Cycopathic And Secret

Cycopathic And Secret
Bala Bantuan



Satu hari berlalu, Diana bagun dari tidurnya dengan suasana hati yang tak karuan. Satu minggu lagi ia harus menyerahkan dirinya sendiri pada Malik, ternyata memang benar. Kekuatan terbesar di dunia ini adalah cinta, dengan cinta siapapun bisa di kalahkan dengan mudah.


Diana menyeret kakinya menuju kamar mandi, tanpa membuka baju Diana berdiri di bawah shower, rambutnya terurai. Tanpa sadar ia menangis di derasnya air shower yang jatuh ke tubuhnya, karena tak kuat ia terduduk sambil memegang kedua lututnya.


"Jika aku tau ini yang akan terjadi, aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh macam ini, aku lebih baik melanjutkan pekerjaan ku saja," ucap Diana sambil menangis.


Diana atau violet sepertinya menyesal karena telah berpura-pura jadi Diana yang nyatanya sudah meninggal, ia jadi harus merasakan sakitnya jatuh cinta karena tak bisa memilih hidupnya atau hidup kekasihnya. Mungkin jika ia dulu tidak melakukan ini, ia akan tetap menjadi wanita dingin yang tak punya rasa cinta.


Setelah beberapa menit berlalu Diana keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dan rambut yang masih basah, bahkan rambutnya masih meneteskan air. Ia keluar sambil menggigil kedinginan karena terlalu lama berada di kamar mandi.


Di tempat lain Malik sedang menatap Julian yang tubuhnya sudah semakin lemas, ia tadi sudah di beri makan oleh Malik. Sekarang mulut Julian di tutup oleh lakban karena takut memanipulasi dirinya, kan kebanyakan orang seperti Julian ini sering mencuci otak korbannya.


Malik tersenyum bak iblis menatap Julian, "Aku tidak menanyakan kalau seorang Violet sang bunga kematian bisa jatuh cinta dengan pria lemah seperti mu," ledek Malik sambil tertawa puas.


"Tak ku sangka, aku menangkap tikus lalu mendapatkan bonus seorang serigala, sangat menakjubkan," sambungnya, ia mengibaratkan Julian sebagai tikus dan Diana atau Violet sebagai serigala.


Julian hanya dapat menatap bola mata Malik dengan tajam, jika saja anak buah Malik tak sebanyak itu mungkin Julian sudah membunuh Malik.


"Kita tunggu 6 hari lagi, setelah itu kau akan bebas dengan memanfaatkan rasa cinta Violet," lanjut Malik, setelah ia merasa cukup berbicara dengan Julian ia langsung pergi dari hadapan Julian untuk sekedar mencari angin.


Di tempat lain Diana ke kampus seperti biasanya, namun tatapan dan tingkah lakunya sangatlah berbeda. Cherly yang tau kenapa Diana bisa seperti ini pun hanya terdiam, ia takut jika harus menganggu Diana sekarang, apalagi setelah tau bahwa dia bukanlah Diana yang dulu ia kenal.


Hari berjalan begitu cepat bagi Diana, setelah pulang dari kampus ia pergi ke restoran dimana anak buahnya Julian berada, tapi ia datang bukan untuk membicarakan Julian melainkan hanya untuk sekedar makan saja.


Seorang pelayan pun menghampiri Diana, "Mau makan?" tanya pria yang di tugaskan menjadi pelayan tersebut.


"Iyah," balas Diana dengan nada suara lemas.


"Makan apa?" tanya pria itu kembali.


"Apa ajalah," balas Diana.


"Ya sudah saya bawakan nanti," Pelayan itu pun pergi ke dapur untuk membuatkan makanan.


Diana terdiam sambil menatap sepasang kekasih yang sedang bermesraan di depan wajahnya, saat sedang fokus menatap mereka tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia pun langsung menatap ponselnya untuk mengecek siapa yang menelponnya, saat ia lihat ternyata ia tak mengenalnya karena itu nomor baru.


Di tambah itu seperti bukan nomor Indonesia, itu malah seperti kode nomor Amerika Serikat. Ia pun mengangkat hanya ingin tau siapa yang menelponnya saja, setelah di angkat akhirnya ia tau siapa yang menelponnya dirinya.


"Ada apa kau menghubungi ku lagi?" tanya Diana menggunakan bahasa Inggris.


"Senang kembali berbicara dengan mu, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya balik seorang pria di sebrang telpon.


"Kau pasti tau apa yang ku alami saat ini, jadi kau juga pasti tau bagaimana kondisi ku saat ini," balas Diana dengan nada suara agak tidak suka pada pria yang menelponnya.


"Kau bisa langsung pada tujuan mu atau tidak? Kalau tidak aku akan mematikan telponnya?" tanya Diana.


"Kelakuan mu juga masih sama, aku dengan kau sedang mau butuh bantuan?" tanya pria itu.


"Iyah memangnya kenapa? Mau bantu saya?" tanya balik Diana.


"Yah, aku akan membantumu asal dengan satu syarat," balas pria itu.


"Apa syaratnya?" tanya Diana.


"Begini, kau harus bunuh Malik secepatnya lalu setelah itu ambil semua uang di berkasnya, lalu kirimkan uang dan yang lainnya padaku," balas Pria itu.


"Bagaimana kau mau dengan tawaranku?" tanya pria itu lagi.


"Baiklah aku Terima tawaran mu, tapi pasukan mu harus datang secepatnya," ucap Diana.


"Itu hal yang mudah, baiklah kalau begitu aku akan mematikan telponnya. Terimakasih mau kembali berkerja untukku," balas pria itu sambil mematikan ponselnya.


Pria itu bernama Thomas, bos dulu Violet atau Diana bekerja sebagai pembunuh bayaran. Saat ini Thomas ingin mengambil semua uangnya Malik di tambah ia ingin tetap menguasai pasar ilegal di dunia ini, ia tak mau ada yang menyaingi dirinya.


Malik dulu pun ingin di bunuh karena hal ini, tapi sayangnya Malik dulu bisa kabur dari kejaran Diana, jadi sekarang bos Diana meminta Diana kembali membunuh Malik.


Setelah menutup telponnya makanan Diana pun datang, lalu tanpa menunggu apapun lagi ia langsung memakannya dengan lahap, ia sudah lapar dari kemarin karena ia memang belum makan dari kemarin.


Beberapa menit berlalu, makanan Diana pun sudah habis kini Diana pergi ke kasir untuk membayar tagihannya, tapi kasirnya yang tau siapa Diana menolak uang yang akan Diana bayarkan.


"Gak usah di bayar," ucap penjaga kasir.


"Gak papah ambil aja," balas Diana yang tetap menyodorkan uangnya.


"Tapi-tapi."


"Udah gak usah tapi-tapian, oh iya bilang sama semuanya besok kafe gak usah buka dulu. Ada yang mau aku bicarakan pada kalian," bisik Diana ke kasir itu.


"Ok," balas si kasirnya.


Setelah itu Diana langsung meninggalkan restorannya, jika anak buah Thomas datang membantunya ia mungkin bisa membawa Julian tanpa harus menyerahkan diri ke Malik. Jadi saat ini Diana agak tenang, ia hanya perlu memikirkan apa yang ia lakukan nanti untuk mengambil Julian dari tangan Malik.


Ia harus membuat semua orang tidak memperhatikan Julian sedikit pun agar ia bisa dengan mudah mengambil Julian, hingga akhirnya terpikir sesuatu di otaknya yang membuat Diana mendadak tersenyum. Ia masuk ke mobilnya lalu menatap wajahnya di kaca mobil.


"Tunggu aku Julian, aku akan membuktikan padamu kalau aku bisa menyelematkan mu," ucap Diana.