Cycopathic And Secret

Cycopathic And Secret
Hari Dimana Violet beraksi



Hari dimana Diana akan mengambil Julian pun telah tiba, sebelum berangkat ia pergi ke rumah Diana dulu untuk mengambil sebuah koper yang dulu pernah ia sembunyikan di sana. Sesampainya di sana rumah itu sangat kotor dan tidak terurus sama sekali, Violet masuk sambil menutup hidupnya karena banyak debu yang berterbangan memenuhi seisi rumah.


Sampailah Violet di kamar Diana, ia berjalan dengan langkah perlahan nya. Ia menuju sebuah lemari baju Diana, Violet pun membuka lemari itu lalu mengambil koper hitam dari dalam lemari itu.


Setelah mengambilnya ia berjalan membawa koper itu ke arah kasur lalu menyimpan koper itu di atas kasur, Violet membukanya dengan perlahan. Tanpa di sangka-sangka ternyata di dalamnya ada beberapa pistol, peluru, bom, pisau dan juga berbagai macam senjata lainnya. Tak lupa di dalam koper yang lumayan besar itu pun terdapat pakaian serba hitam.


Ternyata pakaian itu adalah pakaian yang sering ia gunakan untuk melakukan aksinya, tanpa rasa ragu dan takut Violet langsung memakai pakaian itu. Setelah itu ia menyiapkan senjata yang akan ia bawa nanti, ia juga menyembunyikan pistol.


"Aku akan membunuh mu Malik," ucap Violet dengan senyuman miringnya.


Violet yang sudah siap pun langsung keluar kembali dari rumah itu dan pergi ke tempat Malik berada, sedangkan itu di tempat Malik Julian baru saja habis makan. Julian tubuhnya nampak lebih sehat dari kemarin-kemarin, karena Malik juga memberikan makan teratur dan juga vitamin.


Malik tak mau Julian mati sebelum Violet menyerahkan dirinya sendiri, Malik kini menyiapkan pasukannya untuk berjaga-jaga takut Violet malah menyerangnya. Karena Violet memang orang yang licik juga.


Beberapa menit kemudian Violet datang dan menabrakkan mobilnya ke rumah itu, semua pasukan Malik yang ada di ruangan tengah langsung mengalahkan senjata apinya ke arah Violet yang masih berada di mobil.


Lalu seketika Violet keluar dari mobilnya sambil mengangkat kan kedua tangannya.


"Lemparkan senjata mu," teriak Malik yang ternyata sudah ada di sana.


"Baiklah," balas Violet sambil melemparkan pistol dan pisau yang ia pegang ke arah Malik yang ternyata sudah ada di depannya.


"Tadinya aku tidak akan membunuhmu, tapi sekarang aku berubah pikiran. Setelah ku serahkan kekasih mu, maka aku akan membunuhmu," ucap Malik.


"Aku tidak peduli, yang aku inginkan sekarang hanyalah Julian," balas Violet.


"Itu hal yang mudah," ujar Malik sambil tersenyum.


"Ya sudah, sekarang serahkan dia padaku," ucap Violet.


"Bawa Pria itu kemari," titah Malik pada anak buahnya.


Setelah menunggu beberapa menit Julian pun datang dengan kedua tangannya di ikat, Julian berdiri di samping Malik sambil menatap Violet.


Violet membalas tatapan Julian lalu kembali memalingkan tatapannya ke arah Malik, "Aku pikir kau tidak bodoh seperti dulu," ucap Violet sambil tersenyum bak iblis.


Tiba-tiba ledakan bom untuk mengalihkan fokus saja pun meledak di beberapa tempat, dan akhirnya Violet bisa membawa pergi Julian dari sana. Bom itu di pasang oleh anak buah Julian yang menyusup masuk saat Violet menabrakkan mobilnya ke tembok rumah.


Lalu tiba-tiba Julian mencium bibir Violet sekilas lalu dengan mudah mengambil pistol yang Violet sembunyikan, "Aku akan menghabisi Malik dengan tanganku sendiri, kau tenang saja aku bisa membunuh pria itu," bisik Julian tepat di telinganya Violet.


Violet pun terdiam sambil menatap Julian, lalu tiba-tiba sebuah tembakan yang meleset membuyarkan pikiran Violet dan mengenai tembok di sebelah mereka. Lalu dengan cepat Violet menembak orang yang menembak barusan dengan mengambil pistol lainnya yang ada di saku bajunya.


"Aku percaya padamu," balas Violet sambil pergi dari sana untuk membantu yang lainnya di dalam.


Julian pun menyusul Violet masuk dan mulai menembaki pasukan Malik dengan cepat, sedangkan itu kini Violet sedang terpojok karena melawan tangan kanan Malik yang cukup hebat.


Violet terbentur ke tembok dengan wajah penuh luka, Akas kaki tangan Malik berjalan sambil tersenyum menghampiri Violet. Lalu Menarik kerah baju Violet dengan kasar membuat tubuh Violet terangkat, "Ternyata kau tidak sehebat yang orang lain katakan tentang mu," ucap Akas meremehkan Violet.


Violet bukannya takut ia malah tersenyum, "Mereka benar, aku memang hebat," balas Violet yang dengan susah payah mengambil pisau dari sakunya lalu menusukan pisau itu ke kaki Akas.


Mereka bertarung di tempat yang berbeda dengan yang lainnya, di sana hanya ada mereka berdua saja. Akas melepaskan tangannya lalu mundur beberapa langkah, ia mencabut pisau itu dengan sedikit merintih kesakitan.


Sedangkan Violet kini sedang menarik nafasnya dalam-dalam karena tadi lehernya sempat di cekik oleh Akas, Akas yang sudah mencabut pisau itu pun langsung menyerang Violet kembali. Dengan cepat Violet menghindari serangan Akas dengan cepat, lalu. Pertarungan hebat pun di mulai, dimana mereka berdua saling serang dan saling menghindar.


Sampai di suatu kesempatan Violet berhasil menancapkan pisaunya tepat di perut Akas, Akas terkapar dengan berusaha keras mencabut pisaunya. Lalu Violet datang dan menginjakkan kaki kanannya di dada Akas sambil tersenyum miring pada Akas yang sudah mulai tak sadarkan diri.


"Bagaimana? Sekarang kau tau siapa aku? Sebenarnya sedari tadi aku sudah bisa membunuhmu, hanya saja aku dengan sengaja mengulur waktu agar aku bisa mengenang kembali masa-masa dulu aku melakukan semua ini," ucap Violet.


Violet mengarahkan pistol ke arah bola mata Akas.


"Aku mungkin tak bisa membunuhmu di dunia ini, tapi di dunia lain ku pastikan aku akan membunuhmu," balas Akas dengan nada suara yang lemah dan putus-putus.


"Aku pastikan kembali, di dunia manapun kau tak akan pernah bisa membunuhku, terkecuali kau sudah tak lagi jadi manusia," ucap Diana sambil menembak kedua bola mata Akas bergantian.


Setelah melihat Akas meninggal Violet pun langsung berjalan meninggalkan Akas yang sudah meninggal, Violet berjalan untuk membantu yang lainnya di lantai bawah. Sedangkan saat ini Julian masih berhadapan dengan Malik, Julian melawan Malik tanpa rasa takut sedikitpun.


Malik terdesak karena Julian lebih kuat dalam masalah fisik, tapi saat Julian akan menembak Malik tiba-tiba salah satu pasukan Malik menembak kaki Julian sampai membuat Julian terjatuh ke lantai.


Malik tersenyum, Malik bangun dan berjalan ke arah Julian yang kini tak bisa bangun pun langsung mengarahkan tembakan yang ia ambil di lantai ke arah kepala Julian.


"Aku akan membunuhmu, aku sudah katakan padamu bukan?" ucap Malik.


Dan Dorrrrrrrrrrr