Cycopathic And Secret

Cycopathic And Secret
Chapter terakhir



Pernikahan Cherly sudah selesai, kini hanya tinggal acara makan-makan dan pengucapan selamat. Tanpa Cherly ketahui sebenarnya sedari tadi pagi Diana dan Julian ada di pernikahan mereka, sampai akhirnya Cherly baru sadar saat Diana dan Julian bersalaman dengannya.


"Ahhhh kok kalian ada sih?" tanya Cherly kegirangan sambil memeluk Diana penuh air mata.


Diana membalas pelukan Cherly dengan penuh kerinduan, "Aku juga rindu kamu," balas Diana.


Tanpa sadar Cherly menjatuhkan air matanya membasahi pipinya, Diana melepaskan pelukan Cherly, "Jangan nangis ih, nanti make-up kamu ke hapus," ledek Diana.


"Aku gak peduli," balas Cherly tidak peduli akan hal itu.


"Baiklah terserah kau, sekarang aku gak bisa lama-lama di sini, kamu liat tuh antriannya masih panjang, nanti kita lanjutin di bawah aja," ucap Diana, ia menunjuk banyaknya orang yang tengah mengantri untuk bersalaman dengan Cherly.


"Iyah nanti aku ke bawah," balas Cherly.


Setelah bersalaman dengan Cherly, Diana dan Julian pergi ke arah makanan. Sepertinya mereka sudah ingin makan, di sana mereka juga bertemu dengan Andi, Diana awalnya ingin memeluk Andi karena sudah sangat rindu padanya.


Tetapi Julian menarik tangan Diana dan melarangnya untuk berpelukan, "Jangan sentuh pria lain selain aku," ucap Julian, jiwa posesif nya sudah mulai muncul.


"Baiklah aku tidak akan menyentuhnya," balas Diana sembari memasang wajah cemberut.


"Tenang saja aku masih tau aturan itu, bagaimana kalau kita saja yang berpelukan?" tawar Andi sambil merentangkan kedua tangannya.


"Tidak mau," balas Julian sinis.


"Dih gak kangen apa lu sama gue?" tanya Andi.


"Enggak," balas Julian dengan wajah mengejek.


"Terserah kau," ucap Andi tak peduli.


"Tenang saja aku rindu kamu kok," timpa Diana sambil tersenyum ke arah Andi.


Namun tiba-tiba Julian menari Diana untuk pergi dari sana, "Ih mau kemana?" tanya Diana.


"Kita pulang," balas Julian sinis.


"Enak aja, baru juga sampai," ucap Diana.


"Yah katanya tadi mau makan, kita ambil makanannya di sana aja, jangan di sini," balas Julian dingin.


"Emangnya kamu gak kangen gitu sama Andi? dia kan sahabat kamu dari dulu," tanya Diana heran kenapa Julian tidak rindu sama sekali pada Andi, padahal Andi adalah orang yang menemaninya dari dulu.


"Memangnya apa yang harus aku rindukan dari dia," tanya balik Julian sambil terdiam dan menatap Diana.


"Aku kan cuman nanya, lagian malu tau ribut di acara pernikahan orang, gak sopan tau," balas Diana mencoba membuat Julian tidak marah-marah lagi.


"Ya sudah, kalau begitu ikut denganku," Ucap Julian sambil kembali menarik tangan Diana dan pergi dari sana.


Andi menatap Julian dan Diana dari kejauhan, "Ternyata walaupun mereka udah pergi lama, kelakuannya masih sama saja seperti dulu," gumam Andi menatap kepergian Julian dan Diana.


"Sayang liatin apa?" tanya Lia yang baru saja datang, ia tadi izin pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sebentar.


Andi tersadar dari lamunannya ia menatap ke arah Lia, "Ah tidak, tidak ada apa-apa," balas Andi sambil menggelengkan kepalanya perlahan.


"Kita makan yuk, aku udah lapar," ajak Andi pada Lia.


Mereka pun pergi untuk mengambil makanan di meja utama, Di sana mereka kembali melihat Julian dan Diana yang sedang mengambil makanan.


"Julian ada di indonesia?" tanya Lia kaget sambil menatap Andi, Lia membulatkan matanya.


"Iyah kayaknya mereka juga baru datang deh," balas Andi.


Lia berniat untuk menghampiri Julian dan Diana untuk sekedar menyapanya, tetapi Andi melarangnya dan menarik tangan Lia, "Jangan sekarang, biarin mereka berduaan dulu," ucap Andi.


"Baiklah aku akan menghampirinya nanti," balas Lia.


Beberapa saat kemudian, acara resepsi pernikahan Cherly pun selesai. Saat ini Cherly dan yang lainnya sedang berkumpul melepas kerinduan di samping kolam renang, mereka tengah bercerita tentang kehidupan mereka yang sudah mulai terpisah.


"Aku pikir kalian bakal lupa sama aku," Cherly sudah punya pikiran buruk tentang Diana.


"Yah maaf, aku sibuk akhir-akhir ini jadi jarang ngabarin kamu," balas Diana.


"Kalian udah nikah?" tanya Anggara sambil menatap Diana dan Julian bergantian.


"Udah, kita nikah di gereja doang, gak ada pesta pernikahannya," balas Julian, Julian dan Diana memang sudah menikah beberapa bulan lalu di gereja yang ada di Amerika.


"Kenapa?" tanya Lia penasaran.


"Menurut aku gak perlu pernikahan yang mewah, asalkan kita jalani pernikahannya dengan cinta aja itu sangat cukup," balas Diana sambil merangkul Julian.


"Iya sih, pernikahan itu tidak terlalu penting. Karena yang paling penting itu ada di setelah pernikahannya," setuju Lia.


Lia dan Andi juga ada di sana.


"Besok aku akan liburan ke Jepang, kalian mau ikut?" tanya Cherly.


"Enggak bisa, aku besok udah harus pulang. Ada kerjaan mendadak tadi," balas Diana yang tidak bisa ikut.


"Aku juga gak bisa soalnya besok, bakalan ada rapat penting di perusahaan. Lagian kalian mau liburan yah berdua ajalah, biar lebih romantis," ujar Andi.


"Iyah-iyah kita berdua aja," ucap Anggara.


"Nanti malam kita bakalan pulang, jadi sepertinya pertemuan kita hanya sampai di sini saja," ucap Diana sambil berdiri.


"Ah baiklah, tapi ingat jangan lupa datang kembali ke indonesia," ujar Cherly.


Cherly berjalan ke hadapan Diana, "Walaupun pertemuan kita singkat tapi aku sangat berterimakasih pada Tuhan karena akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu, aku harap kita bisa bertemu kembali dilain waktu," tambah Cherly.


Diana memeluk Cherly, "Aku janji kalau aku akan kembali mengunjungi mu suatu saat nanti, kau tenang saja," balas Diana.


Cherly membalas pelukan Diana, mereka berpelukan cukup lama, hingga akhirnya Diana dan Julian pergi dari sana meninggalkan semuanya.


Cherly benar-benar tidak bisa menahan tangisannya, Cherly menangis di pelukan Anggara. Mengingat apa yang Diana dan Julian lakukan, mereka bekerja dan mempertaruhkan nyawa mereka berdua di setiap misi yang mereka jalankan.


Namun pada akhirnya setiap pertemuan pasti ada perpisahan, walaupun tidak semuanya berakhir seperti itu. Bukan hanya perpisahan di antara sepasang kekasih, melainkan perpisahan seorang sahabat juga banyak terjadi.


Entah itu untuk mengejar mimpi mereka masing-masing atau pun untuk menjalankan kehidupan mereka bersama pasangan hidup mereka, tidak ada yang abadi di dunia ini. Sekuat apapun kalian mempertahankan sebuah hubungan, jika Tuhan menginginkan hubungan itu putus maka apapun yang kau lakukan hubungan itu akan tetap putus.