Cycopathic And Secret

Cycopathic And Secret
Aku adalah?



Diana satu mobil dengan Andi, ia akan masuk ke tempat persembunyian Malik terakhir setelah anak-anak yang lain menghabisi penjaga di depan rumah Malik. Hari sudah mulai gelap, sedangkan rumahnya Malik ada di dekat hutan yang jauh dari kerumunan warga.


Di tempat lain Malik kini tengah mempermainkan Julian, Julian di ikat menggunakan rantai di kursi besi. Malik tengah tertawa bahagia karena ia bisa dengan mudah menangkap Julian.


Malik bisa berbahasa Inggris, jadi untuk berkomunikasi dengan Julian ia menggunakan bahasa Inggris. Kalau bahasa Turki Julian pasti tidak akan mengerti sedangkan kalau bahasa Inggris ia mengerti.


"Aku pikir kau adalah pria yang tangguh, ternyata kau hanya seorang pria yang tak mempunyai hati. Bahkan saat ibumu ku bunuh saja kau sama sekali tak bergeming," ucap Malik sambil mengangkat dagu Julian agar Julian menatap wajahnya.


Julian sama sekali terlihat tenang, mungkin ia sudah pasrah dengan apa yang akan Malik lakukan padanya. Wajah Julian kini sudah di penuhi luka goresan pisau, bahkan tubuhnya pun sudah berlumuran darah.


Sementara ibu tirinya Julian sudah lebih dulu Malik bunuh.


"Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu dari seorang Malik, seseorang yang di takuti," ucap Malik dengan bangganya menyombongkan dirinya.


Julian tak mau menanggapi ucapan Malik, ia nampak terdiam sambil menatap Malik. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan ledakan bom dari lantai bawah, lalu seorang anak buahnya Malik datang ke ruangan itu dengan nafas yang tak beraturan.


"Maaf tuan, di bawah ada penyerangan dari musuh. Seperti itu adalah orang yang akan menyelamatkan sandra," pria itu melaporkan kejadian yang terjadi di lantai satu.


"Sepertinya ini akan menyenangkan," balas Malik sambil memperlihatkan senyum iblis nya.


Malik memalingkan tatapannya ke arah Julian, "Ternyata kau punya anak buah yang hebat," ucap Malik.


"Bawa dia ke tangga!" Malik meminta anak buahnya untuk membawa Julian ke tangga.


Ternyata pasukan yang di pimpin Diana sudah sampai, dan mereka semua terkaget-kaget melihat kemampuan Diana yang bahkan lebih hebat dari mereka. Diana bisa dengan mudah mengalahkan pasukan Malik, ia juga menembak selalu tepat di kepalanya.


Hingga sampailah mereka di tangga, mereka melihat Julian berada di sana bersama Malik dan juga anak buahnya yang tersisa. Ternyata saat Diana membunuh anak buahnya Malik sudah melihatnya, dan ia teringat akan seseorang di masa lalunya.


"Ternyata itu kau, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Malik pada Diana.


Para anak buah Julian terdiam, Andi, Reksa, Alika dan Julian pun heran kenapa Malik bertanya seperti itu pada Diana.


"Ternyata kau masih mengenal ku, aku sekarang sangatlah baik, tapi kau malah datang dan menghancurkan semuanya," balas Diana.


"Bahkan jika kau merubah kelamin mu pun aku akan tetap mengenal mu, orang yang dulu pernah membunuh ratusan anak buah ku, bahkan kau juga hampir membunuhku," ucap Malik.


"Senang rasanya aku bisa bertemu lagi dengan mu, aku tebak orang yang tengah bersama ku ini adalah kekasihmu. Kalau kalau tidak aku yakin kau tidak akan mengungkapkan identitas mu, dan kembali melakukan apa yang sudah kau tinggalkan beberapa tahun lamanya," sambung Malik.


Diana maju satu langkah.


"Jangan maju kalau kau tak mau melihat kepala kekasihmu ini jatuh tergeletak ke lantai," ancam Malik sambil tersenyum.


"Sekarang yang ku butuhkan bukan dia lagi, melainkan kau. Karena kau jauh lebih berharga di banding dia," sambung Malik.


"Serahkan dia padaku," ucap Diana.


"Kita buat tawaran, kau jadi milikku dan akan ku lepaskan pria tidak berguna ini. Tapi kalau kau tak mau bersama ku maka kau tau sendiri akibatnya," Malik menawarkan hal itu pada Diana.


"Ayolah, jika kau bersama kita. Maka kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, dunia pun bisa kita dapatkan," Malik terus membujuk Diana agar menerima tawarannya.


Tapi Diana tetap pada pendiriannya, ia tidak mau bergabung. Karena Diana tau Malik akan curang, kalau pun ia bergabung dengan Malik. Malik pasti akan tetap membunuh Julian, jadi untuk saat ini yang akan Diana lakukan adalah mengulur waktu.


"Beri aku waktu satu minggu, tapi ingat jika minggu depan Julian mati aku akan membunuh kalian semua," ucap Diana.


Diana sebenarnya bisa membunuh mereka semuanya saat ini juga, tapi jika itu ia lakukan maka ia juga akan kehilangan Julian. Jadi ia akan mencari waktu yang tepat untuk membunuh mereka semua, tanpa harus mengorbankan Julian.


"Baiklah, aku akan menunggunya," balas Malik.


"Bawa kembali dia ke kamarku," Malik memerintah anak buahnya untuk membawa Julian ke kamarnya.


"Sekarang kalian bisa pergi dari sini," Malik mengusir Diana dan yang lainnya pergi dari sana.


Sesampainya di restoran Andi langsung menanyakan tentang siapa Diana yang sebenarnya.


"Baiklah aku akan katakan siapa aku, lagi pula aku sekarang tidak perlu menutupi semuanya lagi," balas Diana.


"Kenalkan sebenarnya namaku bukanlah Diana, melainkan Violet. Orang-orang yang pernah ku bantai memanggilku dengan panggilan bungan kematian, aku adalah pembunuh bayaran yang sering pergi ke beberapa negara untuk membunuh mafia ataupun siapapun itu," jelas Diana.


"Lalu bagaimana ceritanya kau menjadi Diana?" tanya Cherly.


"Beberapa tahun yang lalu saat aku akan mengejar Malik tiba-tiba helikopter yang ku tumpangi jatuh di laut kalimantan, dan rekanku menemukanku di sana. Aku pun di bawa ke salah satu rumah warga di sana olehnya," Diana atau violet menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalunya.


"Aku mengejar Malik yang saat itu akan bersembunyi di Indonesia, tapi saat Malik melihat helikopter ku jatuh akhirnya ia menganggap ku mati, tapi ternyata tidak. Setelah tubuhku mulai membaik aku pergi ke Korea Selatan untuk mengubah wajahku, karena aku ingin berhenti dari pekerjaan ku. Saat itu aku di bantu rekan ku untuk membuat pasport palsu," Sambungnya.


"Setelah sampai di Korea Selatan aku bingung ingin mengubah wajahku seperti apa, hingga akhirnya rekan ku mengatakan bahwa ada seorang mayat perempuan yang baru saja meninggalkan dunia di Indonesia. Dan katanya sepertinya orang tua dan orang yang mengenal wanita ini belum tau akan kematian wanita itu, hingga akhirnya aku merubah wajah dan identitas ku sebagai wanita yang saat ini kalian kenal sebagai Diana," lanjutnya.


"Julian tau semua ini?" tanya Andi.


"Dia baru tau kemarin, tapi ia tidak marah karena memang dari awal yang ia kenal adalah diriku bukan Diana yang asli," balas Diana.


"Aku mencari tau Diana dari sebuah buku diary milik Diana, aku mulai mempelajari bagaimana cara Diana hidup dan memperlakukan orang lain. Aku berlalu layaknya aku adalah Diana, sebisa mungkin aku tidak akan pernah lagi mengeluarkan kemampuanku untuk selamanya," sambung Diana.


"Lalu kenapa sekarang kau mengungkapkannya?" tanya Reksa.


"Karena aku tidak punya pilihan, Malik bukanlah lawan kalian semuanya. Jika aku biarkan kalian melawan Malik sendiri maka dapat ku pastikan dalam satu menit kalian semua akan di bunuh olehnya dan para anak buahnya," balas Diana tegas.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Andi.


"Beri aku waktu satu minggu untuk menyiapkan diriku, karena cara satu-satunya menyelamatkan Julian adalah dengan nyawaku sendiri," balas Diana sambil berjalan pergi dari sana.


Ia menangis karena tak tau harus bagaimana, Ia tak mau kehilangannya Julian. Cinta pertamanya selama ini, jadi mau tak mau ia harus mengorbankan hidupnya.