan apa yang sebenarnya, tapi setelah ini kamu janji jangan bilang pada siapapun," balas Diana yang akhirnya pasrah dan mengaku pada Julian.
Diana mengatakan rahasianya pada Julian, saat Julian tau siapa Diana ia malah tetap terlihat tenang dan santai. Setelah ia tau bahwa ia memang tetap orang yang sama dengan orang yang ia temukan pertama kali di klub, ia melepaskan ikatan Diana.
Ia rasa apa yang Diana rahasia tak masalah untuknya, karena Diana memang dari awal tidak berniat membohonginya, hanya saja Julian masuk saat permainan Diana sudah di mulai.
"Aku memang berbohong akan semua itu, tapi percayalah cintaku padamu bukanlah kebohongan," ucap Diana setelah ikatan tangannya di lepaskan oleh Julian.
"Aku percaya itu, sekarang kau bisa membantuku berarti?" balas Julian.
"Dengan senang hati," ucap Diana sambil merangkul pinggul Julian.
"Kita pulang yuk," ajak Julian.
"Yuk, tapi sebelum pulang ke rumah aku mau beli makanan dulu buat Cherly," setuju Diana, namun sebelum pulang ia ingin mampir di restoran untuk membawakan Cherly makanan yang tadi ia janjikan.
"Ok," balas Julian.
Mereka kembali ke mobil tadi, Diana sudah merasa tenang karena kali ini Julian sudah tau siapa dirinya yang sebenarnya. Jadi ia sudah tidak usah merasa Julian akan membenci atau bahkan membunuhnya jika sampai tau hal ini, tapi pada kenyataannya Julian tidak peduli akan hal itu.
Julian tadi memang tidak akan benar-benar membunuh Diana jikalau pun Diana tak mau mengaku, tapi karena Diana terlalu takut dan berpikir ancaman Julian itu benar, akhirnya ia mengaku.
Mengakui rahasia yang ia tutupi beberapa tahun lamanya.
Setelah beberapa menit akhirnya Diana dan Julian sampai di rumah ibunya Julian, Julian masuk dengan membawa tiga kresek berisikan makanan yang tadi ia beli saat di perjalanan pulang.
Ia mengambil makanan itu ke ruangan makan, untuk di makan bersama yang lainnya. Sedangkan kini Diana tengah mencari kemana yang lainnya, karena saat ia masuk ia tidak melihat keberadaan Cherly dan yang lainnya.
Julian yang sudah menyimpan makanannya tersebut berjalan ke arah Diana yang nampak seperti orang kebingungan.
"Kenapa sih?" tanya Julian sambil menatap Diana.
"Yang lainnya pada kemana? Kok gak ada di sini sih?" tanya balik Diana sambil membalas tatapan Julian.
"Ya udah aku cari ke atas yah, kamu tungguin di sini," ucap Diana sambil berlari menuju lantai dua untuk mencari Cherly.
Ternyata Cherly memang sudah berada di sana bersamaan dengan yang lainnya, mereka tengah asik menonton televisi. Di sana juga rupanya ada Anggara, Diana yang melihat itu langsung bernafas lega.
"Kamu kenapa sih? Kek di kejar hantu aja," tanya Cherly sambil menatap Diana.
"Aku pikir kalian ilang," balas Diana dengan nafas yang tidak beraturan, ia lelah telah berlari di tangga.
"Ya ampun lu kira kita kucing, segala ilang," ucap Cherly.
"Ya udahlah, makan yuk. Aku udah belikan kalian makan," ujar Diana, Diana kembali turun dan berjalan menuju meja makan menghampiri Julian.
Cherly, Anggara dan ibunya Julian juga ikut turun dari lantai dua untuk makan, setelah mereka sampai di meja makan. Diana pun membereskan makanannya ke piring, di bantu oleh yang lainnya.
"Kamu udah bawa barang-barang kamu?" tanya ibunya Julian pada Diana.
"Belum tante, tapi kayaknya nanti aja deh abis makan. Tadinya mau aku ambil sekarang tapi aku lapar, jadi aku ke sini dulu deh buat makan bersama," balas Diana.
Setelah makanannya tersusun rapi akhirnya mereka pun mulai makan tanpa banyak bicara, rasanya agak sedikit tidak sopan kalau makan tapi banyak bicara.
Beberapa menit berlalu, kini Diana dan Cherly sedang mencuci piring dan gelas bekas tadi mereka mana. Sedangkan yang lainnya ada di ruangan tengah sedang bersantai.
"Diana lu yakin mau tinggal di sini?" tanya Cherly.
"Yah aku yakin," balas Diana.
"Eh lu ngerasa ada yang aneh gak sama Alika?" tanya Cherly.
"Emangnya kenapa?" tanya balik Diana tak mengerti.
"Enggak, masa yah kemarin malam gue liat dia jatuhin ponselnya sendiri di TKP deket mayat kemarin malam. Tapi dia juga pas ngambil ponselnya kayak bukan ponselnya doang yang dia ambil, tapi gue juga gak tau sih apa yang dia ambil, " jelas Cherly.
"Beneran?" tanya Diana.
"Tapi kok kemarin malam juga gue kek ngeliat pacarnya Andi di salah satu kerumunan orang yang mau liat korban yah, padahal kan rumahnya bukan di sini," sambung Cherly yang kebingungan.
"Maksud lu Lia ada di sini?" tanya Diana.
"Gue gak yakin sih, tapi gue beneran kek ngeliat dia. Terus dia pas gue perhatian malah pergi gak tau kemana," balas Cherly.
"Oh ya udahlah nanti aku cari tau mereka ada hubungannya atau enggak dengan kejadian ini," ucap Diana yang tidak mau mengambil atau menuduh siapapun.
"Ok," balas Cherly.
Setelah selesai mencuci piring Diana dan Cherly pergi ke tempat yang lainnya, Cherly bersama Anggara pun pamit pulang karena masih ada kerjaan yang harus ia selesaikan. Sedangkan Diana yang awalnya ingin pergi ke apartemen bersama Julian kini ia malah pergi sendirian.
Karena Diana meminta Julian tidak meninggalkan ibunya di rumah ini sendirian.